Jakarta (belum) Bebas Masker

Oleh : Henry

Karawaci Dini Hari, 08.04.11

Polusi udara berupa debu dan asap kendaraan di Ibukota semakin tak terkendali.  Lihat saja, di jalan, halte, dan tempat umum lainnya banyak orang yang menggunakan masker. Untuk apa mereka menggunakan masker itu?pastinya ada yang salah dengan lingkungannya?.Ternyata penutup itu mereka gunakan tidak lain dan tidak bukan karena banyak debu yang bercampur dengan udara. Kondisi yang tidak sehat inilah yang membuat warga Jakarta terpaksa harus menggunakan masker. Hal ini yang seharusnya terjadi di kota yang merupakan Ibukotanya Indonesia. Bukankah masker itu, lebih sering kita lihat di kondisi yang tidak normal, sebut saja rumah sakit, di lokasi bencana, daerah rawan penyebaran virus dan tempat lainnya. Dengan demikian, ada yang tidak normal dengan kondisi Jakarta saat ini sehingga masker tersebut harus digunakan oleh warganya.

Debu, aroma yang tidak sedap, asap kendaraan dan berbagai polutan lainnya merupakan masalah yang mendera warga Jakarta. Mereka kini hidup di lingkungan yang semakin tak layak. Kondisi ini terus berangsur-angsur memburuk, bukannya malah membaik. Jika di Rumah sakit, kita melihat orang memakai masker hanya untuk sementara saja karena keadaannya semakin membaik. Begitu pula dengan kondisi di lokasi bencana, sebut saja, gunung meletus, masker digunakan hanya sebentar saja, sesaat ketika kemudian pun permasalahan itu berangsur membaik dan pulih, masker itupun tidak digunakan lagi. Lalu bagaimana dengan lingkungan di Jakarta?ternyata dari hari ke hari jumlah para pengguna masker bukannya menurun, tetapi malah meningkat drastis. Sungguh menyedihkan dan tak ada perubahan. Mungkin masker sudah menjadi solusi atas permasalahan ini, sehingga hidup bersama dengan masker adalah hal yang biasa dan wajar. Tidak perlu lagi melepasnya.

Jakarta Clean

Tagline enjoy Jakarta yang kini dimunculkan oleh pemerintah sungguh menarik. Terutama untuk mengundang wisatawan datang ke Jakarta dan menikmati heterogenitas dan berbagai keunikan lainnya. Terlebih lagi kota ini memiliki peninggalan masa lalu yang benar-benar menarik dan penuh makna. Lihat saja bangunan peninggalan bersejarah itu, pelabuhan itu, monument itu, sungai itu, patung itu, stadion itu, bundaran hotel itu,stasiun itu, bandara itu dan semuanya. Semuanya sungguh memiliki daya tarik untuk wisatawan. Tapi rasanya tidak enjoy jika masih belum terselesainya permasalahan kotornya udara Jakarta akibat polusi, kemacetan, dan ketidakteraturan lainnya masih menjadi penghalang untuk enjoy di Jakarta. Penghalang inilah yang seharusnya perlu diperhatikan agar orang yang menetap ataupun berkunjung ke kota ini benar-benar bisa enjoy di Jakarta. Tidak perlu lagi harus menggunakan masker di jalan akibat debu yang terus-menerus meneror tanpa pernah mereda. Kita seakan telah menyerah pada keadaan ini sehingga perilaku kita pun ikut berubah. Padahal seharusnya kitalah yang mampu membentuk lingkungan yang tadinya sudah tidak normal menjadi normal kembali. Bukan malah sebaliknya. Apakah kondisi seperti ini yang harus dipertahankan?. Ataukah mereka yang bertugas mengemban kota sudah tak mau berbuat apa-apa?. Jika ini yang terus terjadi, maka visi enjoy Jakarta telah gagal dalam membuat perubahan yang berarti.Mungkin saja benar.

Perhatikan di sudut jalan itu, dekat patung perjuangan (kini disebut tugu tani) terlintas tulisan Jakarta clean. Letaknya tidak tampak dari kejauhan, kita baru bisa membacanya dari dekat. Tulisannya tidak terlalu besar, sedang-sedang saja. Besarnya kalah dibandingkan dengan billboard yang terpampang panjang dan lebar dan tinggi. Padahal seharusnya visi Jakarta clean perlu disosialisasikan meluas hingga ke pelosok-pelosok. Dan tentunya perlu dipersiapkan langkah konkret dengan sebaik-baiknya mulai dari hulu hingga hilir Jakarta, terkait tentang sarana dan prasarana pendukung untuk kebersihan Jakarta. Jakarta clean bukanlah sebuah mimpi, tapi akan menjadi kenyataan, asalkan saja semua mau dan mampu untuk menerima perubahan demi kota yang lebih baik dari sekarang. Ini perlu segera diaplikasikan guna mendukung enjoy Jakarta dan tentunya enjoy live in Jakarta. Dengan demikian kita yang tinggal di Jakarta dan yang akan berwisata ke Jakarta tidak perlu lagi menggunakan masker karena Jakarta sudah clean dari apapun.

Post a comment or leave a trackback: Trackback URL.

Comments

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: