13th Asiania Parachuting Championship, Solo

13th Asiania Parachuting Championship In Adi Soemarmo Airport, Solo, Central Java

Dan “Burung-burung” itupun melayang-layang di bawah birunya langit dan bersihnya udara kota (tak berpolusi)”

Oleh : henry (ryu)

Terik matahari siang ini selasa (6/7) cukup terasa panas, namun cuaca ini menjadi hal yang baik bagi para penerjun payung untuk melayang-layang di angkasa. Penerjun yang sedang melayang-layang ini berada di bandara Adi Sumarmo Solo. Mereka berputar-putar bersama kencangnya angin yang bertiup. Di atas langit yang masih biru, dan tentunya tidak ada racun di udara (udara yang terkontaminasi oleh polusi). Sebab, kondisi udara kota Solo dan sekitarnya masih layak (bebas polusi) jika dibandingkan dengan kota lainnya. Keindahan pemandangan alam (deretan gunung) pun menjadi panorama yang tiada taranya. Hal inilah yang dirasakan oleh para penerjun ketika berada di angkasa

Para penerjun payung itu tetap berusaha untuk melayang dan memainkan parasutnya. Satu demi satu para penerjun itu kemudian turun menuju lokasi landing yang sudah di siapkan tim penilai. Tak lama kemudian penerjun itu mendarat tepat di landasan. Ketepatan mendarat menjadi penilaian penting agar mendapatkan nilai tertinggi. Sementara itu, penerjun lain masih terlihat melayang-layang di angkasa dan mereka kian mendekat untuk segera mendarat. Para penerjun ini sedang berkompetisi di acara 13th Asiania Parachuting championship yang berlangsung di bandara adi Sumarmo Solo (4-10/7). Kejuaraan ini diikuti oleh peserta dari 15 negara (Australia, Bahrain, Canada, China, Irak, Jordania, Jepang, Kazhakstan, Malaysia, Mesir, Oman, Palestina, Polandia, Singapura, Saudi Arabia dan Indonesia) dan 230 penerjun. Jumlah negara peserta yang ikut di kejuraan ini hampir separuh dari keseluruhan jumlah negara yang masuk dalam anggota Asiania yaitu sebanyak 28 negara. dari Asiania. Pembukaan acara ini pertama kali digelar pada jumat (2/7) di Solo dengan acara kirab bendera dan drum band mulai dari  kota barat- Slamet riyadi dan berakhir di Balaikota Solo.

Kompetisi terjun payung yang sedang berlangsung ini cukup menyedot perhatian penonton dari berbagai kota. Mereka datang bersama dengan keluarga dan anak-anaknya untuk menyaksikan para penerjun yang sedang melayang ibarat seekor burung. Penonton menyaksikan di balik pagar besi pembatas yang tidak terlalu tinggi dan di bawah pohon yang cukup rindang. Para pedagang juga terlihat merapatkan diri dengan penonton. Masing-masing sedang focus menyaksikan para penerjun yang baru saja melompat keluar dari pesawat dan  penerjun itupun melayang dengan parasutnya. Pemandangan ini menjadi perhatian Dan acara ini bertepatan dengan masa liburan sekolah. Sehingga banyak penonton yang datang untuk sekedar berekreasi ataupun sebagai saksi peristiwa dari perhelatan akbar kompetisi panerjun payung. Anak itu terlihat senang ketika melihat “burung-burung” itu melayang dan berputar-putar di angkasa. Inilah pendidikan untuk anak yang sesungguhnya. Dibandingkan jika anak-anak itu harus terus terpaku melihat kotak ajaib (televisi). Dan semoga anak-anak itu mampu meneruskan generasi kini untuk menjadi penerbang dan penerjun payung yang hebat di masa yang akan datang.

Saksi Sejarah

Dalam situs www.asiania.org menyebutkan bahwa Asiania (asiania parachute federation) merupakan organisasi non profit yang di bentuk pertama kali di Chengdu, China tahun 1994. Asiania bertujuan untuk mengembangkan dan meningkatkan standar dalam kompetisi internasional, keahlian, pengetahuan teknis, pelatihan, keamanan, persahabatan dan hubungan yang lebih baik dalam olahraga parasut diantara negara anggota federasi parasut Asiania. Tujuan dari adanya federasi ini sangatlah hebat. Federasi ini juga bisa menjadi sarana untuk melarutkan ketegangan antar negara. Semua membaur dan berkompetisi secara professional.  Dan bersama-sama untuk meningkatkan kualitas standar parasut di dunia.

Kota Solo tentunya akan menjadi saksi sejarah dari terselenggaranya kejuaraan parasut Asiania ke 13. Begitu juga dengan masyarakat yang telah berpartisipasi dalam mengapresiasi terselenggaranya acara ini. Kerjasama yang baik ini menjadi penentu kesuksesan dari terselenggaranya kejuaraan. Dukungan yang penuh dari masyarakat juga menjadi semangat bagi penerjun yang mewakili Indonesia. Kemenangan itu adalah aktualisasi dari tujuan. Siapapun yang menang dalam kejuaraan parasut Asiania merupakan perwujudan dari komitment terhadap tujuan yang bernilai. Dan semoga Penerjun Indonesia mampu mewujudkan komitmen dari federasi Parasut Asiania ini. Sekaligus hal ini menunjukkan pada anak-anak yang menonton kejuaraan ini bahwa merekalah yang akan nantinya menjadi penerus kemenangan yang sejati. Semoga.

Post a comment or leave a trackback: Trackback URL.

Comments

  • Nyoman Heru  On August 5, 2010 at 6:20 am

    Benar sekali tulisannya sebab saya juga terlibat sbg panitia EO 13th Asiania Parachuting Championship di Solo….indah melihat penerjuan keluar dan melayang dengan cantiknya di udara yg bersih

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: