Warga, Pemimpin dan Jakarta yang Baru

Oleh : Henry ryu

1 Nov 2012
“di kota yang saat  ini sedang memasuki musim hujan, setelah kemarau panjang lama menghampiri”

Jakarta dalam Peta | dikutip dari http://upload.wikimedia.org/wikipedia/

Selamat atas dilantiknya gubernur baru DKI Jakarta periode 2012-2017, Senin, 15 Oktober 2012 bertempat di kantor DPRD DKI. Jokowi dan Ahok resmi mengemban tugas dan kewajiban sebagai orang nomor 1 dan 2 di Jakarta. Diluar gedung, masyarakat terlihat cukup ramai menyaksikan detik-detik bersejarah pelantikan gubernur DKI yang terkenal merakyat. Ada harapan baru yang ingin mereka lihat dari pemimpin baru ini. Semua warga Jakarta pastinya mengharapkan akan adanya perubahan yang signifikan terhadap Jakarta di bawah kepemimpinan Jokowi-Ahok. Hal ini dikarenakan warga Jakarta sudah berada pada titik jenuh dengan kondisi Jakarta yang sudah semakin semrawut. Sebut saja, masalah klasik kemacetan. Di kota besar dunia pun masalah klasik ini tentu menjadi momok terdepan.Terlebih lagi di kota besar negara berkembang sekaligus sebagai ibukota Indonesia.

Kemacetan di Jakarta seakan belum kunjung sirna dari pemandangan harian. Masalah ini sebenarnya sudah menjadi masalah akut dan kronis yang perlu segera diambil tindakan yang darurat. Tidak mungkin masalah itu bisa diselesaikan dengan cara-cara yang biasa. Cara yang efektif adalah dengan segera mengambil langkah tegas dengan membuat aturan yang ketat untuk kendaraan pribadi. Membatasi penggunaan kendaraan pribadi dan menerapkan tarif parkir yang tinggi. Bila perlu tempat parkir ditiadakan, diganti dengan halte-halte dan ruang hijau.  Hal lainnya adalah menciptkan transportasi massal yang terintegrasi dengan obyek ekonomi masyarakat. Dibuat aturan tiap hari adalah hari bebas kendaraan yang diaplikasikan pada wilayah tertentu. Dengan demikian orang yang akan mengunjungi wilayah tersebut harus menggunakan transportasi massa. Tidak diperkenankan menggunakan kendaraan pribadi. Pemerintah perlu segera menyediakan kantong-kantong parkir di wilayah perbatasan Jakarta dengan kota sekitarnya. Jadi warga di luar Jakarta bisa memarkirkan kendaraannya di kantong-kantong parkir yang telah disediakan. Selanjutnya, warga tersebut menggunakan transportasi massal selama berada di kawasan Jakarta.

“Selangkah menuju perubahan  yang berarti, dimulai dari warga dan pemimpin yang mencintai kotanya”

Kami sangat menyayangkan dengan adanya pelebaran jalan yang dilakukan di daerah Jelambar, Jakarta Barat. Disana sedang berlangsung pelebaran jalan dengan mengambil lahan tempat tumbuhnya pohon rindang. Ini adalah kondisi yang salah, dan harus segera dihentikan. Jangan sampai kondisi serupa terjadi di daerah lainya. Padahal pohon rindang yang berada di tengah jalan raya sekaligus sebagai pembatas jalan disebrangnya sudah cukup ideal.

Jakarta untuk Warga

Jakarta adalah kota besar yang sangat majemuk yang dihuni oleh berbagai orang dan golongan. Tentunya ini menjadi kekuatan untuk bisa membuat Jakarta lebih baik. Yang terpenting dari kekuatan yang dimiliki Jakarta adalah bersatunya keinginan warga untuk perubahan Jakarta. Bukankah selama ini yang terjadi karena keinginan warga tersebut tidak pernah digubris oleh pemerintah. Kini ditengah kepemimpinan baru sudah saatnya partisipasi warga bisa segera disatukan dan diwujudkan. Salah satu caranya adalah dengan membuat warga Jakarta memiliki dengan sepenuh hati atas kotanya. Warga dituntut untuk mencintai kota Jakarta ini. Dengan cara inilah maka segala permasalahan di Jakarta bisa segera diatasi tanpa adanya pertentangan atau konflik horizontal.

Kekuatan inipun sudah dimiliki oleh pemimpin baru Jakarta. Pemimpin yang dikenal merakyat ini terbilang mampu mendengar, memahami dan mengayomi segala kebutuhan dan keinginan warganya. Ia mampu menggali permasalahan warganya dan memberikan keputusan yang cepat dan tepat sasaran. Tentunya ketika pemimpin dan yang dipimpinnya sudah memiliki rasa yang sama yaitu perubahan untuk Jakarta yang lebih baik. Maka peluang yang sudah ada akan bisa dengan cepat dikerjakan dan diwujudkan bukan sekedar retorika. Tentunya perubahan untuk mewujudkan Jakarta baru akan ada ancaman dan tantangan dari kelompok atau golongan tertentu yang bersifat resisten. Namun tantangan/ancaman ini akan sendirinya musnah seiring dengan majunya pemikiran warga yang menginginkan Jakarta lebih baik.

Jakarta hanyalah semua ruang bagi sebuah koloni manusia. Membiarkan ruang ini menjadi hampa dan tak ada kehidupan adalah sebuah dosa besar. Dan hanya akan menjadi sebuah cerita buruk untuk generasi-generasi yang akan datang. Namun, sebelum semuanya menjadi hampa dan tak berarti, berbuatlah yang lebih berarti dan manusiawi. Cintailah kota ini dengan sungguh-sungguh dan sepenuh hati, maka kita akan sama-sama bisa mengisinya dengan keceriaan. Karena dengan rasa cinta itu apapun yang kita lakukan akan menjadi sebuah kekuatan yang tidak tertandingi. Perubahan untuk Jakarta yang lebih tertata, manusiawi, dan layak huni akan cepat terwujud seiring dengan rasa memiliki warga terhadap kotanya.

Post a comment or leave a trackback: Trackback URL.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: