ANAK-ANAK (lare-lare)

“Mereka yang masih ceria, bersahaja dan polos dalam menghadapi dunianya. Belajar dan bermain untuk mengenal dirinya dan lingkungannya. Dan Terdengar Tawa Tangis dalam Menikmati Hari-Harinya”.

Oleh Henry [green]

“Yang pernah mengalami masa anak-anak”

Dalam k ehidimages3upan rumah tangga kehadiran anak merupakan hal yang diha rapkan. Kehadiran anak ditengah-tengah ayah dan ibu merupakan sebuah pelengkap. Sampai pada akhirnya anak menjadi sebuah harapan orang tua untuk meneruskan cita-cita orang tua. Sebuah cita-cita untuk membawa nama baik orang tuanya di kehidupan masyarakat. Sedangkan dalam arti lain, anak adalah anugerah terindah di dunia yang diberikan oleh tuhan. Ada juga yang mengartikan anak adalah, titipan tuhan kepada orang tua untuk senantiasa menjaga dan merawat sebaik-baiknya. Merawat anak di mulai oleh ibu semenjak dalam kandungan hingga ia terlahir di dunia. Ketika anak tersebut terlahir ia memberikan komunikasi pertama kali dengan menangis. Tangisan ini menandakan bahwa anak butuh perhatian dari orang tua. Dan ketika mendengar tangisan anak tersebut biasanya orang tua akan merespon maksud anak.

Anak ibarat sebuah kertas putih atau polos yang mudah untuk diberikan coretan. Coretan yang diberikan pada kertas tersebut akan menentukan baik buruknya masa depan anak. Artinya masa depan anak dapat di bentuk mulai dari dini. Ia akan menjadi anak yang baik jika masa kecilnya ia menerima coretan yang baik dari orang tuanya, begitu juga sebaliknya, anak akan menjadi berkelakuan buruk karena sejak kecil ia menerima coretan yang tidak baik. Kondisi ini menuntut peran orang tua dalam mempersiapkan anak dengan memberikan coretan yang baik pada kertas putih tersebut. Ada beberapa istilah yang mengatakan bahwa anak akan belajar menjadi sahabat jika ia hidup dengan kasih sayang dari orang tuanya dan anak akan menjadi penakut jika ia hidup dalam tekanan ketakutan.

Dengan memahami keinginan anak maka kita bisa menjadi sehabat yang baik dalam hidupnya. Anak adalah makhluk lucu yang penuh dengan kelucuan. Ia selalu asik dalam dunianya. Ia bertindak sesuai dengan yang ia inginkan. Tangis dan tawa anak membawa kebahagian tersendiri dalam kehidupan. Maka jika tidak mendengar tangis dan tawa anak dunia ini serasa sepi. Ia menjadi penghibur hari-hari yang terkadang sepi. Di tengah malam anak tersebut kadang menangis. Membangunkan orang tuanya yang sedang tertidur pulas. Ia seakan mengajak orang tuanya untuk meramaikan malam yang selalu sepi. Sepi yang seketika menjadi ramai dengan tangisan anak. Lalu ia kembali tertidur pulas untuk kembali menangis dan tertawa keesokan harinya.

Dunia anak

Anak memiliki dunianya sendiri. Mereka bebas untuk belajar dan bereksprerimen dengan lingkungannya. Mereka perlahan belajar untuk berdiri, berbicara dan mengenal orang sekitarnya. Lingkungan di sekitar anak adalah laboratorium alami. Anak akan belajar untuk berinteraksi dan mengenal benda-benda di sekitarnya. Interaksi anak dengan lingkungan akan membentuk anak untuk bisa berpikir. Semisal, anak di biarkan untuk bermain di taman ataupun arena bermain anak-anak. Mereka pasti akan mengenali obyek yang ia lihat dan rasakan. Jika yang anak bermain ayunan, maka mereka akan mencoba untuk mengenali bentuk ayunan. Dan bahkan ia akan mencoba sesuatu benda di ibaratkan sebagai ayunan. Itulah perilaku anak-anak.

Dunia anak dalam imajinasinya. Anak yang baru belajar makan, terkadang mereka memakan apa saja yang mereka lihat di sekitarnya. Anak seolah-olah sedang menikmati makanan yang ia makan. Dalam imajinasinya, benda yang images2ia lihat tersebut adalah makanan yang ia bisa makan. Ia tidak tahu bahwa benda itu sebenarnya tidak untuk dimakan. Di samping itu, ia juga berimajinasi untuk asik mencoret-coret sesuatu yang ada di sekitarnya. Bahkan tidak jarang, tempok pun menjadi sasaran coretan anak. Hal itu mengindikasikan bahwa anak sedang belajar untuk menulis, dan mereka ekspresikan dalam coretan di tembok atau dinding.

Di samping imajinasi pada anak, mereka juga cenderung untuk diperhatikan. Mereka akan bertingkah laku apapun agar orang tuanya memperhatikan perbuatannya itu. Semisal mereka yang menangis. Dengan menangis otomatis orang tua akan memberikan kasih sayang kepada anak. Orang tua akan berusaha untuk menghentikan anak yang sedang menangis. Anak dalam pandangan Tony buzan, dalam buku the power of creative intelligence, menganggap anak-anak adalah makhluk yang penuh dengan kreatifitas. Sehingga apapun yang dikerjakan oleh anak-anak sebaiknya dibiarkan tapi dengan pengawasan. Anak-anak menurut tony buzan merupakan inspirasi dalam menemukan sebuah inovasi. Bahkan Tony Buzan mengajak orang-orang dewasa untuk meniru perilaku anak-anak untuk menumbuhkan kreatifitas.

Hak dan Kewajiban

Dalam hidupnya, anak memiliki hak dan kewajiban terhadap orang tua dan lingkungannya. Hak dan Kewajiban anak itu sudah tercantum dalam UU No 23 tahun 2003 tentang perlindungan anak. Untuk hak anak dinyatakan dalam pasal 4 UU No 23 tahun 2003 menyatakan bahwa Setiap anak berhak untuk dapat hidup, tumbuh, berkembang, dan berpartisipasi secara wajar sesuai dengan harkat dan martabat kemanusiaan, serta mendapat perlindungan dari kekerasan dan diskriminasi. Dengan adanya UU tentang perlindungan anak maka sebagai orang tua berkewajiban untuk menjaga hak-hak anak. Selain untuk tumbuh kembang anak, terdapat juga hak anak untuk belajar yang termaktub dalam pasal 9 ayat (1) yang berbunyi ,setiap anak berhak memperoleh pendidikan dan pengajaran dalam rangka pengembangan pribadinya dan tingkat kecerdasannya sesuai dengan minat dan bakatnya. Pendidikan untuk anak dimaksudkan agar ia bisa menjadi manusia pembelajar di masa depannya dan terbebas dari penyakit kebodohan. Oleh karena itu, pendidikan adalah dasar utama yang harus diperhatikan bagi pertumbuhan dan perkembangan si anak.

“Untuk hak anak dinyatakan dalam pasal 4 UU No 23 tahun 2003 menyatakan bahwa Setiap anak berhak untuk dapat hidup, tumbuh, berkembang, dan berpartisipasi secara wajar sesuai dengan harkat dan martabat kemanusiaan, serta mendapat perlindungan dari kekerasan dan diskriminasi”

Dalam perolehan haknya, anak juga memiliki kewajiban kepada orang tuanya. Dalam pasal 19 UU No 23 tahun 2003 disebutkan bahwa setiap anak berkewajiban untuk : a. menghormati orang tua, wali, dan guru; b. mencintai keluarga, masyarakat, dan menyayangi teman; c. mencintai tanah air, bangsa, dan negara; d. menunaikan ibadah sesuai dengan ajaran agamanya; dan e. melaksanakan etika dan akhlak yang mulia. Kewajiban anak kepada orang tua merupakan bentuk terimakasih atas hak anak yang telah diberikan orang tuanya. Selain kewajiban anak kepada orang tuanya, dalam UU No 23 tahun 2003 dinyatakan juga bahwa negara memiliki kewajiban terhadap anak. Kewajiban negara tersebut terdapat dalam pasal 21, yang berbunyi negara dan pemerintah berkewajiban dan bertanggung jawab menghormati dan menjamin hak asasi setiap anak tanpa membedakan suku, agama, ras, golongan, jenis kelamin, etnik, budaya dan bahasa, status hukum anak, urutan kelahiran anak, dan kondisi fisik dan/atau mental.

Apabila terjadi sesuatu dengan anak-anak maka pemerintah juga turut untuk memberikan perlindungan terhadap anak. Karena dalam pandangan pemerintah atau negara, anak merupakan sumber daya manusia yang akan meneruskan cita-cita pembangunan negara. Dengan kata lain, masa depan negara ini bergantung pada kualitas anak-anak pada masa kini. Jika anak-anak masa kini sudah terlihat kualitasnya (pendidikan, keilmuan, daya saing, kepemimpinan) maka bisa diprediksi bahwa masa depan bangsa itu akan maju, namun akan terjadi sebaliknya, jika anak-anak masa kini tidak diperhatikan oleh pemerintah, orang tua, wali sehingga anak tersebut tidak berkualitas maka bisa di prediksi bahwa masa depan suatu bangsa akan terlihat “hancur”.

“Kewajiban negara tersebut terdapat dalam pasal 21, yang berbunyi negara dan pemerintah berkewajiban dan bertanggung jawab menghormati dan menjamin hak asasi setiap anak tanpa membedakan suku, agama, ras, golongan, jenis kelamin, etnik, budaya dan bahasa, status hukum anak, urutan kelahiran anak, dan kondisi fisik dan/atau mental

Mimpi anak

Kita pasti membayangkan bahwa anak-anak itu sedang berada di ruang kelas sekolahan dan sedang belajar. Dan kita juga membayangkan sepulang sekolah, anak-anak bermain dengan teman-temannya di lingkungannya. Ada yang bermain di taman (jika masih ada taman untuk bermain) dan ada yang bermain bola (jika masih ada lapangan), dan ada juga anak-anak yang sedang berenang (jika masih bersih airnya). Dan saat itu juga kita sedang membayangkan bahwa mereka sedang tertawa, bercanda, dan menikmati permainannya. Mereka tampak terlihat riang dengan lingkungan yang indah (jika masih ada pohon dan tata ruang yang rapi). Kemudian ada juga anak-anak yang asik bermain layang-layang (jika masih ada lahan untuk bermain layang-layang ). Mereka tampak serius menatapi layang-layang yang sedang terbang tinggi di angkasa. Langit yang biru dan awan-awan yang tampak menggumpal tebal. Layang-layang itu pun terbang diantara birunya langit dan awan-awan yang menggumpal tebal (jika awan itu masih terlihat putih bersih). Mereka sungguh menikmati permainan itu bersama dengan anak-anak sebayanya.

Menginjak sore harinya, anak-anak pulang dari bermainnya. Mereka terlihat lelah karena energinya sudah habis terkuras untuk bermain. Senyum mereka masih membekas di bibirnya sambil berjalan menuju rumah masing-masing. Mereka saling berucap janji untuk bertemu lagi esok harinya. ‘ kita besok kumpul dan bermain disini lagi ya”, ujar salah satu anak itu sambil melambaikan tangan kepada teman-temannya. Dan ia pun langsung masuk ke rumahnya (yang berada di gang kecil sempit dan sesak). Malam harinya, kita membayangkan bahwa anak-anak itu sedang belajar di ruang belajar yang rapi lengkap dengan buku-buku pelajaran. Mereka terlihat serius membaca dan mengerjakan soal-soal pelajaran dibawah pancaran lampu yang terang. Hingga malam semakin larut, anak-anak itupun beranjak ke tempat tidur. Meraka tertidur pulas dibawah sinar lampu yang kian meredup.

Hari telah pagi. Matahari pagi itu telah bersinar memberikan sinarnya yang penuh dengan kehangatan. Anak-anak itupun lalu bangun dari tidurnya. Mereka ada yang langsung menuju ke kamar mandi dan ada juga yang sedang menatap keluar jendela menyaksikan matahari yang bersinar cerah. Mereka lalu berkata selamat pagi semua, sambil menatap matahari. Ada anak yang sedang melihat kabut pagi hari yang terlihat menutupi pandangan (jika kabut itu tidak terkontaminasi oleh polusi). Anak itu mendekati kabut itu, dan ia melihat embun pagi bening yang ada di dahan pohon. Ia mendekati dahan itu, dan mengamati embun yang menempel di dahan. Dan ketika ia melihat ke atas pohon-pohon , ada burung kecil yang bertengger di ranting ponon. Burung itupun berkicau seakan tidak ingin melewatkan pagi hari yang cerah (jika masih ada burung-burung). Anak itupun takjub dengan suara burung yang berkicau itu. “aku ingin menceritakan tentang kicauan burung ini kepada teman-teman ku di sekolah nanti, dan aku juga akan cerita kepada ayah dan ibu’, ujar anak itu dengan bersemangat.

Mataharipun mulai tampak bersinar terang. Anak-anak berangkat menuju sekolah. Mereka membawa tas yang berisi peralatan sekolah. Ada anak yang membawa bekal kue atau makanan (biar lebih terjamin kesahatannya, dari pada jajan disembarang tempat). Tiba di sekolah suasana sekolah masih tampak sepi. Hanya ada petugas sekolah yang sedang sibuk membersihkan sekolahan. Jam masih menunjukkan angka 6.30 am. Biasanya jam 7.00 am jam belajar di mulai. Sambil menunggu jam masuk belajar, masing-masing anak membuat kesibukan sendiri-sendiri. Ada yang mengeluarkan buku dari tasnya, lalu ia membacanya. Ada yang mengeluarkan makanan dari dalam tasnya , lalu ia makan makanan itu bersama dengan teman-temannya. Dan ada juga anak yang sedang asik membaca tulisan di dinding sekolah. Rajin pangkal pandai. Buku adalah jendela dunia. Bersih sebagian daripada iman. Anak tersebut membaca tulisan itu satu persatu. Ia mencoba meresapi makna dibalik tulisan tersebut.

Dan jam telah menunjukkan 7.00 pm. Terdengar bel atau lonceng yang menandakan masuk kelas untuk memulai belajar. Dan anak-anak itupun masuk ke dalam kelas. Ia duduk di tempat duduk yang terbuat dari kayu. Tak lama kemudian guru pun masuk kelas. Lalu, Anak-anak menyapa guru, selamat pagi, sapa anak kepada gurunya. ‘selamat pagi anak-anak, sahut guru kepada anak-anak. Baiklah, anak-anak, mari kita mulai pelajaran kali ini dengan berdoa sejenak, agar kita mendapat ilmu yang bermanfaat bagi bangsa dan negara. Berdoa dimulai, kata guru. Selesai.

Thanks To :

Allah SWT

Pusat Penelitian Kependudukan (PPK) Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Universitas Sebelas Maret Solo (UNS SOLO) serta (United Nation Children Fund) UNICEF. Yang telah mendekatkan kami pada anak-anak. Melihat perilaku dan keceriaan mereka tanpa beban. Mereka adalah penerus masa depan bangsa yang harus dilindungi dengan kehati-hatian.

Gambar anak2 di kutip dari http://marlele.blogspot.com dan ramacandran.blogspot.com

Post a comment or leave a trackback: Trackback URL.

Comments

  • Peduli Pendidikan  On August 28, 2009 at 6:50 am

    tulisan yang luar biasa, kritis dan membangun… trim’s mau berbagi ilmu….

    • HENRY RYU  On August 29, 2009 at 5:34 am

      yups..sama2 bos…maaf jk ad salah dlm penulisan

  • Kaprotz....  On October 14, 2009 at 4:20 am

    Weh2…nulis blog terus….ning kok tetp wae sepi yo??? Hehehe

  • Tubagus P. Svarajati  On October 27, 2009 at 1:13 pm

    Henry,
    Salam kenal pula, salam hangat dari Semarang.

    tbgus

    • HENRY RYU  On October 27, 2009 at 4:43 pm

      pak tubagus,…mksh dah mampir d bLog saya…matur nuwun…oia pak sering ngisi acara ap?misal kpn2 kita pnya acara di solo,kami akn undang bpk gmn?oke,,hehehe

  • Indoproperty bsd  On November 2, 2009 at 6:32 am

    “…anak-anak diibaratkan seperti kertas kosong..”

    setuju, memang betul begitu…

    kalau sudah dewasa, kertasnya sudah banyak coretan2

    nice artikel, Pak…

  • wayan  On December 30, 2009 at 12:17 am

    brooo,,,blognya diupdate lagi,,

    • henryaja  On December 30, 2009 at 9:19 am

      oke bro…aq msh kendala ma sumber2 ki bro…udh nulis tp rung ramopung2 bru separo..hahahaha

  • kadals  On December 31, 2009 at 6:53 am

    wah,,PR mu naik tu,,dupdate 3 hari sekali wae,,,😆

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: