PERTUNJUKAN WAYANG TANAH

WAYANG TANAH

Sinta

( Jahitan Tanah )

Berangkat dari kegelisahan terhadap bumi yang semakin rapuh

“Buatku wayang adalah sebuah pintu masuk”, kata Slamet  gundono. Pintu ini yang menghantarkan kita untuk menyelami ruang dan waktu yang kita jelajahi. Ruang  yang dimaksud adalah ide-ide yang  disampaikan dalam sebuah cerita. Cerita mengenai realitas kehidupan, kebahagiaan dan berbagai persoalan-persoalan kehidupan. Wayang yang pernah dipentaskan oleh Slamet Gundono diantaranya Wayang Suket, Wayang air dan Wayang api (dalam proses). Intensitas menganasir alam ke dalam seni pewayangan inilah yang menjadikan Slamet gundono terus memelihara spirit  hidupnya, kali ini ia akan kembali membuat pertunjukan  yang disebut Wayang Tanah.

Wayang tanah mengambil ide dari filosofi tanah. Tanah memilki sifat yang suci, menjaga/melindungi, sumber kehidupan dan memberi manfaat bagi sekitarnya. Tanah senantiasa menjaga kesucian dari segala sesuatu yang mencemari. Ia mensucikan air yang masuk ke dalam tubuh tanah. Hal ini karena tanah memiliki proses pencucian air dari tiap-tiap lapisannya. Ia bersifat terbuka dan tidak angkuh. Terbuka dari kedatangan hewan yang ingin bersahabat dengannya. Tanah juga memberikan sumber kehidupan bagi tumbuhan yang berdiri diatasnya. Bagi manusia tanah adalah ibarat  seorang wanita yang diberi benih, member keturunan dan  yang perlu di jaga keberadaannya dan dipelihara karena telah memberikan dedikasinya bagi kehidupan.

Cerita wayang tanah berangkat dari sosok Dewi Sinta memiliki sifat yang serupa dengan tanah.  Pada dasarnya sinta juga adalah tanah. Sinta seorang wanita yang menjaga cintanya rama. Sinta pun adalah seorang ibu dari putra-putrinya. Namun semenjak Sinta tinggal bersama Rahwana, hubungan Ia dengan rama menjadi renggang. Rama menaruh curiga dengan Sinta. Sinta di anggap sudah tidak suci lagi. Sinta pun sudah berusaha menjelaskan kepada Rama. Namun Rama tetep saja tidak percaya dengan perkataan Sinta. Hingga suatu waktu, Rama meminta Sinta untuk membuktikan kesuciannya. Dan Sinta pun menuruti permintaan Rama utnuk membuktikan kesuciannya. Dan dari permbuktian itu, ternyata Sinta benar-benar suci. Akan tetapi Rama tetap saja tidak percaya. Sinta tidak tahan lagi dengan perlakuan Rama yang juga suaminya sendiri. Pada akhirnya Sinta memutuskan untuk pergi memasuki ibu pertiwi. Ibu pertiwi merengkuhnya dan seakan membuat jahitan dari tanah yang kering, gersang, rusak.

Pertunjukan ini dilakukan di bawah tanah sedalam 1,3 meter seluas 5×5 meter di Padepokan Lemah Putih. Tanah ini sengaja di gali dan di kembalikan lagi pada kondisi semula saat akhir pementasan. Ruang tanah yang berlobang yang sedemikian masif dimasuki oleh dalang, penari dan pengrawit. untuk menyapa bergelut dan bersetubuh dengan tanah dengan segala dimensinya. Pementasan Wayang Tanah dengan judul “Sinta (jahitan tanah)” akan digelar Rabu, 31 Maret 2010 jam 20.30 Wib di Latar Padepokan Lemah Putih Solo. Dalam pementasan Wayang Tanah ini Slamet Gundono mengajak seniman-seniman diantaranya Suprapto suryodarmo, penari spiritual yang telah lama konsen pada lingkungan alam. Suprapto merasa prihatin dengan kondisi alam saat ini yang telah  terluka.

Penari muda Liling, kelahiran Kalimantan  Timur yang kental akan budaya daerah asalnya akan menari di dalam tanah. Tarian ini sekaligus membawa sebuah pesan bahwa di daerah asalnya ia melihat kondisi lingkungan yang rusak parah. Kubangan tanah akibat penambangan emas terlihat menga-nga karena isi bumi sudah habis terkuras. Dan kini tanah itu terlihat tidak berdaya.

Penari Agus bendhol telah lama intens dalam menari  eksploarsi tubuh dan relief-relief. Ia terkenang waktu kecilnya mengenai tanah. Semasa kecil ia senang mencari tanah liat di bantaran sungai untuk  ketapel, sampai tanah itu terkikis/berlubang besar sekali karena banyak anak yang mengambilnya. Mendapat tanah liat yang baik adalah kebanggaannya. Sebelumnya, Slamet Gundono dan kawan-kawan akan mendongeng pdengan cerita “Tanah dan Dewi Sinta” di 4 desa tetangga sekitar Padepokan Lemah putih.

Rangkaian acara mendongeng dan mendalang :

Hari/tanggal          : Sabtu, 27 Maret 2010

Jam                        : 19.00 WIB

Tempat                  : di  Desa Bonoroto, Mojosongo

Acara                      : Slametg mendongeng dan mendalang tentang cerita tanah dan Sinta dengan Karawitan Karang Taruna Plesungan

Hari/tanggal          : Minggu, 28 Maret 2010

Jam                        : 19.00  WIB

Tempat                  : di Desa Plesungan , Mojosongo

Acara                     : Slametg mendongeng di rumah Bpk. Gupon Plesungan

Jam                        : 20.00 WIB

Acara                      : Tembang Laras Madyo Santiswaran pimpinan Bpk. Waluyo Skar

Hari /tanggal         : Senin, 29 Maret 2010

Jam                        : 19.00 WIB

Tempat                  : di Bonorejo, Mojosongo

Acara                      : Slametg mendongeng dan mendalang tentang cerita tanah dan Sinta

Hari /tanggal         : Senin, 30 Maret 2010

Jam                        : 19.00 WIB

Tempat                  : di  Pelangi, Mojosongo

Acara                      : Slametg mendongeng dan mendalang tentang cerita tanah dan Sinta

Pementasan Wayang Tanah

Hari/tanggal                : Rabu, 31 Maret 2010

Jam                              : 20.30 WIB

Tempat                        : Padepokan Lemah Putih Mojosongo Solo

Acara                           : Wayang Tanah : Sinta ( jahitan tanah )

Pemain :

  • Ki Slamet Gundono, Dalang Wayang Suket
  • Suprapto Suryodarmo, Penari
  • Liling, penari
  • Agus Bendhol, penari

Produksi Komunitas Wayang Suket

Contact Person :

Suprapto Suryodarmo (081548511018) | Slametg (08179478214) |  Henry (08567514324) | Novandika (085642084836)

Post a comment or leave a trackback: Trackback URL.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: