Cerita Tentang Riwayat Negeri Yang Dulu Kaya

nyemot

Oleh henry[green]

“Cerita ini bukan fiktif belaka!! tapi cerita ini diangkat dari sebuah kisah nyata dari negeri yang sedang berkembang, yang pernah memiliki sumber daya alam yang melimpah namun kini tinggal cerita!!!

Banyak yang bilang kalau negara ini (Indonesia) kaya raya. Hamparan sumber daya alam mulai dari ujung Sumatra sampai dengan ujung papua. Semua saling melengkapi satu sama lain. Pulau Kalimantan dan Sumatra sebagai penghasil rempah-rempah dan perkebunan yang melimpah. Kalimantan juga penghasil tambang dan gas alam cair yang tersedia luas. Pulau jawa memiliki potensi sumber daya alam berupa lumbung pangan, pegunungan yang tinggi dan gunung berapi aktif yang tidak pernah berdusta untuk meletuskan semua isinya. Gunung itu sebagai penyangga sebuah pulau dari segala gempa dan badai. Bayangkan jika tidak ada gunung?? Di gunung udaranya sangat sejuk tanpa polusi. Makanya banyak satwa yang betah berdomisili disana. Aneka flora juga turut meramaikan isi gunung. Mereka semua saling melengkapi. Sayuran dan buah-buahan tumbuh subur di kawasan pegunungan. Begitu pula, Pulau bali, dan Lombok memiliki laut yang indah dan pantai yang panjang. Banyak wisatawan mancanegara yang mengerti arti keindahan alam secara konsisten datang dan menikmati indahnya pantai bali dan Lombok. Di tambah lagi budaya bali yang masih bertahan sampai dengan detik ini. Sehingga banyak wisatawan yang turut mempelajari budaya bali. Karena menurutnya, mereka tidak menemui budaya seperti bali di negara asalnya. Hanya disinilah ia merasakan kedamaian. Warga bali juga senantiasa menjaga dan mempertahankan alamnya. Meraka kebanyakan hidup berdampingan dengan alam. Maka banyak ramuan dan obat-obatan herbal yang sering diracik di bali. Termasuk, Marta Tilaar (dalam jawa pos) yang terkenal dengan racikan kecantikan herbalnya turut memuji masyarakat bali. Hingga ia akhirnya membuat sebuah buku mengenai SPA (perawatan tradisional menggunakan terapi air).

Tahun ini (2009) pulau bali dinobatkan sebagai number one SPA di dunia. Begitu juga dengan pulau papua, di pulau ini potensi alamnya sungguh luar biasa. Emas dan aneka tambang lain menjadikan pulau ini incaran para investor untuk menggali potensi yang ada. Sungguh malang, kekayaan alam itu tidak dirasakan oleh pemilik pulau (masyarkat papua). Meraka hanya bisa melihat tanah kelahirannya, di tambang dan kuras abis. Di sisi lain, kehidupan masyarakat tidak pernah ikut menikmatinya. Ketertinggalan dan jauh dari nilai-nilai kesejahteraan. Lalu apa yang harus mereka perbuat??ketika hak asasi nya akan lingkungan dan kehidupan yang layak terpaksa harus terenggut oleh orang luar. Akankah mereka harus diam??

“Marta Tilaar yang terkenal dengan racikan kecantikan herbalnya turut memuji masyarakat bali. Hingga ia akhirnya membuat sebuah buku mengenai SPA (perawatan tradisional menggunakan terapi air), (dalam_koran jawa pos)”

Masih adakah SDA itu?

Beraneka sumber daya alam yang tersebar di seluruh penjuru negara ini apakah masih ada dan tetep terpelihara? Di pulau jawa yang memiliki jumlah penduduk terbesar memberikan perubahan pada potensi sumber daya alam. Alam yang telah ada lebih dahulu dari penduduk kini telah menyusut. Semakin meledaknya yang dasyat jumlah penduduk di suatu kawasan bisa berakibat pada menurunnya kuantitas lingkungan alam. Sebagai contoh, di kawasan pegunungan dan bukit yang dulu masih alami, kini telah berubah fungsi menjadi kawasan perumahan. Semakin ramainya perumahan di areal pegunungan telah mengganggu aktifitas gunung sebagai kawasan penyerapan air. Ketidakmampuan fungsi gunung dan pohon-pohon untuk kawasan penampung air bisa menyebabkan bencana tanah longsor. Ledakan penduduk yang tak teratasi menjadi kendala dalam mempertahankan lingkungan alam. Di satu sisi manusia sangat bergantung pada alam. Untuk makan dan minum semuanya tersedia di alam. Lalu bagaimana jika alam sudah tidak mampu untuk menyediakan kebutuhan untuk kehidupan manusia?. Hal inilah yang kian tampak di seluruh dunia. Ada orang yang kelaparan karena pertaniannya sudah tidak lagi berproduksi. Di daerah lain, ada yang kesulitan air (kekeringan). Mereka harus berjalan menempuh puluhan kilo meter baru bisa menemukan sumber air. Ada juga masyarakat di sekitar pulau yang kesulitan untuk mendapatkan ikan. Ikan menjadi langka. Bisa jadi karena laut sudah tercemar dan dahulu bibit-bibit ikan telah mati karena di bom menggunakan pukat harimau.

Yang lebih ironis lagi, yaitu negara ini yang terkenal sebagai negara kepulauan, namun masyarakatnya jarang sekali merasakan nikmatnya ikan tuna, ikan pari, udang laut, dan ikan besar yang ada di laut. Hasil laut milik sendiri tapi tidak sedikitpun merasakan hasil lautnya. Yang sering kita lihat di masyarakat, hanya mampu mengkonsumsi dengan membeli ikan kecil-kecil (teri, ikan lele, ikan mas). Lalu bagaimana dengan gizi dan kesehatan masyarakat Indonesia? Ikan laut yang memiliki gizi tinggi tidak pernah kita rasakan. Harus merogoh kocek yang banyak untuk bisa menikmati hasil alam sendiri. Kemana hak kami sebagai warga negara?dimana hak kami atas lingkungan alam?. Haruskah menunggu penerus negeri ini sampai kekurangan gizi?gizi buruk dan gizi kurang?akankah kita membiarkan masa depan generasi tidak lagi menikmati gizi tinggi dari hasil alam sendiri?.

“Ada orang yang kelaparan karena pertaniannya sudah tidak lagi berproduksi. Di daerah lain, ada yang kesulitan air (kekeringan). Mereka harus berjalan menempuh puluhan kilo meter baru bisa menemukan sumber air. Ada juga masyarakat di sekitar pulau yang kesulitan untuk mendapatkan ikan. Ikan menjadi langka”.

Atas nama kekuasaan?

Kekayaan sumber daya alam yang melimpah ruah di negara ini adalah hak warga negara. Seperti yang tercantum dalam UUD’45 pasal 33 yang secara umum bumi dan seisinya digunakan untuk kemakmuran rakyat. Sungguh mulianya isi dari UUD’45 itu jika terealisasi dengan baik dan benar. Namun naskah itu hanyalah goresan tinta yang tak mampu protes. Ia hanyalah hasil pemikiran orang cerdas yang peduli pada lingkungan dan warga negara. Sayangnya hasil pemikiran itu telah di biaskan oleh orang yang tidak memiliki ‘pemikiran’. Mereka hanya orang-orang yang mimiliki kekuasaan dan uang. Seolah-olah semua dapat dibelinya. Sehingga bukan mustahil jika terjadi kekacauan di negeri yang kaya raya ini. Kekacauan mulai dari segala lapisan. Berbagai tindak penyelewengan dan tindakan yang terlarang sangat kental sekali marak di negeri ini. Contohnya KORUPSI. Korupsi menjadi sebuah profesi yang banyak di minati oleh orang yang berkuasa dan berduit. Korupsi (dlm bahasa latin, corruption) dalam buku catatan khusus yang diterbitkan KPK (komisi pemberantasan korupsi) yang saya dapatkan di SGM (solo grand mall) sabtu 26 April 2009, diartikan bahwa korupsi adalah rusak, busuk, menggoyahkan, memutarbalikkan atau menyogok. Saat itu KPK sedang mengadakan sosialisasi kepada masyarakat mengenai pemberantasan tindak korupsi. Dalam jargon yang di sampaikannya KPK berpesan : “lihat, lawan dan laporkan”. Dalam buku panduan KPK memaparkan secara rinci mengenai tindakan yang berkorelasi dengan korupsi. Korupsi dan hukumannya.

Kini telah kita saksikan bersama bahwa suatu wilayah yang memiliki potensi alam, namun keadaan penduduknya tidak mengalami perbaikan. Alamnya telah di kuras sampai tak berbekas. Hasilnya sama sekali tidak dirasakan oleh warga sekitar. Kebanyakan hasilnya masuk pada kantong-kantong yang dalam. Kantong yang selalu mengambil jatah orang lain. Haruskah ini terjadi terus-menerus?. Andai saja berbagai tindakan itu secara konsisten masih diaplikasikan di negeri ini, hanya ada kata yang akan terungkap yaitu kehancuran dan disintegrasi.

Titik tolak perubahan

Dalam masa pemilu 2009 yang masih hangat-hangatnya. Kita mungkin selalu di perdengarkan tentang kata perubahan. Perubahan yang di ungkapkan oleh calon legislative dan calon presiden untuk negeri ini. Dari sekian banyak materi perubahan yang di sampaikan secara garis besar bersifat normative. Tidak ada satupun yang mengusung kata perubahan yang sesungguhnya. Perubahan yang diharapkan oleh masyarakat. Bukan perubahan yang hanya muncul dari segelintir orang. Sempat saya berdiskusi dengan teman mengenai sebuah solusi dari permasalahan bangsa ini, dan disini ada sedikit konsep yang kami tawarkan, yaitu :

Pertama: Perubahan yang radikal harus segera dilakukan di negeri ini. Perubahan itu sermisal dalam hal hukum, memberikan sanksi yang tegas bagi pelanggar hukum. Tidak ada lagi kata lobbying. Memberikan hukuman mati bagi pelaku korupsi dan penyelewengan uang negara. Hukum itu harus tetap berada jalurnya. Hukum adat yang masih eksis harus tetap di pertahankan jika masih sesuai dengan hukum positif.

Kedua: Pemetaan wilayah di seluruh Indonesia berdasarkan potensi wilayah yang dimilikinya. Pemetaan wilayah dilakukan untuk pembangunan. Jika suatu wilayah berpotensi dalam pertanian dan perkebunan (atau lainnya) maka yang harus diupayakan adalah keberhasilan pertanian dan perkebunannya. Sehingga tidak boleh lagi ada pembangunan yang ber-sebrangan dengan potensi wilayah.

Ketiga : Menjadikan negara ini sebagai negara Riset. Kita ketahui bahwa banyak ilmuan handal Indonesia yang di beli oleh negara lain. Apakah ini tidak kita pikirkan?.Cara yang di tempuh yaitu dengan mengumpulkan ahli-ahli riset (ilmuan) seluruh Indonesia untuk berinovasi dalam melakukan eksperimennya sehingga menemukan karya ilmiah yang dapat berguna bagi masyarakat dan negara. Dengan begini maka bangsa ini bisa mandiri dan memiliki ilmuan-ilmuan yang handal. Sebab selama ini hanya politisi yang lebih banyak menguasai seluruh peranan penting. Padahal meraka hanya bisa bermain kata-kata.

Keempat : Menciptakan Tata ruang kota yang ramah lingkungan. Jangan seperti ibukota Jakarta yang sudah kacau balau (jangan di tiru). Penataan kota yang ramah lingkungan guna memberikan kenyamanan masyarakat. Menyukseskan ruang terbuka hijau. Menciptakan transportasi menggunakan trem (transportasi kereta api di dalam kota) (red_jangan busway).

Kelima : Mengupayakan penerapan teknologi informasi. Teknologi informasi di seluruh lapisan pemerintahan untuk mempercepat proses kegiatan.

Keenam : Menyukseskan pendidikan berbasis realitas. Pendidikan yang dimaksud adalah pendidikan yang selalu mengikuti perkembangan jaman. Pendidikan yang memperlajari realitas kekinian. Sehingga terlahir generasi penerus yang siap untuk berkumpul di kancah masyarakat dan mampu menjawab semua persoalan bangsanya. Sebab yang kini kita saksikan adalah pembelajar yang hanya bisa mengerjakan soal-soal ujian saja. Sehinnga mereka tidak mampu untuk menjawab realitas yang sedang terjadi. Disamping itu pula, menciptakan pendidikan bisnis di Indonesia. Untuk menciptakan pengusaha-pengusaha muda handal. Dengan begitu tidak ada lagi pengangguran terdidik.

“Menjadikan negara ini sebagai negara Riset. Kita ketahui bahwa banyak ilmuan handal Indonesia yang di beli oleh negara lain. Apakah ini tidak kita pikirkan?.Cara yang di tempuh yaitu dengan mengumpulkan ahli-ahli riset (ilmuan) seluruh Indonesia untuk berinovasi dalam melakukan eksperimennya sehingga menemukan karya ilmiah yang dapat berguna bagi masyarakat dan negara”

Dalam suatu suatu perubahan mesti ada segelintir orang yang menolaknya. Dalam hal ini orang itu dinamakan dengan resisten. Orang yang menolak perubahan dipengaruhi oleh beberapa factor diantaranya, a). mereka sudah terbiasa (kebiasaan) melakukan sesuatu yang lampau, biasanya mereka cenderung untuk bertahan dengan kebiasaannya itu b). mereka sudah berada dalam zona aman, sehingga jika mereka di ajak untuk berubah (keluar dari kotak) akan menolaknya dengan alasan, mereka akan mengalami kesulitan c). Mereka tidak mengetahui arti penting perubahan. Untuk menyukseskan tercapainya perubahan yang telah di rencanakan maka harus di ikuti oleh semua orang yang ingin berubah. Artinya, antara pemimpin dengan bawahannya sudah memiliki kesamaan misi, yaitu berubah. Perubahan yang baik atau tidak sama sekali.

Post a comment or leave a trackback: Trackback URL.

Comments

  • tiyoe  On October 14, 2009 at 1:44 am

    Hmm, maksudnya trem (kereta api dalam kota) maksudnya gimana nih? kereta listrik atau kereta api??? hati-hati lho salah ketik bisa salah arti, kalo kereta Listrik its oke tapi perhatikan juga kerapian kabel yang mungkin malah berbahaya bagi kota dan merusak pemandangan kota, bisa dikaji ulang tuh.

    “red_jangan busway”, ada apa dgn busway? mencuri space jalan kah? atau masalah polusi? btw yang saya tahu BRT majoring berbahan bakar gas, dan sejauh ilmu saya bahan bakar ini jauh lebih hemat dan ramah lingkungan, hmm, salam kenal….🙂

    • HENRY RYU  On October 15, 2009 at 1:25 pm

      utk trem pke listrik atuh bos,tp ad jg yg msh bahan bkar batu bara. msalh litsrik mah tu teknis, asal udh di rencanakan dgn desain yg baik, mengenai penempatan kabel dan pengaturan mah pst ga ad msalh, yg km liat mengenai kbel yg berserakan di udra tu kan krn ga ad perencaan jngka panjang.yah jd sperti itulah jdnya..kble2 bertumpuk2. sbnrnya untuk urusan kbel bs di tanam di bawah tanah…byk permasalahan yg ad dgn adnya bus way, slain hal teknis tntang bhan bakar,lo liat ja kondisi di jkrta.lo amati bener2 deh, kn lo suka mengamati sesuatu yg menarik tow?cbalah lgsng ke realitanya.smga ilmu yg lo dpt bsa sesuai dgn realita.oia klo udh ad jawabnya jgn lupa ksh tau…hehehe thks..lm knl jg bos…oia cba jg lo bndingin dgn trem?lo bnyangin dan lo hayati deh,,mga terinspirasi

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: