Trem, Warisan Kota BudayaYang Belum Diberdayakan!!

Menambah kuantitas jalan bukan solusi mengatasi kemacetan, tp gunakan jlan yg ada dengan membuat jalan-jalan pedestrian, jalur trem untuk mempersempit ruang bagi kendaraan yang terus menerus menyesakki badan jalan, jangan aplikasikan BRT (bus rapid transit)

oleh : henry[green]

Realitas transportasi di Solo

Belum lama ini, pemerintah kota solo sedang bAmsterdam-tramerupaya untuk memfungsikan kembali kereta api klasik. Kareta api tersebut yang rencananya sebagai kereta wisata. Rute sementara dari stasiun purwosari hingga stasiun kota (sangkrah) dan untuk lebih lanjutnya sampai wonogiri. Pemanfataan kereta wisata ini semoga tidak seperti nasib kereta punakawan. Yang hanya beroperasi sementara, tidak lama kemudian tak beroperasi. Namun yang perlu di cermati bahwa kereta yang difungsikan kembali bukan cuma untuk wisata, tapi yang terpenting adalah transportasi massal untuk massa depan kota ini. Dengan transportasi massal itu memberikan peluang kepada masyarakat untuk memperlancar aktifitasnya dan untuk jangka panjang tercipta keteraturan.

Realitas transportasi yang kini ada di kota Solo yaitu sering terjadi kemacetan di beberapa titik jalan yang menjadi konsentrasi utama aktifitas masyarakat. Hal ini merupakan kenyataan yang tidak boleh dibiarkan begitu saja. Terlebih lagi kota solo yang sedang dinamis untuk membangun dan sebagai destinasi wisata. Untuk menunjukkan bahwa solo sebagai kota tujuan wisata yang terbaik tentunya di tunjang juga dengan sarana transportasi yang memadai. Jangan sampai para wisatawan local dan mancanegara kecewa akibat tidak ada transportasi yang terintegrasi dan aman.Tidak dapat di pungkiri jika kondisi kemacetan yang belakangan terjadi di kota ini dikarenakan pertambahan kuantitas kendaraan. Pertambahan volume kendaraan di kota solo menjadi permasalahan mendatang jika tidak diantisipasi dari sekarang. Apakah kota ini ingin mengikuti jejak Jakarta yang telah terjebak dalam lingkaran kemacetan?.Semua kota mesti tidak akan menginginkan kotanya terkenal dengan kamacetan. Sebab akan banyak efek samping yang muncul dari kemacetan seperti terganggunya kelancaraan roda perekonomian kota dan timbulnya keresahan hingga stress. Pola kehidupan masyarakat pun bisa menjadi tidak teratur dan semrawut. Apakah keadaan seperti ini yang diharapkan?. Kehadiran bis Damri yang belum lama beroperasi di kota ini tidak membawa solusi bagi kemacetan. Yang terlihat adalah semakin padatnya kendaraan yang memenuhi jalan-jalan kota.

Semua kota mesti tidak akan menginginkan kotanya terkenal dengan kamacetan. Sebab akan banyak efek samping yang muncul dari kemacetan seperti terganggunya kelancaraan roda perekonomian kota dan timbulnya keresahan hingga stress. Pola kehidupan masyarakat pun bisa menjadi tidak teratur dan semrawut”.

Recycle Konsep Transportasi Masa Lalu

Presiden RI Susilo bambang yudoyono beberapa waktu lalu (sembari naik kereta Jakarta jurasan tanjung priok – stasiun kota ) sempat menekankan pentingnya transportasi yang terintegrasi di kota-kota Indonesia (Solopos, 29 April 2009). Menurut beliau,transportasi yang akan di realisasikan harus bisa menghubungkan komunitas-komunitas dan kepentingan untuk jangka waktu mendatang. Hampir seluruh kota sedang belajar dari kesalahan dalam menata transportasinya. Begitu juga dengan kota Jakarta. Konsep yang telah di aplikasikan oleh Jakarta berupa busway sempat menuai pro dan kontra dari berbagai pihak. Busway yang sengaja dirancang untuk mengatasi kemacetan di Jakarta dan mengurangi pemakaian kendaraan pribadi ternyata tidak signifikan. Kebijakan yang di usung oleh sutiyoso selaku gubernur DKI Jakarta tersebut tidaklah membuat Jakarta bebas dari kemacetan. Kesemrawutan transportasi masih mendominasi. Jalan untuk busway yang seharusnya terlarang dilintasi oleh kendaraan lain ternyata sering dilanggar. Pengguna kendaraan mengambil alih fungsi jalan busway itu.

Kota solo yang hanya memiliki luas area administratif  sebesar 4404,05 ha perlu membuat gebrakan petama dalam hal aplikasi transportasi yang terintegrasi dan ramah bagi lingkungan. Kota yang sangat dinamis ini perlu menjadi pelopor dalam hal tata kota. Setelah berhasil menata kota mulai dari penataan pedagang kaki lima (PKL), kawasan hijau (balekambang), city walk. Kota ini memilki potensi yang beragam. Namun, dari potensi yang ada di kota ini belum di upayakan secara optimal. Salah satu potensi solo itu adalah kota ini memliki jalur kereta di dalam kota. Menurut sejarahnya keberadaan jalur kereta ini, digunakan sebagai penghubung kota solo dengan kota lainnya. Secara geografis kota solo berada di tengah (central) dari beberapa wilayah karanganyar, sukoharjo, sragen, boyolali, klaten. Masa lalu kota solo menjadi kota dagang atau bisnis. Para pedagang dari wilayah soloraya datang ke Solo dengan menggunakan transportasi kota. Dan sampai sekarang jalur kereta itu masih ada begitu juga kereta feeder yang masih bertahan sebagai penghubung tanpa henti.

Berdasarkan potensi yang ada di solo masa lalu berupa jalur kereta dalam kota. Maka sayang sekali jika potensi ini tidak dimanfaatkan. Upaya yang perlu dilakukan mendatang yaitu dengan membangkitkan kembali (recycle) konsep transportasi kota masa lalu yaitu dengan menggunakan Trem. Trem merupakan kereta yang memiliki rel khusus di dalam kota, dengan trem yang berselang dengan waktu beberapa menit berangkat, merupakan solusi untuk kemacetan. Trem mampu menghubungkan tempat-tempat strategis di kota. Beberapa tempat strategis yang ada di solo itu diantaranya Manahan, kota barat (solo paragon), bandara adisumarmo, jalan slamet riyadi, pasar klewer, balaikota, pasar gede, kampus, taman jurug. Seperti trem yang sudah di adopsi di negara Paris dalam mengatasi masalah kemacetan dan kesemrawutan kota. Begitu juga dengan San Fransisco yang masih mempertahankan konsep transportasi masa lalu untuk transportasi masa kini dan yang akan datang.

Trem merupakan kereta yang memiliki rel khusus di dalam kota, dengan trem yang berselang dengan waktu beberapa menit berangkat, merupakan solusi untuk kemacetan. Trem mampu menghubungkan tempat-tempat strategis di kota”

Beberapa keunggulan Trem sebagai transportasi kota diantaranya, 1. Lebih teratur dalam hal penjadwalan kedatangan dan pemberangkatan, sehingga penumpang Trem bisa menyesuaikan waktu sesuai dengan jadwal yang telah di tetapkan, 2. Efisien terhadap jalan yang ada di kota, artinya dalam pemanfaatan pembuatan perluasan jalan trem tidak memerlukan badan jalan yang luas, 3. Ramah lingkungan, bahan bakar yang di gunakan tidak mengeluarkan gas emisi yang merusak lingkungan 4. Memiliki kapasitas pengangkutan penumpang yang lebih banyak di bandingkan dengan bis, 5. Memberikan kenyamanan bagi penumpang.

Post a comment or leave a trackback: Trackback URL.

Comments

  • thegands  On May 18, 2009 at 8:02 am

    wah, jadi pengen.. pengen..

    • HENRY RYU  On May 21, 2009 at 9:22 am

      ok kita jg pengen ini teralisasi..yuk kita dukung terlksananya TREM di negara dan tiap2 kota indonesia..biar msalah kemacetan lenyap.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: