Lombok: Alam primitive yang menyimpan sejuta keindahan

Merapat  ke Gili Trawangan  Lombok

Merapat ke Gili Trawangan Lombok

“Keprimitifan alam lombok, memberikan warnanya tersendiri. Aneka biota laut, blue coral, penyu dan ikan laut lainnya masih istimewa untuk terus eksis sampai kapanpun”

Oleh : Henry Ryu

Jakarta, 21 Juni 2015 (puasa hari ke-4)

Lombok bukanlah cabai,bukan juga bawang, apalagi bumbu dapur. Tapi dalam bahasa NTB, Lombok yang memiliki arti lurus. Itulah arti sebenarnya dari Lombok. Pulau ini mayoritas penduduknya beragama muslim. Banyak masjid yang berdiri disana, sebagai besar orang menyebutnya kota seribu masjid. Berkunjung ke pulau ini, kita akan mendapati suasana bandara lombok praya yang bersahabat, kita disambut dengan pemberian selendang kecil khas lombok yang dipakai dikalungkan di leher. Bandara ini berada di wilayah bagian tengah Nusa Tengggara Barat, menurut tour guide (sebut saja nyoman, wong bali), bandara ini termasuk baru karena sebelumnya berada dipusat kota. Bandara yang lama bernama Bandara Selaparang Mataram. Dengan berkembangnya pariwisata lombok maka pemerintah memutuskan untuk memindahkan Bandara tersebut ke Lombok bagian Tengah pada tahun 2011. Bangunan bandara ini seperti rumah suku sasak. Perjalananan kami pun lanjut menuju pusat kota dengan armada bis. Perjalanan dari Bandara ke kota Mataram memakan waktu kurang lebih setengah jam. Perjalanan kamipun dimulai, dalam bis itu, kami diceritakan oleh tour guide mengenai asal muasal NTB yaitu dahulu NTB sering disebut Nasib Tergantung Bali, ujar Nyoman. Menurutnya, hal tersebut dirasakan oleh beberapa tour guide bahwa dahulu memang pariwisata di NTB sangat tergantung dari Bali. Namun ada kata optimisme yang terucap yaitu Nanti Tuhan Bantu. Dan optimisme tersebut kemudian berbuah kenyataan bahwa kini NTB sudah lebih maju.

 

Sepanjang perjalanan, kita disajikan dengan pemandangan sawah yang hijau dan pepohonan yang rindang dipingir jalan. Kondisi lalu lintas disini terbilang cukup sepi. Kondisinya bebeda 180 derajat dari kondisi lalu lintas di Jakarta. Kamipun tidak melihat angkutan kota yang melintasi jalan. Tidak lama kemudian, sampailah kami kota Mataram, di tempat kami menginap dan beristirahat. Di pusat kota ini, kita temui masjid agung yang megah yang berada dalam komplek islamic center. Masjid tersebut masih dalam tahap renoasi. Masjid ini nantinya dapat menampung jamaah sebanyak kurang lebih 15.000. Lampu biru yang menyorot ke kubah masjid dan beberapa bagian bangunannya terlihat sangat indah, di malam itu. Tidak jauh dari lokasi ini, kita bisa temui pusat pemerintahan seperti kantor DPRD, Gubernur, dinas pendidikan dan lainnya. Beberapa desain bangunan rumah pendudukpun masih terlihat tradisional yang terdapat bale dibagian depannya rumahnya.Suasana malam itu cukup tentram, jauh dari keramaian kota. Paginya, kami berjalan menuju Sengigi yang berada di wilayah barat lombok. Waktu tempuh yang diperlukan untuk sampai kesana kurang lebih satu jam perjalanan. Mendekati Senggigi, kita akan melewati jalanan yang menanjak dan menurun. Saat di posisi tanjakan, kita dapat menyaksikan pemandangan alam yang sangat indah. Garis pantai dan deburan ombak sudah nampak di depan mata kita. Hempusan udara pagi pun cukup kuat. Sampailah kami di Bangsal untuk menyebrang ke Gili Trawangan. Gili dalam bahasa lombok yang berarti pulau kecil. Tiga Gili yang terkenal di pulau lombok adalah Gili Air,Gili Mano dan Gili Trawangan. Gili-gili ini masing-masing berada dalam satu garis lurus hanya jaraknya yang berbeda. Gili Trawangan berada paling jauh dibandingkan kedua gili lainnya. Dalam kesempatan ini, gili trawanglah yang terpilih sebagai lokasi untuk berkumpul, berbaur dan merasakan indahnya pulau beserta dengan segala isinya. Kami menyebrang dengan perahu motor dengan waktu tempuh sekitar 30 menit. Anda perlu mengeluarkan kocek sebesar 700ribuan untuk menuju ke Gili Trawangan pulang pergi.

Deburan ombak dan birunya air laut yang seakan merupakan pancaraan dari langit yang cerah dan biru waktu itu. Perahu terus berlayar menghempas ombak. Di depan pasang mata ini melihat ketiga Gili terlihat hijau. Seorang bocah yang merupakan awak dari perahu asik duduk di kabin depan perahu. Layaknya bocah petualang. Cipratan air laut yang mengenai wajah pun tak lagi dihiraukan. Gili trawangan pun sudah mulai terlihat dekat. Suara mesin dari perahu terus meramaikan perjalanan laut ini. Mendekat di bibir pantai, kami lihat jelas ikan-ikan dan terumbu karang dari atas perahu. Alangkah indah sekali alam ini. Kita disambut oleh biota laut yang hidup di Gili Trawangan. Mereka hidup bebas di habitatnya. Tanpa sampah laut dan makhluk hidup perusak lingkungan laut. Manusia yang ada di Gili ini adalah manusia yang berpendidikan. Mereka memahami cara hidup yang terbaik untuknya dan alam sekitarnya. Hal ini yang membuat Gili Trawangan masih indah dengan biota lautnya.

Blue coral Gili Trawangan

Snorkeling, Gili Trawangan Lombok

Snorkeling, Gili Trawangan Lombok

Pasir putih Gili trawangan memberikan kehangatan bagi telapak kaki dalam telanjang kaki. Menyatu tanpa batasan. Di pinggir pantai ini pula, kami melangsungkan kegiatan kebersamaan, kekompakan dan kekeluargaan. Di tengah terik matahari yang kian panas, tidak membuat kami pupus meninggalkan barisan. Tawa itulah yang mengaburkan panasnya matahari. Dipandu oleh instruktur yang handal, kami menikmati berbagai permainan yang syarat makna. Mulai dari makna kerja sama, kepercayaan dan pentingnya fokus pada tujuan. Wisatawan mancanegara terlihat lalu lalang di bibir pantai, ada pula yang sedang asik berjemur menikmati sinaran vitamin D dari matahari. Di sebarang pantai, terdapat banyak penginapan yang berderet. Untuk harga penginapan tersebut saya tidak mengetahuinya tapi yang pasti dari suasana penginapan tersebut cukup harmonis. Jika anda punya kesempatan menginap tersebut, tolong ceritakan ke saya.

Objek wisata yang ditawarkan di Gili Trawangan ini salah satunya adalah snorkeling. Kami tentunya tidak melewatkan kesempatan yang langka ini. Ternyata benar, banyak kawan-kawan yang berminat untuk ikut dalam snorkeling ini. Paket yang ditawarkan untuk snorkeling di tengah laut adalah Rp 150.000,-. Paket tersebut berlaku dalam waktu satu jam. Perlengkapan snorkeling pun langsung kami gunakan. Awan menunjukkan agak mendung sedikit, namun tidak menyurutkan niat kami untuk menyaksikan langsung biota laut gili trawangan. Salah satu yang menjadi primadona adalah blue coral dan penyu. Ombak yang sedang, terus mengombang-ambingkan kami yang asik melihat biota laut. Kami pun diberikan informasi oleh awak kapal mengenai keberadaan penyu besar. Ayo ke sini, lihat penyu besar di bawah ini, Ujarnya. Kami pun merapat untuk melihat penyu besar tersebut. Kami melihatnya. Penyu itu sedang menikmati hidup di habitatnya bersama dengan kawanan ikan. Rekan kami, yang merupakan alumni Fakultas Perikanan IPB memberikan informasi bahwa di bawah terlihat blue coral. Kami pun merapat dan melihatnya. Warna birunya cukup jelas dan membuat kami kagum. Semoga saja blue coral ini tetap ada di laut Gili Trawangan. Haripun berganti sore, mengisyaratkan kami untuk kembali ke pantai dan balik menuju Mataram.

Keesokan harinya, kami berkunjung melanjutkan ngebolang menuju pusat pembuatan gerabah di daerah Banyumulek Kediri Lombok Barat. Yang menjadi perhatian adalah kendi maling. Disebut kendi maling karena desainnya lain dari pada yang lain, yaitu untuk mengisi air melalui bagian bawahnya,untuk menuang airnya tetap dengan bagian atasnya. Pembuatan gerabah ini sudah dipesan untuk di ekspor ke berbagai negara. kami pun lanjut menuju suku sasak, suku asli nusa tenggara barat. Kami sempat mampir ke tempat pengrajin tenun dan songket tradisional. Ibu-ibu terlihat konsentrasi menggerakkan alat tenunnya. Alat tenunnya tradisional, namun terlihat rumit dalam pengerjaannya. Lambang tokek dihasil tenun menjadi ciri khas dari tenun lombok. Tokek, menurut suku sasak lombok dipercaya sebagai lambang keberuntungan. Ada juga hasil tenun dengan istilah lombok primitif. Penggambaran lombok primitive ini merupakan suku asli sasak.

Spesial thanks to :  Allah SWT yang maha pengasih dan maha penyayang

1. PT. Asuransi Mitra Pelindung Mustika yang mengantarkan kami menginjakkan kaki di pulau Lombok.

2. Masyarakat dan alam indah lombok yang istimewa.

3. Bayu Buana travel yang mantab dengan tour guide yang humoris.

4. Fave hotel Lombok yang telah menyajikan breakfast yang berkualitas hotel bintang lima.

Post a comment or leave a trackback: Trackback URL.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: