KRISIS KEUANGAN GLOBAL, tidak perlu di takuti!!

By henry’green’

di tulis saat suhu kamar tidur terasa panas sama dengan suhu kamar bumi yang makin panas

Bermula dari kredit macet bisnis perumahan, terjadilah krisis financial yang mengemparkan dunia. Kasus subprime mortgage, merupakan kredit perumahan yang beresiko tinggi hingga mengakibatkan krisis ekonomi di amerika. Awalnya, tahun 2002 bisnis perumahan di Amerika memang sangat menggiurkan. Orang yang berbisnis ini bisa langsung kaya mendadak. Tidak heran jika para investor dunia berlomba-lomba melirik di bisnis perumahan AS. Harga rumah awalnya sangat murah, kemudian di tahun berikutnya harga rumah menjadi mahal, di saat itulah banyak pemilik rumah yang menjual rumahnya untung mengambil profit. Sayangnya bisnis kredit perumahan ini mulai tidak sehat. Subprime mortgage mulai menaikkan bunga cicilan kepada para investor/pemilik rumah. Sehingga pemilik rumah tidak mampu untuk membayar surat utang. Pada akhirnya tidak ada lagi arus uang yang berputar. Dampak dari kredit macet perumahan itu baru terasa pada saat ini (2008). Kesalahan fatal tersebut mengakibatkan Krisis ekonomi yang mengemparkan dunia.

Saham lehman brother’s bangkrut, disusul oleh lembaga financial AIG (American International Group), Freddie mac & fannie mae, meryll lins mengalami krisis. Lembaga keuangan itu merupakan lembaga besar di amerika serikat, sehingga pemerintah berusaha membantu agar tidak bangkrut. Agar lembaga keuangan itu tidak kolaps maka pemerintah memberikan bantuan/dana talangan (bailout) yaitu sebesar $ 700 miliar. Dana talangan itu tidaklah sedikit jika di konversikan ke dalam rupiah menjadi 6500 triliun. Besarnya dana talangan itu 10 kali lebih besar dibandingkan dengan talangan yang diberikan pemerintah Indonesia saat krisis moneter terjadi. Bisa dibayangkan begitu parahnya krisis ekonomi di amerika. Seluruh negarapun mau tidak mau menerima imbasnya. Bailout yang diputuskan oleh pemerintah amerika pada mulanya tidak di setujui oleh kongres. Hanya beberapa persen saja yang sepakat atas kebijakan pemerintah. Namun setelah mengalami sedikit revisi, akhirnya DPR (house of representative) menyetujuinya. Jika tidak segera dilakukan suntikan dana segar, dalam waktu dekat krisis ekonomi amerika semakin menjadi parah. Meskipun suntikan dana segar itu hanya efektif untuk mengatasi kekacauan ekonomi dalam waktu pendek. Untuk kisaran 2 tahun ke depan amerika masih di dera krisis.

“Agar lembaga keuangan itu tidak kolaps maka pemerintah memberikan bantuan/dana talangan (bailout) yaitu sebesar $ 700 miliar. Dana talangan itu tidaklah sedikit jika di konversikan ke dalam rupiah menjadi 6500 triliun. Besarnya dana talangan itu 10 kali lebih besar dibandingkan dengan talangan yang diberikan pemerintah Indonesia saat krisis moneter terjadi”

Saham Wall Street selalu dibuka negative, Dow Jones terjun bebas

Jatuhnya saham wallstreet dan DJI di karenakan perekonomian amerika yang kian memburuk. Pemerintah amerika telah melakukan bailout kepada perbankan dan perusahaan financial yang bermasalah namun belum mampu mengatasi krisis yang sedang terjadi. Di pasar modal Dow jones terjun bebas dari level 13.000 hingga menyentuh level 8000. Merosotnya bursa saham DJI hingga 700 point atau melemah 10%. Anjloknya DJI membuat bursa saham dunia mengalami kehancuran. Saham di asia, hangseng (HIS) Nikkei (SSI) dan kospi (KSP) rata2 melemah hingga 20%. IHSG tidak mau ketinggalan terkena imbasnya yaitu jatuh hingga 22%.

Jatuhnya saham yang sangat tajam telah membuat investor merugi. Keadaan ini berujung pada kepanikan para investor untuk menjual sahamnya. Investor merasa lebih aman jika sahamnya kembali di uangkan. Belakangan ini diketahui ada sebagian investor yang melakukan short sell. Aksi short sell yang demikian sangat genjar dilakukan oleh investor. Motifnya tidak alain adalah untuk mencari keuntungan. Waluapun keuntungan yang di raup tersebut telah membuat pasar menjadi tidak stabil. Maka di amerika telah melarang tindakan short sell. Selain membuat pasar menjadi tidak stabil, tindakan itu juga merugikan keuangan Negara.

Pasar saham yang sedang bergejolak seperti inilah yang menurut George soros merupakan sebuah peluang untuk mendapatkan banyak uang. Soros menerapkan metode ini dengan asumsi bahwa harapan orang terhadap sesuatu tidak selalu sama dengan kenyataan yang terjadi. Sehingga ia pernah meraup keuntungan $ 1 miliar dari bank of England yang merugi. Mungkinkah saat-saat ini soros kembali melakukan aksinya?.kita liat saja nanti.

Krisis lingkungan lebih parah

Ada yang lebih parah dan menghawatirkan dari krisis ekonomi global yang melanda dunia. Krisis itu bernama krisis lingkungan. Tapi mengapa semua orang melupakannya?padahal tidak sedikit dana yang akan di keluarkan untuk mengembalikan kondisi lingkungan yang rusak parah. Kerusakan hutan yang kian menggila telah mengakibatkan bencana alam, kemiskinan, kekeringan dan kelaparan. Pembukaan lahan baru untuk perkebunan seperti kelapa sawit dan karet telah menghancurkan hutan alam. Pemburuan terhadap satwa langka juga turut mengahantui. Semua telah berulah kepada pengrusakan dan saat-saat inilah hasil dari ulahnya. Dana bantuan yang dikeluarkan pemerintah amerika sebesar $700 milliar untuk menyuntik lembaga financial merupakan dana yang sedikit. Kerusakan hutan, laut dan kotornya udara tentu memerlukan biaya yang lebih besar dari bailout tersebut. Namun kita tidak pernah memikirkannya?. Krisis ekonomi masih bisa pulih kisaran 2-5 tahun. Lalu bagaimana dengan krisis lingkungan?, apakah dalam waktu 5 tahun bisa pulih kembali?. Inilah tantangan kita untuk memikirkannya dan berjuang untuk memperbaikinya.

“Ada yang lebih parah dan menghawatirkan dari krisis ekonomi global yang melanda dunia. Krisis itu bernama krisis lingkungan. Tapi mengapa semua orang melupakannya?padahal tidak sedikit dana yang akan di keluarkan untuk mengembalikan kondisi lingkungan yang rusak parah”

Pertemuan Negara di dunia yang dilangsungkan di Bali belum lama ini untuk membahas tentang perubahan iklim nampaknya belum membawa dampak positip. Reaksi dari Negara-negara atas kerusakan lingkungan hanya sebatas keprihatinan. Padahal bukti kerusakan lingkungan telah terjadi sejak lama. Dampaknya telah nyata saat ini. Perubahan iklim di Indonesia adalah bukti nyata bahwa lingkungan telah rusak. Pada 5 atau 10 tahun silam musim hujan dan musim kemarau masih bisa di prediksi dengan tepat oleh badan meteorology dan geofisika. Namun tidak untuk saat ini. Musim hujan dan kemarau datang dan pergi tidak bisa di prediksi. Musibah banjir kini telah merambah ke Negara maju. Kota Virginia dan Iowa di amerika belum lama ini kebanjiran. Banyak pemilik rumah yang mengungsi dan harus merelakan rumahnya terendam banjir. Banyak pemilik rumah yang menderita kerugian karena telah kehilangan rumah mereka. Kerugian dari bencana lingkungan itu tentunya jika di perhitungkan lebih besar dari pada krisis ekonomi.

Membayar mahal kerusakan lingkungan

Menurut Hillary F. French, nasib anda ditentukan oleh udara yang anda hirup. Udara yang telah tercemar merupakan salah satu pembunuh ‘nomor satu di dunia’. Ternyata tidak selamanya bernapas menjadi gratis. Ketika udara yang kita hirup telah tercemar maka harus membayar mahal sakit yang akan di derita. Di amerika serikat, menurut Environmental Protection Agency (EPA) mengatakan sekitar 150 orang amerika tinggal di daerah dengan udara yang dianggap tidak sehat. Menurut American Lung Assosiation (perhimpunan paru-paru dunia) Udara yang tidak sehat itu telah mengakibatkan kematian sebanyak 120.000 jiwa tiap tahunya.

Sama halnya dengan Negara uni soviet dan Negara eropa timur yang mengalami masalah dengan polusi udara. Negara-negara tersebut merupakan Negara yang ekonominya berorientasi pada industry berat. Bahan kimia, metarulogi dan industry telah mengakibatkan pencemaran udara. Sedangkan hutan-hutan telah di gunduli. Maka sering sekali terjadi hujan asam yang berakibat pada hitamnya gedung-gedung. Untuk memperbaiki kualitas lingkungan udara yang tidak sehat maka pemerintah perlu membayar mahal.Menurut ahli ekonomi polandia memperkirakan bahwa kerusakan akibat polusi atas kesehatan, kehutanan, pertanian, dan gedung menimbulkan biaya untuk Negara kira-kira 10 persen dari GNP-nya tiap tahun.

“Menurut Hillary F. French, nasib anda ditentukan oleh udara yang anda hirup. Udara yang telah tercemar merupakan salah satu pembunuh ‘nomor satu di dunia’. Ternyata tidak selamanya bernapas itu gratis”

Bagaimana dengan Negara Indonesia?

Keadaan lingkungan di Indonesia laut, udara, darat sudah sangat memprihatinkan. Sudah siapkah Negara ini untuk membayar kira-kira 10 persen dari GNP tiap tahun terhadap segala kerusakan lingkungan yang telah terjadi?.Kondisi itu terlihat sangat berat, terlebih lagi saat ini seluruh bangsa di dunia termasuk Indonesia sedang didera oleh krisis ekonomi global. Krisis global bukanlah hal yang terburuk untuk dunia. Krisis ekonomi masih bisa pulih hanya dalam hitungan 2-5 tahun. Akan tetapi, Krisis lingkungan akan membuat Negara didunia menjadi lebih ketar-ketir. Dana yang diperlukan untuk memulihkan kondisi lingkungan akan besar dan memerlukan waktu yang lama. Maka jangan takut terhadap krisis ekonomi global tapi takutlah pada krisis lingkungan global seperti global warming. Kehancuran yang lebih dasyat dan mendunia akan terjadi jika lingkungan rusak dan tidak ada yang memperdulikannya.

“jangan takut terhadap krisis ekonomi global tapi takutlah pada krisis lingkungan global seperti global warming. Kehancuran yang lebih dasyat dan mendunia akan terjadi jika lingkungan rusak dan tidak ada yang memperdulikannya”

Post a comment or leave a trackback: Trackback URL.

Comments

  • L.B.P  On October 23, 2008 at 3:58 pm

    saya sebagai ustadz lebih takut dengan krisis iman..wekekeke..mantaplah…hidup anak muda yg peduli dgn permasalahan bangsa!!baguss….

  • fauzi  On December 15, 2008 at 4:06 am

    Ya…gitu deh…manusia sibuk memikirkan manusia, manusia, manusia, dan manusia….emoh mikirn tentang alam dan lingkungan…

  • napster02  On January 18, 2009 at 4:43 pm

    bro kapan kita lanutkan bikin filmnya??

  • Napster02  On January 18, 2009 at 4:48 pm

    ditunggu ya…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: