Kearifan lokal yang tergerus jaman!!

oleh Henry [green]

Terinspirasi dari pulau dewata yang masih  peduli pada alamnya melalui kearifan lokalnya, tp disini di jawa, yang terjadi malah sebaliknya.

Cucu, coba liat pohon besar itu, disana tidak ada orang yang berani menebang pohon besar itu, kata kakek. Kenapa tidak ada yang berani menebang pohon besar itu mbah? ‘dalam hatiku bertanya-tanya’. Tidak lama kemudian kakek melanjutkan pembicaraannya tadi, pohon besar itu merupakan pohon kramat (pohon yang di anggap memiliki kekuatan mistis), sehingga tidak ada seorang pun yang berani menebangnya. Hampir setiap hari, masyarakat desa ini meluangkan waktu untuk memberikan sesaji pada pohon. Jika ada  acara pernikahan di desa, terdapat ritual untuk kedua mempelai yaitu berputar mengelilingi pohon besar itu. Acara ini dianggap oleh masyarakat setempat sebagai rangkaian dari pernikahan. Mereka meyakini ritual itu adalah bagian dari hidupnya yang telah ada sejak lama di lingkungannya.

https://henryaja.wordpress.com/wp-includes/js/tinymce/plugins/wordpress/img/trans.gifHingga saat kini masih ada ritual semacam itu. Masyarakat masih setia untuk mengikuti adat istiadatnya. Lalu apa di balik cerita ini? Mungkin bagi kita cerita itu hanyalah tanpa makna dan hal yang biasa saja. Tapi, tanpa disadari cerita ini memiliki makna yang mendalam.Pohon besar yang di percayai memiliki kekuatan mistis bagi masyarakat, ternyata juga berfungsi untuk keseimbangan lingkungan. Menurut logika, pohon besar yang berkayu keras dan memiliki daun yang rimbun mampu menyangga air tanah.  Air tanah itu akan tetap ada di dalam tanah. Maka selama pohon itu ada di tengah-tengah masyarakat, tidak akan kekurangan air tanah. Pohon juga berfungsi sebagai penghasil oksigen. Oksigen inilah yang dibutuhkan oleh manusia untuk bernapas. Ketika siang hari yang terik, kita akan merasakan sejuknya oksigen saat berada di bawah pohon. Tidak hanya manusia yang menikmati manfaat dari pohon. Burung-burung pun senang tinggal di pohon. Mereka berkicauan seakan sedang menyayikan lagu merdu bagi alam.

Pohon besar yang di percayai memiliki kekuatan mistis bagi masyarakat, ternyata juga berfungsi untuk keseimbangan lingkungan. Menurut logika, pohon besar yang berkayu keras dan memiliki daun yang rimbun mampu menyangga air tanah.

Tradisi peduli lingkungan

Dalam lingkungan masyarakat terdapat norma-norma yang berlaku. Salah satunya yaitu norma yang tidak tertulis yang lebih sering di sebut hukum adat. Norma itu merupakan suatu kesepakatan bersama diantara sesama masyarakat yang berfungsi untuk mengatur dan menjaga hubungan bermasyarakat yang harmonis. Tiap-tiap anggota maupun kelompok masyarakat wajib untuk mentaati hukum adat. Sebagai contohnya yaitu mengenai keberadaan pohon besar di desa. Dalam hukum adat mengatur bahwa tidak ada seorangpun yang diperbolehkan untuk mengganggu keberadaan pohon. Dengan kata lain, sifat dari hukum adat ini mengikat masyarakat. Gangguan yang dimaksud adalah penebangan pohon ataupun merusak keasliannya. Keberadaan hukum adat sangat signifikan dalam menciptkan keserasian masyarakat dengan lingkungan alam. Dengan adanya larangan untuk menebang pohon membuat lingkungan desa menjadi tetap harmonis dengan alam.

Dalam lingkungan masyarakat terdapat norma-norma yang berlaku. Salah satunya yaitu norma yang tidak tertulis yang lebih sering di sebut hukum adat. Norma itu merupakan suatu kesepakatan bersama diantara sesama masyarakat yang berfungsi untuk mengatur dan menjaga hubungan bermasyarakat yang harmonis

Bagi masyarakat desa yang tinggal dekat dengan kali telah terbiasa dengan tradisi bersih desa.  Menjalankan ritual untuk kebersihan lingkungan seperti bersih-bersih kali, menanam pohon di halaman dan sekitar kali. Tradisi ini sangat kental dengan kepedulian lingkungan. Kebersihan kali/sungai selalu terjaga. Sungai yang senantiasa bersih tidak akan terjadi musibah banjir. Sebab jika kita menilik bencana banjir yang terjadi belakangan ini dikarenakan telah lunturnya tradisi masyarakat dalam menjaga sungai. Sungai sudah tidak lagi di rawat. Banyak sampah yang harus berebut tempat untuk memenuhi sungai. Kondisi inilah yang kerap kita jumpai di keseharian. Curah hujan yang tinggi tidak akan menimbulkan banjir jika kondisi sungai bersih dan terawat. Begitu pula dengan pohon dan tanaman lain yang masih ada di sekitar sungai. Keberadaan pohon-pohon besar turut berperan dalam menyerap air permukaan (run off). Sehingga air hujan yang turun ke bumi dapat langsung meresap ke dalam tanah.

Kembali pada akar tradisi masyarakat

Untuk masa kini  banyak orang yang menilai bahwa tradisi masa lalu merupakan  tradisi yang kuno dan tradisional. Tradisi yang tidak lagi pantas untuk diterapkan dalam kehidupan yang serba modern. Tapi bagaimana keadaan masa kini yang notabene telah dicanangkan sebagai era postmodern. Jaman yang telah melahirkan suatu kehidupan yang hedonisme, egosentrisme dan individualistik, Banyak yang menuntut ke’aku’annya daripada keselarasan dan keseimbangan. Lingkungan alam yang dulu diperhatikan kini tidak ada lagi yang peduli. Kerusakan demi kerusakan lingkungan semakin memperihatinkan. Bencana alam selalu saja menghantui. Banjir selalu menjadi langganan tahunan. Kekeringan dan tanah longsor melanda di berbagai daerah-daerah. Padahal sebelumnya daerah itu tidak pernah terjadi bencana. Tapi kini semua berubah. Semenjak mulai terlupakannya tradisi masa lalu.

Tak ada salahnya jika di era yang modern ini kita kembali pada akar tradisi masyarakat. Tradisi yang mampu  membawa masyarakat pada taraf keseimbangan. Keseimbangan kehidupan antara manusia dengan lingkungan alam. Seperti halnya perilaku masyarakat yang menjaga pohon-pohon agar tidak ditebang. Membersihkan sungai secara berkala dan bergotong-royong dengan warga. Bertani dan bercocok tanam dengan menggunakan  pupuk organik (alam). Tradisi inilah yang akan membuat kondisi lebih baik. Tidak ada lagi yang dirugikan. Alam menjadi sahabat bagi setiap orang. Untuk jangka waktu yang panjang berharap tidak ada lagi kerusakan dan bencana. Karena lingkungan alam telah terjaga baik dan mampu memberikan kontribusinya bagi kehidupan manusia.

Post a comment or leave a trackback: Trackback URL.

Comments

  • Mike  On March 2, 2009 at 7:41 pm

    Just passing by.Btw, you website have great content!

    ______________________________
    Don’t pay for your electricity any longer…
    Instead, the power company will pay YOU!

    • HENRY RYU  On March 3, 2009 at 2:55 am

      thks mike for ur comment…i hope better for life. 4 all..one of efforrt to be environment sustainable. support me to be save our environment anywhre..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: