Manusia Teknologi

Manusia Teknologi

Teknologi bukan tuhan Kami!!!!
Henry green

Solo, 27 Januari 2010

di penantian pergantian malam hingga menjelang pagi hari, mendekat dengan alam yang menyajikan ketenangan dan ketulusan

Jaman terus berputar, dinamis  dari waktu ke waktu. Tanpa pernah merasakan jenuh. Inilah sekaligus yang menandai sebuah peradaban manusia di eranya. Dimulai dari  pra sejarah, sejarah dan pasca sajarah. Pada jaman pra sejarah identik dengan masa manusia yang primitive, yang sedang mencoba untuk hidup di tengah-tengah dunia yang luas. Mereka, dengan kapasitas akalnya yang masih terbatas, tapi mereka sudah mencoba untuk survive. Dengan karakteristik kehidupannya yang berburu dan meramu.Dengan alat yang sederhana mereka mencoba untuk melakukan aktifitas tersebut. Ketika mereka melihat batu, lalu ia bentuk batu itu menjadi alat pemotong daging, mereka melihat kayu, lalu ia jadikan kayu itu sebagai alat untuk berburu seperti tombak. Dengan kearifan lokalnya mereka mampu melakukan semua secara sederhana.

Jaman pun berganti mamasuki masa sejarah, manusia primitive mulai berkurang jumlahnya. Jaman ini manusia memiliki kapasitas otak menengah/medium atau diatas manusia primitive. Di jaman ini manusia mencari hal yang baru dari sebelumnya ataupun melakukan inovasi. untuk kehidupannya tidak lagi berburu dan meramu, namun sudah tinggal menetap pada suatu wilayah tertentu. Mereka mampu untuk memproduksi makanan dan mengolahnya menjadi bahan yang bisa di makan atau lebih di kenal dengan sebutan (food gathering). Alat- alat yang digunakan bukan lagi sebatas batu dan kayu, tapi sudah mengadopsi perak, perunggu dan besi-besi. Mereka mulai mengenal lingkungannya dan individu-individu unik lainnya.  Mereka mulai berkembang biak dan melahirkan keturunan-keturunan. Transaksi ekonomi masa ini juga telah ada, yaitu adanya jual beli atau barter barang.

“Ketika mereka melihat batu, lalu ia bentuk batu itu menjadi alat pemotong daging, mereka melihat kayu, lalu ia jadikan kayu itu sebagai alat untuk berburu seperti tombak. Dengan kearifan lokalnya mereka mampu melakukan semua secara sederhana”.

Manusia di jaman sejarah terus-menerus mengalami kemajuan dalam hal pemikiran dan inovasi-inovasi. Hingga jaman itu beranjak menjadi jaman pasca sejarah. Manusia yang hidup di jaman ini sudah mengenal kebudayaan dan teknologi. Jaman yang membawa perubahan drastis pada segi-segi kehidupan. Manusia sudah canggih/modern. Manusia jaman ini mampu menciptakan sesuatu yang tadinya tidak mungkin menjadi mungkin. Contohnya saja, pesawat, gedung bertingkat, computer, handphone dan lainnya. Kemampuan untuk mencipta teknologi inilah yang membedakan jaman-jaman sebelumnya. Saat ini teknologi menjadi pendamping hidup bagi kebanyakan orang. Untuk mencari informasi actual hanya dengan menggunakan akses internet. Ibaratnya semua informasi ada dalam genggaman. Era informasi dan teknologi sangat terbuka lebar. Semua orang bebas untuk memasuki dunia infomasi. Kegiatan mengupload dan mendownload infomasi bisa dilakukan dimana saja dan kapan saja. Sampai-sampai untuk hitungan detik pun orang mengupload informasinya. Seolah tidak ingin ketinggalan informasi. Hari-harinya pun selalu di lewati bersama dengan teknologi.

Jaman keemasan

Jacques ellul dalam tulisan mengenai masyarakat teknologis ia mengajukan banyak pertanyaan kepada ilmuan yang dianggapnya tidak manusiawi. Kekhawatiran itu dikarenakan para pakar ilmuan sudah mereka-reka bahwa pada mulai abad 20 dan selanjutnya yang disebut dengan “jaman keemasan” (teknologis), ilmuan mampu untuk mengubah emosi seseorang dengan merekayasa sarafnya. Dengan begitu, orang diajak untuk menjalani kebahagiaan dalam ketidaksadaran mereka. Dan lebih, ironis lagi, bahwa pada “jaman keemasan” itu,  dikatakan juga bahwa untuk mengurangi pertambahan laju penduduk, dimuculkanlah gagasan dengan pelarangan untuk reproduksi secara alami, dan yang ditawarkan dengan buatan. Dengan kata lain pembuahan dilakukan diluar, layaknya bayi tabung. Kekhawatiran inilah yang membuat jacque terus bertanya-tanya dan gelisah, bahwa kehidupan manusia yang luhur, harmonis dan natural dimasa yang akan datang sudah tidak ada. Yang ada hanyalah sebuah rekayasa dan rekayasa. Sampai pada akhir tulisan ia menekankan bahwa jaman keemasan itu akan ada dan emang akan ada. Tapi haruskah  terjadi kepalsuan kehidupan?.

“Jacques ellul dalam tulisan mengenai masyarakat teknologis ia mengajukan banyak pertanyaan kepada ilmuan yang dianggapnya tidak manusiawi. Kekhawatiran itu dikarenakan para pakar ilmuan sudah mereka-reka bahwa pada mulai abad 20 dan selanjutnya yang disebut dengan “jaman keemasan” (teknologis), ilmuan mampu untuk mengubah emosi seseorang dengan merekayasa sarafnya”

Apa yang di tulis oleh jacquel sebenarnya sudah mulai terjadi di era ini. Jaman keemasan itu benar-benar sudah kita rasakan bersama. Hanya saja mungkin kita telah tenggelam bersama kebahagian semu. Lihat saja, saat ini teknologi sudah sangat canggih.  Handphone saja fungsinya tidak hanya lagi sebatas untuk komunikasi antar orang. Namun, fungsi handphone sudah cukup kompleks. Kamampuan untuk berinternetan kapanpun dan dimanapun. Kirim-kirim gambar , GPS (global positioning system), email, Video call dan masih banyak lagi. Ini hanya contoh kecil dari kecanggihan teknologi di jaman keemasan yang sedang kita alami saat ini. Dan produk ini sangat luar biasa mempengaruhi kehidupan kita sehari-hari. Tiada hari tanpa pernah lepas dengan yang namanya handphone. Dan tanpa kita sadari bahwa psikologis user teknologi ini sudah terekayasa. Hari-hari mereka disibukkan dengan benda itu. Padahal ada makhluk hidup yang sesungguhnya layak kita perhatikan. Ia berada di alam nyata. Dan kita perlu bergaul dengannya.

Teknologi bukan tuhan

Dahsyatnya jaman keemasan ini membawa kita pada nihilitas. Sebuah kondisi yang melulu di pengaruhi oleh teknologi. Tanpa pernah kita mampu untuk menolak dipengaruhinya. Yang seharusnya kitalah sebagai pengguna teknologi mampu untuk meredam efeknya. Bagi para pencipta teknologi ini sungguh luar biasa. Dengan kecerdasan pikirannya mereka mampu untuk menciptakan suatu alat/benda yang cukup mumpuni. Hingga alat itupun mampu menghipnotis pikiran pengguna. Namun yang perlu kita ketahui teknologi diciptakan dan tercipta bukan untuk melupakan yang maha pencipta. Karena, banyak kasus yang menunjukkan jaman keemasan ini membawa dampak lupa tuhan. Tuhan menjadi nomor kedua setelah teknologi, bahkan terlupakan. Ketika alat canggih itu bersama dengan kita, alat itu selalu kita agung-agungkan. Slamet gundono, seniman solo, ia pun pernah gelisah dengan keadaan ini. Menurutnya, hamper kebanyakan orang sudah melupakan tuhannya. Untuk wirid saja sudah tergantikan dengan asik pencet-pencet keypad handphone. Ini sungguh ironis.

Banyak yang perlu kita renungkan bersama untuk dengan bijak menghadapi jaman keemasan ini. Jangan sampai kita terlalu silau dengan kilauan “emas”nya yang pada akhirnya kita melupakan kebutuhan dasar kita sebagai manusia seutuhnya. Manusia yang mengetahui dasar-dasar kehidupan. Hidup yang wajar dan menghargai yang hidup dan yang memiliki kehidupan. Kita hanyalah debu yang berterbangan. Dan mengapa lantas kita sombong dengan silau emas itu?. Kebutuhan teknologi emang kita butuhkan selama itu masih dalam kewajaran dan kesadaran. Dengan begitu, kita harus yakini bahwa teknologi bukan tuhan kita, kalian, dan kami.

Baskara,wardaya. 2003. Dalam buku pembebasan manusia : sebuah refleksi Multidimensional. Buku baik. Yogyakarta.

Post a comment or leave a trackback: Trackback URL.

Comments

  • Andika  On February 27, 2010 at 3:51 am

    Teknologi bagaikan senjata, kalau kita berpikir sempit dan tidak bisa menggunakan sesuai sebagaimana mestinya, maka kita akan terbunuh olehnya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: