Kado tahun baru (2009) : masalah ekonomi, korupsi, pendidikan dan lingkungan yang tidak pernah usai!!!!

oleh : henry ‘green’

‘selamat data tahun baru 2009, untuk negriku smga bisa lebih baik dari tahun kemaren’,

Tahun 2008 mungkin tinggal menghitung hari karena akan segera berakhir. Tahun 2008 berganti dengan tahun 2009. Ada apa ditahun 2009 mendatang?. Sebelum melihat kedepan tidak ada salahnya kita mencoba menilik kondisi dan permasalahan yang ada di belakang (tahun 2008). Hal ini bisa menjadi pelajaran berharga bangsa agar mampu memprediksi kemungkinan yang terburuk dan terbaik yang akan terjadi kedepanya. Sejarah masa lalu mungkin saja berulang pada masa yang akan datang. Kita melihat fenomena yang belakangan ini terdengar kuat di telinga dan menggetarkan perekonomian. Kondisi itu merupakan krisis financial global yang cukup menyita perhatian seluruh bangsa di dunia. Krisis ini bermula dari negara adi daya (Amerika) akibat dari kasus kredit macetnya (subprime mortgage) yang mengakibatkan ekonomi terpuruk. Imbas dari krisis financial itu meluas ke seluruh negara di dunia. Hal ini adalah kado dari globalisasi dan kapitalisasi. Dimana semua diserahkan pasar dan bersaing untuk menggapai keuntungan setinggi-tingginya. Yang kuat dialah yang menjadi pemenang.

Bagaimana nasib negara dunia ketiga??Indonesia bisa dibilang sedang berusaha membangun. Setelah sebelumnya pernah dilanda krisis moneter yang berkepanjangan. Namun belum berhasil membangun ternyata masalah krisis kembali menimpa.Untungnya perekonomian Indonesia masih kuat ditopang oleh sector ril yang masih mampu bertahan. Sempat banyak kalangan masyarakat yang mengakhawatirkan akan terjadinya krisis moneter seperti tahun 1998. Kekhawatiran itu hingga saat ini masih belum terjadi. Semoga saja tidak terjadi. Meskipun ada pula perusahaan eksportir yang harus menanggung kerugian akibat negara tujuan ekspor membatalkan pembelian secara sepihak. Perusahaan yang paling terpukul akibat krisis global ini antara lain agroindustri, tekstil, otomotif, perkayuan. Seperti diketahui kondisi pemasukan perusahaan sangat bergantung pada kuantitas ekspor. Jika perusahaan mengalami kemacetan ekspor maka terjadi penurunan pemasukan. Perusahaan mengambil sikap dengan melakukan PHK dan merumahkan sebagian karyawanya. Seperti yang diberitakan suara pembaruan daily, sekitar 1.000 pekerja di Sumatera Utara (Sumut) mulai dirumahkan dan sebagian di-PHK, di Bekasi, Jawa Barat, dilaporkan sedikitnya 3.000 pekerja terkena PHK. Hingga kini, 81 perusahaan mengalami kesulitan pembiayaan.

Menurut Joseph E. Stiglith peraih nobel ekonomi mengatakan bahwa dia telah memprediksi krisis global yang terjadi saat ini. Menurutnya, sebelum krisis global ini telah terjadi krisis sebanyak 100 kali di amerika. Hanya saja krisis yang sering terjadi di amerika tidak sebesar ini. Krisis global ini membuktikan kesengsaraan bagi negara penganut sistem kapitalis dan pengekor amerika serikat. Bagi Indonesia krisis yang melanda kali ini bukanlah yang pertama, tahun 1998 negara ini sempat merasakan krisis moneter. Krisis finansial global kali ini masih bisa kembali pulih pada kisaran 2-5 tahun mendatang. Hal yang tidak kalah krisisnya yaitu krisis lingkungan. Lingkungan tempat kita hidup ternyata sudah mengalami krisis. Maka tidak heran bila tiap tahunnya bangsa ini selalu dihadiahi oleh bencana. Bencana alam seperti banjir, longsor menjadi agenda rutin tahunan negara ini.

Tahun ini (2008) bencana banjir bukan hanya melanda jakarta yang notabene kota banjir. Meluapnya kali ciliwung dan rob di wilayah muara baru menambah luas area banjir di Jakarta. Banjir berhasil meluas ke wilayah tetangga Jakarta yaitu Bandung,Jawa Barat. Dalam kompas.com (5 des 2008) menyebutkan lebih 4.000 rumah warga di Desa Cangkuang Wetan, Pasawahan, Dayeuhkolot dan Cibodas terendam banjir. Di wilayah sumatera yaitu aceh juga ikut diterjang banjir. Dalam laporan Antara.co.id (1 Des 2008) melaporkan ‘banjir akibat meluapnya sungai terus meluas melanda sejumlah kecamatan di Kabupaten Aceh Selatan, Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam (NAD) dengan ketinggian air mencapai berkisar antara satu sampai dua meter merendam pemukiman penduduk wilayah itu’. Kondisi lumpur lapindo hingga kini juga masih belum ada penyelesaian. Nasib korban lumpur yang harus tinggal di pengungsian dengan kondisi yang memperihatinkan. Di bawah tenda-tenda dan kios pasar yang dipakai untuk tempat tinggal sementara.

Kearifan local masyarakat dan bangsa
Tahun 2009 merupakan tahun yang penuh dengan tantangan dan keprihatinan. Indonesia harus bisa mengatasi krisis global yang sedang melanda seluruh negara dunia. Krisis ini berujung pada maraknya perusahaan yang merumahkan dan mem-PHK karyawan. Kondisi itu menyumbang jumlah penganguran di Indonesia. Begitu pula dengan angka kemiskinan yang terus bertambah. Di samping itu ada juga masalah rusaknya lingkungan di berbagai daerah yang berujung pada banjir dan tanah longsor. Ketua Apindo (Asosiasi Pekerja Indonesia), Sofyan Wanandi memprediksikan bahwa sekitar setengah juta sampai satu juta pekerja akan kehilangan pekerjaannya sepanjang tahun 2009 (tempointeraktif, 08 Desember 2008). Bentuknya antara lain dengan pemecatan, kontrak yang tidak dilanjutkan dan perumahan karyawan. Dalam hal ini presiden dan wakil presiden juga berkomentar mengenai kondisi di tahun 2009. Presiden Yudhoyono di Kantor Presiden, Jakarta, mengatakan, tahun 2009 bukan tahun yang normal. ”Kebijakan, langkah, dan tindakan kita haruslah menganut pada manajemen krisis agar dampak resesi tercegah dan perekonomian terselamatkan. Butuh kecepatan, ketepatan, dan sinergi di antara kita semua’. Sedangkan menurut Wapres (JK), karena krisis, beberapa target pencapaian meleset, terutama penurunan jumlah utang, jumlah penganggur, dan jumlah rakyat miskin (kompas.com 15 Desember 2008).

Bangsa Indonesia telah terkenal dengan bangsa yang besar. Bangsa yang memiliki banyak kekayaan alam dan sumber daya manusia yang beragam. Potensi alam yang ada di laut dan di darat harus bisa dijaga dan dimanfaatkan untuk kemakmuran dan kesejahteraan rakyat Indonesia. Keprihatinan akan permasalahan bangsa yang sedang melanda akhir tahun dan tahun depan (2009) perlu di sikapi dengan pengorbanan. Pengorbanan yang berarti sikap peduli terhadap permasalahan bangsa. Peduli pada lingkungan alam (darat dan laut) dan peduli pada nilai luhur masyarakat. Apa jadinya negara ini jika masyarakatnya tidak ada yang peduli pada lingkungannya?Mungkin mereka akan kehilangan banyak kesempatan. Kesempatan seperti yang sedang terjadi pada bangsa Indonesia adalah kesempatan untuk kembali pada nilai-nilai budaya bangsa dan mengupayakan penguatan nasional. Nilai-nilai budaya Indonesia mungkin telah lama tidak diperhatikan. Maka saatnya merajut kembali budaya bangsa dari sabang sampai marauke. Dengan kata lain, segala sesuatunya bertumpu pada kapasitas local. Seperti halnya dengan adat istiadat, kerajinan tangan, tarian tradisional dan pertanian. Dengan begitu maka masyarakat yang sedang dilanda kepanikan oleh krisis yang tidak menentu menjadi bisa mandiri. Kekuatan kapasitas bangsa yang lain yaitu, mengupayakan sector ril (eksportir) untuk beralih pada pasar local. Perusahaan seperti perkebunan, elektronik, kertas dll dituntut untuk memproduksi bahan baku menjadi barang jadi kemudian dipasarkan ke dalam negeri sendiri. Yang terakhir yang tidak kalah pentingnya yaitu menjunjung tinggi pola hidup sederhana. Baik masyarakat maupun pemerintah harus bisa prihatin dengan kondisi bangsa yaitu dengan menerapkan hidup sederhana. Indikator dari hidup sederhana yaitu menabung untuk jangka panjang, tidak konsumtif, tidak berlebih-lebihan dalam memenuhi kebutuhan dll. What I need, not what I want, prinsip hidup sederhana!!

Post a comment or leave a trackback: Trackback URL.

Comments

  • vevelove  On April 2, 2009 at 6:15 am

    gak ada datanya yaaa>>

    • HENRY RYU  On April 6, 2009 at 5:48 am

      alo ratu pisces…emg km btuh data mengenai pa???data yg aq dpat dri kompas.com,tempointeraktif, aj jg dr buku..

  • Anonymous  On October 22, 2009 at 3:45 am

    xcfvcfv

  • agus walle  On May 28, 2011 at 3:46 am

    maafkanlah kami ada yang bisa batu kah?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: