Pantai Sawarna Yang Selalu Mempesona

Di pos masuk sebelum menyebarang jembatan gantung penghubung Desa. Tertulis kalimat “Selamat Datang di Kawasan Wisata Ramah Lingkungan, Desa Sawarna”. Di sana kita bisa menjumpai keindahan pantai, tanjung layar dan kultur masyarakat yang mempesona.

Karawaci, 26 Juli 2012

Kursi Bambu di atas pasir Putih Sawarna/ Foto : Bagor-LGI

Suara ombak yang beradu dengan karang membuat gemuruh pantai itu tak akan pernah sepi. Di pagi itu, 7 Juli 2012 tibalah kami di tempat yang sangat mempesona. Tempat itu adalah Pantai Sawarna yang berada di ujung wilayah Banten. Pantai ini masih sangat indah dan masih alami. Pasir putihnya yang terhampar menepi dibibir pantai seakan tak pernah takut untuk terhempas oleh kerasnya ombak. Berjalan di atas pasir putih itu membuat kaki-kaki ini tidak letih untuk terus melangkah menikmati putihnya. Di pasir putih inipun, banyak yang menikmatinya dengan duduk, berlari, main bola, main volli, mengoreskan tulisan, dan berfoto. Mereka terlihat menyatu dengan pasir putih dan hembusan angin laut yang terus mengusik. Tak ada keluh kesah ketika berada di sini, ciptaan mahakarya Tuhan ini benar-benar membuka mata bahwa Indonesia ini sungguh indah. Pasir putih ini juga memperlihatkan aktifitas keong-keong yang membuat lubang-lubang dan berjalan meninggalkan jejak seperti halnya jalan kereta api.

Ombak laut yang tinggi dan terus menerus menggulung membuat pantai ini juga layak untuk berselancar. Mereka memanfaatkan pagi hari disaat angin laut bertiup menuju daratan. Disaat itulah ombak terbentuk dengan baik. Meskipun ombak yang terbentuk berada jauh dari bibir pantai, namun tidak menyurutkan peselancar untuk terus mencoba mendekat. Baginya tidak ada rasa takut untuk menemukan ombak yang sempurna. Tantangan lain yang dihadapi oleh peselancar adalah karang yang berada di dekat bibir pantai yang cukup banyak. Peselancar itu merupakan turis mancanegara yang tinggal berhari-hari di pantai sawarna. Ini membuktikan bahwa Pantai Sawarna sudah dikenal dan digemari oleh peselancar mancanegara.

Berselancar di indahnya ombak Sawarna / Foto:Bagor

Siang pun mulai beranjak dan sinar teriknya tidak menyurutkan pengunjung untuk menjauh dari pantai. Justru yang terjadi sebaliknya, mereka terus menyaksikan deburan ombak yang semakin besar menggulung dan berkejaran. Di sisi lain, kita bisa terlihat dua karang besar yang menjulang tinggi saling berdekatan yang dibentengi oleh karang-karang kecil yang memanjang melindungi dari hempasan ombak besar. Dua karang besar dan tinggi itu dikenal dengan Tanjung Layar. Kami tidak mengerti asal mula nama tanjung layar tersebut. Tapi jika kita melihat karang besar yang berjumlah 2 unit itu menyerupai layar. Bak layar yang terkembang di tengah lautan. Mungkin dari situlah nama layar itu dilekatkan pada karang tersebut. Untuk menempuh Tanjung layar, kita cukup berjalan saja menyusuri bibir pantai. Ini dikarenakan jaraknya dengan pantai utama tidak jauh. Namun bila ada yang ingin lebih cepat sampai ke Tanjung layar dapat menggunakan jasa ojek motor.

Refleksi senja di Desa Sawarna

Sore pun pelahan datang, di waktu ini tidak kalah menariknya dengan siang hari. Karena kita bisa menyaksikan sunset dengan cahaya yang terbiaskan oleh air laut. Di laut pun warnanya menjadi orange. Cahaya khas senja yang menarik ini membuat banyak pengunjung yang mengabadikannya dengan kamera. Mereka mendekat dengan karang dan memotret setiap kali ombak datang menghempas karang. Mereka tampak serius untuk mengabadikan momen yang tidak ternilai ini. Momen yang akan selalu terekam dalam ingatan juga gambar bahwa keadaan ini harus terus terjaga dan jangan sampai dirusak oleh perilaku orang yang tidak bertanggung jawab.

Kultur Masyarakat

Ada yang cukup menarik dengan karakteristik pemukiman penduduk di sekitar pantai sawarna. Sebagian besar rumah penduduk disana adalah rumah panggung. Rumah ini pun kami tempati selama bermalam di sawarna. Kami tidak sempat mencari informasi perihal asal muasal rumah panggung tersebut. Sepertinya, rumah panggung tersebut adalah ciri khas dari budaya masyarakat di Pantai Sawarna. Suasana pemukiman seperti inilah yang jarang kita temui di daerah lain, terlebih lagi di perkotaan. Di depan rumah panggung itu, kita bisa menikmati pemandangan bentangan alam yang sangat indah. Tidak hanya itu saja, aktifitas masyarakat pun bisa kita saksikan yaitu orang yang sedang mengolah sawah di pagi hari. Sawah yang berada tidak jauh dari pantai, dimanfaatkan oleh masyarakat disana untuk bertanam padi.

Pantai, karang dan kultur masyarakat di sekitar pantai Sawarna menjadi sebuah obyek wisata yang lengkap. Masyarakat pun sangat ramah menyapa. Anda akan menemukan kuliner asli buatan tangan warga pantai Sawarna yang sangat istimewa. Racikan makanan tersaji dengan apik dengan pelengkap sambal yang pedas. Makan menjadi lebih lahap karena lengkap dengan lalapan. Warga meracik makanan itu slow food bukan fast food. Karena tidak ada yang instan tersaji disana, semua terbuat dari bumbu asli alam Desa Sawarna. Sayur mayur yang segar menghijau. Dan air alam yang jauh dari pencemaran. Kami yakin bahwa alam telah menyediakan semuanya dengan indah dan hadir di tengah-tengah masyarakat yang sadar yang memanfaatkannya dengan sebaik-baiknya keberlanjutan.

Anak Kecil di Teras Rumah Panggung Desa Sawarna/ Foto:ryu

Foto bersama dengan Ibu Niken (Home Stay Owner)

Tanjung karang di kala sore tiba/ Foto: ryu

Post a comment or leave a trackback: Trackback URL.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: