Pakar Tata Kota : 5 Strategi Ini Yang Bisa Membebaskan Bali Dari Banjir

Oleh Ryu

September 2025, Bali mengalami banjir yang cukup masif. Di wilayah yang selama ini terlihat bebas banjir tapi kini telah tersentuh air banjir. Ketinggian banjir cukup signifikan hingga 1 meter lebih. Data menunjukkan bahwa banjir menyeluruh hampir di seluruh wilayah Bali. Curah hujan ekstrim menyentuh  lebih dari 385 mm dalam 24 jam. Sungai-sungai airnya meluap. Drainase / saluran air di sekitar pemukiman tak sanggup menampung debit air yang melimpah. Vegetasi di sekitaran bukit/pengunungan pun tidak bisa menyerap air hujan dengan maksimal.

Pemukiman banyak yang terendam banjir. Hotel-hotel berbintang kebanjiran juga. Korban jiwa berjatuhan. Harta benda lenyap. Turis lokal dan mancanegera pun terdampak. Terlihat turis sedang dievakuasi dengan perahu karet. Berhari-hari aktifitas warga terganggu karena air banjir  surutnya perlahan. Jalanan mulai rusak. Tumpukan sampah yang terseret banjir mulai terlihat di sudut jalanan. Aktifitas perekenomian terhenti sejak. Tapi doa-doa harian warga kepada tuhan tidak pernah terhenti. Canang sari ritual doa masih hadir di tengah-tengah banjir. Semangat warga tidak pernah padam.

Belum genap setengah tahun, tepatnya di akhir Februari 2026, Banjir kembali melanda Bali. Kali ini lokasi banjir makin meluas. Korban Jiwa dan harta benda kembali berjatuhan. Aktifitas perekonomian lumpuh. Pemerintah setempat bergegas melakukan penyelamatan jiwa raga warga. Genangan air sirna dalam 1 hari. Tapi trauma warga, turis dan pelaku usaha kian meningkat. Akankah banjir ini berulang kembali di masa yang akan datang?.

Bagi pelaku usaha ataupun warga yang memiliki perlindungan asuransi maka mereka akan mengajukan laporan klaimnya kepada perusahaan asuransi (penanggung). Perlindungan ini tentunya bisa menjadi obat dari trauma banjir yang terus terjadi di Bali. Setidaknya, pelaku usaha/warga (Tertanggung) yang menderita kerugian lebih tenang karena dapat tercover oleh polis yang sudah dimilikinya. Bagi pihak Penanggung, tentunya akan memberikan ganti kerugian sesuai dengan ketentuan yang diatur dalam polis. Tertanggung akan mendapatkan hak-haknya dari Penanggung dalam bentuk ganti rugi.

Dan, tentunya ini akan membantu semua pihak untuk kembali menjaga Bali yang dahulu, sekarang dan yang akan datang menjadi bali yang selalu memikat para turis

5 Strategi Bebaskan Bali dari Banjir

Bali, pulau yang memiliki luas 8 kali dari Jakarta yaitu 5.590,15 km hingga 5.780 km persegi. Terdiri dari pegunungan dan daratan yang cukup luas. Musibah banjir yang terjadi 2 tahun terakhir ini perlu upaya mitigasi yang cepat, tepat dan berdampak. Jangan sampai luka dan trauma terus berkelanjutan tanpa kata akhir. Para pakar dan ahli tata ruang kota dan wilayah telah punya strategi yang mumpuni untuk mengatasi banjir. Salah satunya adalah Prof. Putu Rumawan Salain (Universitas Warmadewa) yang merekomendasikan 5 strategi sebagai berikut:

  1. Pertama yaitu prinsip Zero Run Off sering diaplikasi dengan adanya  Kewajiban Sumur Resapan. Dimana setiap bangunan (hotel, vila, rumah) wajib memiliki sistem resapan mandiri. Berdasarkan pemodelan pada DAS Badung, penerapan sumur resapan yang masif dapat menurunkan debit banjir hingga 50,7%.
  2. Kedua yaitu berupa pemulihan ekosistem hulu dengan upaya  pemulihan vegetasi seluas 14ribu hektar di wilayah hulu untuk menguatkan kembali daya dukung lingkungan Bali dalam menghadapi perubahan iklim.
  3. Ketiga yaituTransformasi Infrastruktur Biru-Hijau dengan cara pembuatan Kolam Retensi dan Embung. Memperbanyak “parkir air” seperti Embung Sanur di titik-titik rawan untuk menampung puncak debit air sebelum dialirkan perlahan.
  4. Keempat yaitu Audit Tata Ruang dan moratorium berupa menghentikan sementara izin pembangunan di wilayah resapan air yang kritis. Dan menyesuaikan kembali zonasi wilayah berdasarkan peta risiko bencana terbaru tahun 2025-2026.
  5. Kelima yaitu harmonisasi Niskala dan Sakala dengan cara melibatkan desa adat dalam pengawasan kebersihan drainase dan pelindungan sumber air.

Dengan kelima strategi tersebut maka pemerintah Bali bisa membawa Bali sebagai pulau yang bebas banjir di masa mendatang. Perusahaan asuransi pun bisa tetap mengaksep risiko banjir Bali dengan term & condition yang lebih update. Dan, tentunya ini akan membantu semua pihak untuk kembali menjaga Bali yang dahulu, sekarang dan yang akan datang menjadi bali yang selalu memikat para turis. Juga memikat para Penanggung untuk menjadi bagian dalam mengakseptasi risiko dengan prudent.

Kebakaran Pasar : Urgensi Sistem dan Mitigasi Untuk Pedagang Pasar

Oleh: Henry Ryu

Pasar tradisional masih menjadi primadona bagi masyarakat Indonesia. Ini karena pasar menyediakan beraneka produk kebutuhan pokok sehari-hari. Sayur-mayur yang masih segar, daging-daging yang melimpah dan buah-buahan yang langsung dari sumbernya yaitu para petani. Semuanya itu dengan harga-harga yang relatif terjangkau dan masih memungkinkan tawar-menawar hingga terjadi kesepakatan harga antara pembeli dan penjual. Transaksi inilah yang menjadi ciri khas dari sebuah pasar tradisional. Dalam perjalanannya, pasar yang berada di tengah-tengah masyarakat ini sering kali tidak disertai dengan infrastruktur yang memadai. Kesan tradisional yang melekat, seakan membuat pasar itu dicirikan dengan bangunan yang apa-adanya dan kian tak terurus. Faktor kenyamanan dan keamanan di pasar menjadi tersisihkan. Kondisi ini yang membuat pasar tradisional menjadi terbelakang, terpinggirkan dan tergerus jaman. Terlebih lagi, kita sering kali mendengar adanya kebakaran bangunan pasar tradisional di beberapa daerah/kota di Indonesia.  

Continue reading “Kebakaran Pasar : Urgensi Sistem dan Mitigasi Untuk Pedagang Pasar”

Dimulai Dari PKK, Niniek Nuryanto Menghijaukan Permukiman Jakarta dan Mengantarkan Kota Ini Bebas Sampah (Zero Waste)

Ujung-ujung daun di pepohonan itu meneteskan air hujan, jatuh ke tanah. Pepohonan itu berada di dalam pot di atas got (selokan air). Ada yang menepi dikiri dan kanan jalan. Letaknya ada di depan rumah-rumah warga. Beberapa pohon daunnya sangat rimbun. Ditambah lagi guyuran hujan malam itu (6/11), hampir merata di Jakarta yang membuat Kampung Rawajati, Kalibata Jakarta ini kian sejuk. Lokasinya, tepat di belakang Plaza Kalibata. Kampung ini telah berhasil mempercantik dirinya menjadi kampung hijau dan agrowisata di Jakarta. Kampung ini pun telah tenar di seluruh Indonesia dan mendunia.

Solichah Indah Setyani sering dipanggil Niniek Nuryanto, dialah wanita yang mempunyai andir besar dalam merubah wajah kampung Jakarta yang hijau dan layak huni. Belasan tahun lalu, tepatnya tahun 2001, Niniek memulai mencintai lingkungannya saat pertama kali ditunjuk sebagai ketua pemberdayaan dan kesejahteraan keluarga (PKK) RW 3 Rawajati. Meskipun awalnya Ia sempat terheran atas pemilihannya sebagai ketua. Satu hal yang membuatnya heran yaitu karena Ia merupakan warga yang baru pindah rumah. Dimana sebelumnya Ia berasal dari Surabaya. “Saya ini baru pindah dari Surabaya ke Jakarta karena ikut suami yang dinas kerja, ujarnya.

Continue reading “Dimulai Dari PKK, Niniek Nuryanto Menghijaukan Permukiman Jakarta dan Mengantarkan Kota Ini Bebas Sampah (Zero Waste)”

Eksotisme Gunung Bromo, melintasi pasir berbisik hingga bukit cinta matahari terbit

IMG-20180721-WA0734Dini hari, tepatnya perjalanan menuju Gunung Suci Bromo yang masih aktif, Di atas Bukit Cinta, eksotisme itu muncul dari kegelapan, kabut, dingin dan pasir berbisik yang terhampar luas (Malang, 20 Juli 2018)

Gelap yang masih pekat disertai dengan udara dingin yang terus menembus kulit. Malam itu, semua berkumpul di pelataran menunggu jeep yang siap mengantar ke lokasi love hill untuk menyaksikan sunrise di gunung Bromo. Segelas kopi yang masih panas dan sebungkus roti yang cukup sebagai bekal awal memulai perjalanan. Tepat ketika kopi digelas pun sudah mulai tidak panas lagi (walaupun baru beberapa menit), kami pun diminta pihak penyelenggara untuk segera naik ke mobil jeep. “Kelompok grup yang sudah mendapatkan nomor jeep agar segera masuk naik ke dalam jeep, ujar penyelenggara.

Deretan mobil jeep dan suara knalpotnya yang cukup bising sepertinya cukup bersemangat untuk menaiki puncak gunung. Iring-iringan jeep mengarungi gelap dengan jalan yang kian menanjak. Perlu waktu kurang lebih 1 jam 30 menit untuk sampai pada lokasi pengamatan sunrise dari bukit cinta (love hill). Informasi yang didapatkan dari Pak Supir Jeep bahwa harga sewa 1 jeep untuk 2 lokasi/tujuan sebesar Rp 300rb, jika lebih dari 2 lokasi sekitar 500-600rb. Harganya sewa ini terbilang cukup terjangkau. Sensasi berpetualang pun menjadi lebih nyata. Dalam perjalanan yang berkelok, terlihat pemukiman warga dengan deretan rumah yang persis berada di pinggir jalan. Belum nampak ada aktifitas warga saat itu, hanya cahaya lampu di pelataran rumah dan mobil jeep yang terparkir di halaman.
Continue reading “Eksotisme Gunung Bromo, melintasi pasir berbisik hingga bukit cinta matahari terbit”

Simpang Lima Semper, diantara Tugu Ban Bekas dan Simpang yang tak bersinyal

Persembahan untuk Bumi, yang diciptakan Tuhan dalam desain yang luar biasa. Hanya manusia tak berakal yang senantiasa mencoba untuk merusak Bumi-Nya. (Selamat Hari Bumi, 22 April 2018)

Matahari mulai tenggelam, diikuti dengan cahaya merahnya yang nampak mulai menghilang. Pada sore menjelang malam itu, di sisi kiri jalan simpang semper, Jakarta Utara, para pedagang sayur kangkung sudah mengelar dagangannya. Sayuran tersebut di jual per ikat. Pembeli mulai mendekat dan terlihat aktifitas komunikasi diantara keduanya. Gerobak sayur bekas mengangkut kangkung pun nampak berdesakan. Terlihat juga mobil pick up yang merapat siap mengangkut barang-barang. Rutinitas harian ini, telah lama menjadi saksi akan dinamisnya warga simpang lima.

Pengendara berputar melintasi Tugu Ban Bekas di Simpang Lima, Semper Jakarta

” Yang perlu menjadi bahan Intropeksi diri adalah filosofi apa yang pantas dikenakan atas kehadiran tugu ban bekas yang kini masih ada di Simpang lima, Semper. Sinyal lampu merah yang dahulu pernah ada, lagu tergantikan oleh pengatur lalu lintas jalanan asal-asalan, itu dasarnya apa?”

Disekitaran lainnya, deru mesin bis kota yang paling fenomenal (metromini_red) sedang berhenti untuk menurunkan penumpang. Bis kemudian berputar, mengelilingi ban bekas besar di pusat simpang lima, untuk melanjutkan rute selanjutnya ke Terminal Senen, Jakarta Pusat. Kepulan asap hitam yang keluar dari bis kota itu semakin membuat simpang lima ini tidak karuan. Truk trailer pun tidak mau ketingggalan, mereka berjejalan memenuhi ruang simpang lima ini. Ekor yang memanjang ditambah muatan kontainer 20 bahkan 40 feets turut serta dalam antrian Maklum, lokasi tempat parkir kendaraan panjang dan lebar tersebut tidak berada jauh dari simpang lima ini.
Continue reading “Simpang Lima Semper, diantara Tugu Ban Bekas dan Simpang yang tak bersinyal”