RECYCLE

Film Pendek (short Movie) dengan judul “RECYCLE”

(Lucu, mendidik, Bermafaat dan istimewa)

‘oleh henry ’green’

‘secuil karya dari kami untuk lingkungan’

http://indosatshortmovie.com/?ad=v&d=431

Prologue film

Kita mungkin terlalu asik dengan kebiasaan untuk menggunakan sesusatu yang sekali pakai contohnya kertas. Kertas sering kita gunakan untuk menulis atau mencetak suatu tulisan. Tanpa kita sadari bahwa kertas merupakan barang yang sangat berharga. Butuh banyak yang dikorbankan untuk bisa menghasilkan selembar kertas. Anda mesti mengetahui bagaimana selembar kertas itu dibuat. Sayangnya, kadang pengetahuan kita tentang arti/makna dari kertas kurang dipahami secara mendalam. Mungkin juga karena ini adalah bukti kesalahan metode pembelajaran kita selama mengenyam pendidikan. Dalam pendidikan yang pernah kita kenal dan jalani, hanya sebatas hafalan dan sambil lalu saja. Pendidikan kita terlalu banyak / overload dalam hal teori dasar. Ribuan mata pelajaran di cekokin’ ke anak didik, untung saja tidak sampai muntah2. Bisa di bayangin kan kalo sampe muntah.

Padahal sebenarnya kita bisa mengambil konsep yang di boomingkan oleh Richard Koch (penulis buku d’ 80/20 principle). Richard Koch dalam tulisannya mengatakan bahwa untuk mendapatkan lebih banyak yaitu dengan melakukan lebih sedikit (fokus). Maksudnya, kita dalam belajar sebaiknya fokus pada hal-hal yang benar-benar penting sehingga kita lebih mengetahui yang kita pelajari secara menyeluruh (detail). Bukan dengan cara-cara yang banyak (mempelajari semua pelajaran/mata kuliah) tapi kita hanya mendapatkan sedikit pengetahuan (dasarnya/basicnya saja). Maka jangan heran jika output yang di dapat hanya sebatas robot yang hanya tau sesuai dengan teks book. Mereka adalah segelintir orang yang sukanya sistematis, dan kurang menghayati makna di balik yang ia pelajari ataupun ia lakukan. Pastinya Anda mengetahui karakteristik seorang robot. Ia hanya bertindak sesuai dengan stimulus yang sudah di program di dalam memorinya. Robot tidak bisa memilah yang mana yang baik dan mana yang buruk.

“Richard Koch dalam tulisannya mengatakan bahwa untuk mendapatkan lebih banyak yaitu dengan melakukan lebih sedikit (fokus). Maksudnya, kita dalam belajar sebaiknya fokus pada hal-hal yang benar-benar penting sehingga kita lebih mengetahui yang kita pelajari secara menyeluruh (detail). Bukan dengan cara-cara yang banyak (mempelajari semua pelajaran/mata kuliah) tapi kita hanya mendapatkan sedikit pengetahuan (dasarnya/basicnya saja)”.

Indonesia telah banyak masyarakat yang terdidik, tapi sayang kulitasnya tidak jauh beda dengan robot. Mereka kurang peka terhadap situasi dan kondisi yang sedang terjadi di sekelilingnya. Mereka hanya peduli pada nasib dirinya sendiri dan dirinya sendiri. Maka jangan heran jika bangsa ini selalu tertinggal dari negara tetangganya. Kita terlalu meremehi pengetahuan (science). Maka tidak heran jika ada kasus jual beli pengetahuan ‘ alias’ ijasah. Maklum mereka kan senang dengan julukan sebagai robot. Heehehehee

Waduh jadi ngomong kemana-mana neh….hehehehehee……….

Maklum otak ku sering terdistorsi sesuatu yang tidak penting… Oke…kita fokus pada inti dari film pendek : “Recycle”

Dalam film recycle bercerita tentang orang yang hobi membaca Koran. Ia membaca Koran itu di halte, ia membuka koran itu halaman demi halaman. Sampai pada akhirnya ia selesai membacanya. Ia menoleh ke kanan untuk memastikan bis yang ditunggunya sudah datang. film ini menyoroti tentang perilaku yang positip dan negatip. Perilaku yang menonjol yaitu orang yang senang membaca Koran. Tapi ada sisi negatifnya, ia membuang koran itu setelah ia selasai membacanya. Ia lupa jika koran itu bisa di daur ulang (recycle). Untung saja ada orang lain yang mengambil koran yang telah di buang di sekitar halte. Koran itu di bawa kerumahnya. Sesampainya di rumah, ia memodifikasi koran tadi untuk di buat menjadi sesuatu yang berguna/ bermanfaat untuk keseharian. AHAAAA EUREKA. Ia berhasil menemukan ide untuk membuat tas dari koran. Lalu ia bereksperimen untuk mencari pola yang tepat untuk sebuah tas. Tidak lama kemuadian ia berhasil membuat tas dari koran. Tas yang menarik dan amat langka sekali. Karena selama ini belum ada tas yang terbuat dari kertas koran. Tas itu kemudian di pakai untuk berbelanja, kuliah, sekolah ataupun untuk pesta. Saat di pusat berbelanjaan. Ia membeli sebuah kain. Ketika penjual ingin memasukkan kain ke dalam kantong plastic. Ia menolaknya. Lalu ia masukkan kain yang dibelinya ke dalam tasnya tanpa kantong plastic. Hal ini menunjukkan cara berbelanja yang bijak dan memahami tentang lingkungan sekitar. Ia telah menggunakan tas daur ulang (recycle) dan menolak menggunakan kantong plastic.

Anda bisa berpartisipasi sebagai voter atas film pendek “recycle”. Voter dan komentator terbanyak akan berpeluang mendapatkan hadiah dari Indosat. Masing-masing ada 3 pemenang komentator terbaik mendapatkan handphone dan voucher 500 rb. Dan ada 1 orang pemenang lucky voter (poller) mendapatkan 1 handphone dan voucher sebesar 500rb.

Cara berkomentar dan voter untuk film pendek recycle sebagai berikut:

1. Klik di browser anda http://indosatshortmovie.com/?ad=v&d=431

2. Kemudian klik VOTER FILM

3. Registrasi (mengisi form yang telah tersedia) Jika sudah mengisi klik REGISTER

4. Lalu LOGIN (di isi sesuai dengan nickname dan password yang sudah di buat di form registrasi)

5. Klik MENU GALERI dan pilih film “RECYCLE”

6. Lalu klik VOTE FILM INI (RECYCLE)

7. SUBMIT (SETUJU)

8. Jika anda ingin mengisi komentar, klik menu komentar, lalu tulis komentar anda

9. Jika sudah selasai vote dan komentar jangan lupa sign off

Post a comment or leave a trackback: Trackback URL.

Comments

  • wayan  On January 23, 2009 at 12:06 pm

    wah model mu keren yu,,he he!!!sukses wae lah

    • HENRY RYU  On January 24, 2009 at 3:59 am

      ok brooo….hehehehe..mantab kan..modelnya dah lolos sleksi..jd yg terpilih dy..=))

  • L.B.P  On January 26, 2009 at 2:14 pm

    salut untuk usahanya…tapi prolog yang aneh, seperti onani sebuah opini…tapi sukseslah….

  • HENRY RYU  On January 27, 2009 at 6:45 am

    ok bos thks…soal prolog,,,bukan onani bos tp masturbasiiiiiii…hehehehe…

  • Gemblink  On February 16, 2009 at 3:36 pm

    woi bro bikin film ga ngomong2..kan bisa bantu…

    suksek filmnya semoga juara

    • HENRY RYU  On February 18, 2009 at 7:54 am

      wah sori bro…gw lupa ngomong2 lo..coz waktunya jg agak mempet…jd gw nyoba bwt dgn crew yg terbatas jg sih..klo ad lomba lg/festifal film pdek ntr gw kabrin deh…oke….

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: