Jakarta Dalam Malam Pergantian Tahun 2013

Di derasnya hujan yang turun malam itu, tidak memadamkan kembang api yang sedang menyala dan membagikan cahayanya. Di kerumunan orang-orang itupun ternyata mengandung arti bahwa disanalah akan dimulainya sebuah perubahan bagi kota Jakarta.

Selamat Tahun Baru 2013”

Oleh Henry

di Ibukotanya Indonesia

Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta
Foto dikutip dari : http://wartaaceh.com/wp-content/uploads/2012/12/Jakarta-Car-Free-Night.jpg

Hujan yang turun di siang hari di awal tahun 2013 ini sepertinya menyambung dari hujan pada malam pergantian tahun. Melihat semua orang yang tidak lantas surut meskipun hujan deras mengguyur Jakarta malam harinya. Mereka seakan larut dalam kebahagiaan untuk menyambut pergantian tahun ini. Mereka rela datang ke tempat yang telah tetapkan oleh pemerintah DKI Jakarta yaitu acara car free night (malam hari bebas kendaraan bermotor). Acara itu berlangsung di sepanjang jalan protokol Sudirman-Thamrin. Pusat acara berada di Bundaran Hotel Indonesia (HI) dengan sejumlah panggung yang berjumlah 16 buah. Sungguh acara yang pertama sekali dalam sejarah DKI Jakarta yang mengadakan pesta pergantian tahun di jalan protokol Sudirman-Thamrin yang bebas kendaraan bermotor. Hiburan gratis ini telah terukir dalam sejarah kota bahwa Jakarta mulai berbenah diri dan memperdulikan harapan dan keinginan warganya. Disamping itu, aspek penting lainnya adalah bahwa hal ini sejalan dengan misi dari kepolisian untuk menekan tingginya angka kecelakaan lalu lintas yang kerap terjadi selama pergantian tahun.

Banyak hal yang positif dari acara car free night di Jakarta pada malam pergantian tahun 2012 ke 2013. Di antara hal positif itu adalah terciptanya kondisi massa yang kondusif dan harmonis. Semua massa saling berkumpul dan terhibur dengan acara yang disuguhkan oleh DKI Jakarta. Massa berjalan kaki atau bahkan bersepeda sehingga dari kondisi ini sangat minim bila terjadi tindakan kekerasan. Hal ini mungkin berbeda jika acara tahun baru di Jakarta seperti tahun sebelumnya yang identik dengan kemacetan lalu lintas di sejumlah jalan protokol Ibukota. Kemacetan tersebut pasti membawa keresahan bagi warga yang ingin merayakan pergantian tahun. Padahal yang diinginkan massa pada saat pergantian tahun adalah kegembiraan. Namun jika perayaan itu berlangsung dengan kemacetan akan terjadi sebaliknya, yaitu kekesalan sampai dengan penyesalan. Syukurlah, dengan program baru DKI Jakarta ini, perlahan tapi pasti sudah mulai membuat warga terbebas dari efek kekesalan dan penyesalan. Mereka kini bisa tersenyum menyongsong tahun yang baru dengan semangat yang baru.

Refleksi Car Free Night

Dari hiburan dan semarak gegap gempita malam pergantian tahun di Jakarta, tentunya kita bisa memetik beberapa pelajaran mengenai pentingnya untuk sejenak merefleksikan diri atas semua yang telah terjadi di tahun sebelumnya. Refleksi seperti halnya dengan mengevaluasi atas perjalanan yang sudah dilewati untuk kemudian kembali melangkah ke depan lebih baik lagi. Dalam ruang lingkup kota khususnya Jakarta perlu mengetahui apa saja yang telah terjadi ditahun sebelumnya, apakah perlu diulangi lagi atau tidak dan apakah harus ada perubahan?. Kita ketahui bersama bahwa Jakarta adalah Ibukota yang memiliki segudang permasalahan dan tantangan di tahun lalu (2012). Akan tetapi pasti ada peluang dan titik terang dari semua masalah dan tantangan tersebut. Masalah yang kerap terjadi di tahun lalu adalah masalah banjir dan macet. Inilah yang perlu menjadi prioritas perbaikan di tahun 2013. Kita tentu belum lupa bahwa banjir sudah menggenang beberapa wilayah Jakarta pada akhir tahun 2012 ini. Banyak warga yang harus terpaksa mengungsi meninggalkan rumahnya demi mencari tempat berlindung. Gubernur DKI Jakarta pun sudah melihat dan merasakan langsung bagaimana banjir telah merendam Ibukota Indonesia.

Dari informasi yang dikutip dari http://www.indosiar.com bahwa menurut Chaidir Makarim, Ahli Teknik Tanah yang juga Ketua Himpunan Ahli Teknik Tanah Indonesia bahwa sebenarnya Struktur tanah di beberapa daerah di Jakarta mengalami perubahan. Tinggi permukaannya menurun setiap tahunnya. Penurunan tersebut karena tanah Jakarta yang sebagian besar berupa lapisan lunak yang terbentuk atas lempung dan lanau. Ini adalah fakta yang tidak bisa dipungkiri bagi Jakarta yang telah memiliki beberapa titik kelemahan. Namun, permasalahan tersebut sudah tampak titik terang dengan adanya rencana pemerintah untuk membuat terowongan raksasa di Jakarta. Ide tersebut muncul setelah Gubernur melakukan kontrol langsung terhadap drainase di Bundaran HI yang ternyata hanya memiliki diameter 60cm.

Dari acara car free night yang berlangsung pada malam pergantian tahun sebenarnya secara langsung mengajak masyarakat untuk bisa ikut mengotrol langsung kondisi drainase di Jalan Jend. Sudirman. Terlebih lagi pada acara sedang berjalan hujan pun turun dengan derasnya. Tentunya akan mudah mengamati bagaimana sebenarnya kondisi drainase tersebut. Dan mengapa disana sering juga terjadi banjir?. Mungkin dengan cara ini juga pemimpin kita secara tidak langsung sudah berusaha mengajak masyarakat untuk bisa peduli pada lingkungan sekitar. Dengan demikian kita bisa memahami bahwa Car Free Night merupakan gebrakan positif yang di dalamnya telah terkandung beberapa informasi yang cukup mendalam. Di samping untuk mengantisipasi kemacetan parah yang sering terjadi pada pergantian malam tahun baru di tahun lalu, ternyata juga awal untuk memperkenalkan inovasi berupa terowongan raksasa. Kami yakin bahwa ide cemerlang ini bisa membawa Jakarta pada tahun baru dengan semangat baru dan Jakarta yang baru.

Post a comment or leave a trackback: Trackback URL.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: