Eksotisme Gunung Bromo, melintasi pasir berbisik hingga bukit cinta matahari terbit

IMG-20180721-WA0734Dini hari, tepatnya perjalanan menuju Gunung Suci Bromo yang masih aktif, Di atas Bukit Cinta, eksotisme itu muncul dari kegelapan, kabut, dingin dan pasir berbisik yang terhampar luas (Malang, 20 Juli 2018)

Gelap yang masih pekat disertai dengan udara dingin yang terus menembus kulit. Malam itu, semua berkumpul di pelataran menunggu jeep yang siap mengantar ke lokasi love hill untuk menyaksikan sunrise di gunung Bromo. Segelas kopi yang masih panas dan sebungkus roti yang cukup sebagai bekal awal memulai perjalanan. Tepat ketika kopi digelas pun sudah mulai tidak panas lagi (walaupun baru beberapa menit), kami pun diminta pihak penyelenggara untuk segera naik ke mobil jeep. “Kelompok grup yang sudah mendapatkan nomor jeep agar segera masuk naik ke dalam jeep, ujar penyelenggara.

Deretan mobil jeep dan suara knalpotnya yang cukup bising sepertinya cukup bersemangat untuk menaiki puncak gunung. Iring-iringan jeep mengarungi gelap dengan jalan yang kian menanjak. Perlu waktu kurang lebih 1 jam 30 menit untuk sampai pada lokasi pengamatan sunrise dari bukit cinta (love hill). Informasi yang didapatkan dari Pak Supir Jeep bahwa harga sewa 1 jeep untuk 2 lokasi/tujuan sebesar Rp 300rb, jika lebih dari 2 lokasi sekitar 500-600rb. Harganya sewa ini terbilang cukup terjangkau. Sensasi berpetualang pun menjadi lebih nyata. Dalam perjalanan yang berkelok, terlihat pemukiman warga dengan deretan rumah yang persis berada di pinggir jalan. Belum nampak ada aktifitas warga saat itu, hanya cahaya lampu di pelataran rumah dan mobil jeep yang terparkir di halaman.
Lautan pasir yang terhampar luas sepanjang 10 km persegi ini berhasil dicapai setelah menempuh perjalanan berliku dan menanjak. Desiran pasir yang disapu oleh angin seakan menimbulkan bunyi, hingga terkenal dengan sebutan pasir berbisik. Dini hari, bisikan pasir ini seakan hilang, kalah dengan deru mesin mobil jeep yang memacu cukup keras. Roda-roda mobil jeep melintas cepat hingga membuat debu-debu beterbangan. Beberapa pengendara motor dan berkuda nampak menepi akibat jalan berpasir yang sulit untuk dilewati. Perlengkapan lengkap berupa masker dan kaca mata sangat diperlukan ketika berada di lautan pasir hitam ini.

Bukit Cinta, dan kesucian Bromo
Tak lama berlalu dari lautan pasir, tibalah di bukit cinta (love hill) yang memiliki ketinggian 2.680 mdpl. Ini lebih tinggi dari puncak gunung Bromo yang tingginya sekitar 2.329 mdpl. Oleh karenanya, di bukit ini menjadi tempat yang tepat untuk melihat eksotisme gunung bromo. Tulisan love hill ini terpampang jelas di dinding pinggir jalan. Tangga-tangga yang tersusun mendaki ke atas sudah siap untuk dilewati dengan berjalan kaki. Padatnya kerumunan orang telah memenuhi masing-masing anak tangga. Wajah-wajah orang disaat itu belum terlihat jelas karena memang kondisi masih sekitar jam 4 pagi. Pandangan semua orang fokus tertuju pada puncak gunung bromo yang terlihat masih aktif menghembuskan asap putih dari puncak kawahnya.

Di puncak tangga, pelataran yang cukup luas, sebuah tempat untuk menemukan angle terbaik dalam mendokumentasikan matahari terbit dan eksotis gunung bromo. Beberapa Turis mancanegara terlihat duduk beralaskan tikar yang dengan sabar menunggu munculnya matahari terbit. Kamera ponsel, pocket dan DSLR menjadi alat wajib bagi setiap pengunjung yang menyaksikan terbitnya matahari. Dalam penantian itu, cahaya kemerahan dilangit pun perlahan mulai terlihat sebagai pertanda bahwa matahari telah siap menyinari bumi yang indah ini.

Prosesi menikmati terbitnya matahari beserta panorama gunung bromo pun usai ketika hari telah beranjak pagi. Semua orang pergi meninggalkan bukit cinta gunung Bromo. Menuruni anak tangga sembari melihat bunga edelweis yang terangkai cantik dipajang oleh para penjual. Harga bunga edelweis sekitar Rp 10ribu. Pedagang lainnya juga sibuk menjajakan aneka perlengkapan baju hangat, masker dan topi bertuliskan gunung bromo. Di seberang jalan banyak warung yang juga menjual berbagai jenis makanan dan cemilan. Sementara di sepanjang jalan, mobil jeep berbaris menepi dengan rapihnya.

Perjalanan kembali dilanjutkan menuju Gunung Bromo untuk melihat lebih dekat dengan mendaki. Lautan pasir berbisik pun telah terlihat jelas. Hanya dalam tempo waktu kurang dari 30 menit sampai ke lokasi dengan mobil jeep. Bagi yang sudah tidak kuat berjalan dan mendaki ke Puncak Gunung Bromo, bisa dengan menyewa kuda. Harga sewa kuda sekali jalan sekirtar Rp 50rib- 7-ribu per orang. Namun, bagi mereka yang fisiknya masih kuat, tentu cukup dengan berjalan kaki. Dipertengahan jalan kita temui pura luhur poten tempat sembahyang umat Hindu dari masyarakat Tengger.

Pendakian ini hanya butuh waktu kurang dari 30 menit dengan menaiki anak tangga yang jumlahnya sekitar 250 buah. Pasir hitam menumpuk di tiap-tiap anak tangga. Medan pendakian menjadi agar licin sehingga perlu langkah perlahan tapi pasti. Pada papan informasi pendakian bertuliskan bahwa Gunung Bromo bebas sampah. Oleh karenanya, bagi yang mengaku sebagai manusia dan senang menyampah, anda perlu merubah perilaku buruk itu. Gunung Bromo ini di jaga kesuciannya. Pendakian cukup melelahkan, namun setibanya di puncak Bromo, semua lelah tersebut menjadi hilang menyaksikan kawah Gunung Bromo. Diameter kawah menurut informasi di wikipedia disebutkan sekitar 800 meter membentang dari utara ke selatan dan 600 meter dari timur ke barat. Aroma bau belerang bisa kita rasakan dari asap putih yang terus menerus keluar ke permukaan. Semoga aktifitas Bromo ini selalu memberikan pelajaran bagi manusia dan lingkungan sekitarnya.

Published by

henryaja

aku hanya seorang manusia yang mencoba memaknai arti kehidupan dan memahami tentang bumi dan isinya, dan mencoba mengapresiasikan diri untuk peduli pada lingkungan.go green my earth....

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s