Jahe gepuk yang berkhasiat

merasakan nikmatnya jahe gepuk di tengah dinginnya malam

Hampir sama dengan hari sebelumnya tubuh ku ini masih terasa letih. Rasanya lemes terus tapi masih berdaya . Walaupun olahraga masih berjalan rutin. Seminggu satu kali. Tapi rasa letih tubuh ini tidak kunjung berlalu. Apa ada yang salah dengan olahraga ku? Tapi aku rasa tidak ada yang salah. Atau mungkin aku keseringan diet. Bagaimana mungkin aku diet. Tubuh ku kan masih butuh untuk digemukkan. Atau aku salah makan. Makanan yang selama ini kumakan masih sesuai dengan tuntutan tubuhku. Artinya tidak terlepas dari asupan gizi berimbang. Begitu kata ahli gizi. Empat sehat lima sempurna. Ketika lapar menjemput aku pun mencoba segera untuk menuruti keinginannya. Dan akupun segera makan.

Dalam benak ini (baca: benak aku) mengatakan bahwa tubuh ini butuh untuk rehat. Aku baru sadar bahwa tubuh ini laksana mesin. Jika tidak dipelihara dan cukup istirahat maka akan aus alias rentan terserang penyakit. Untuk itu aku bergegas keluar rumah untuk mencari obat mujarab yang mungkin bisa memulihkan tubuh ini. Jalan malam itu di solo (28 mei 2008) masih terlihat ramai. Berbagai kendaraan hilir mudik kesana kemari. Sementara aku sedang sibuk mencari sesuatu asupan untuk tubuh. Di pinggir jalan tidak jauh dari monument pers solo aku melihat warung. Di spanduk warung itu tertulis menyediakan jahe gepuk dan aneka makanan penunjang lainnya. Kelihatannya cukup menarik, mampirlah aku ke warung itu. Yang membuat aku tertarik untuk mampir ke warung itu adalah jahe gepuknya. Dalam suasana malam yang agak dingin rasanya cocok sekali menghangatkan tubuh sekaligus untuk rehat dengan mengkonsumsi jahe gepuk hangat. Pesan satu gelas bu?begitu ucapku. Ibu itupun lantas membuatkan jahe gepuk hangatnya untuk aku. Ibu penjual jahe tersebut tidak sendiri, ia ditemani bapaknya (suaminya). Ibu menyiapkan air panasnya. Di masak dengan api yang bersumber dari arang. Ada Kipas yang terbuat dari anyaman kayu digunakan untuk mengipasi arang. Api yang merah membara membuat paci yang berisi air menjadi panas. Sementara bapak sedang asik memukul-mukul (gepuk) jahe dengan pemukul. Suara gaduh pun terdengar. Tak tuk tak tuk tak tuk. Gelas dan gula yang telah disiapkan ibu, lalu diberikan jahe yang telah di gepuk. Air panas dari paci kemudian dituangkan ibu ke dalam gelas. Asap mengepul keatas. Ini menandakan betapa panasnya air dalam panci itu. Coba deh kamu pegang. Pasti panas. Gula, jahe dan air campur menjadi satu dalam gelas kaca besar. Wow jahe gepuk yang hangat, begitu perkiraanku. Pasti makyus.tak lama, Ibu penjual itu memberikan jahe gepuk ke aku. Terima kasih bu’ ujar aku.

“Aroma khas sama dengan rasa nya.”

Segelas jahe gepuk itu mengeluarkan aroma yang khas. Aroma jahe itu terbawa oleh asap yang mengepul karena airnya masih panas. Kurang lebih 10 menit aku belum berani minum jahe gepuk. Aku terus-menerus mengaduk-aduk jahe dengan sendok. Berharap agar jahe gepuk menjadi hangat. Ketika jahe gepuk sudah terasa hangat barulah aku meminumnya. Rasanya nikmat dan hangat. Aroma khas sama dengan rasa nya.

Kederhanaan warung menyajikan menu berkhasiat

Di tengah himpitan ekonomi yang semakin menjadi-jadi membuat semua orang berusaha berpikir ‘keras’ untuk bisa bertahan. Usaha yang halal di tempuh guna kelangsungan hidup. Ada warung sederhana yang menyajikan kehangatan yang tak tertandingi. Menu utama yang disajikan untuk kosumen yaitu jahe gepuk. Jahe memiliki khasiat alami untuk kesehatan. khasiat yang terkandung oleh jahe yaitu mampu memberikan daya tahan (imunitas) tubuh dari penyakit. Hal ini pernah dibuktikan oleh penliti dari kampus IPB. Dalam penelitian, Sebanyak 10 orang dijadikan obyek penelitiannya. Perlakuan diberikan kepada 5 orang dan sisanya dijadikan control. Setiap hari selama kurang lebih seminggu 5 orang yang diberikan perlakuan diamati dan di suruh untuk meminum jahe. Sedangkan 5 orang lainnya tidak minum jahe/ hanya dijadikan control. Dari hasil penelitian tersebut diperoleh perbedaan yang signifikan antara orang yang meminum jahe setiap hari dengan orang yang tidak minum jahe. Disebutkan bahwa daya tahan tubuh orang yang minum jahe lebih baik dibanding dengan orang yang tidak minum jahe.

“Kesehatan adalah harta yang mahal harganya. Jagalah dengan sebaik-baiknya. Dan bersyukur atas nikmat yang diberikan oleh 4W1”.

Post a comment or leave a trackback: Trackback URL.

Comments

  • johansukses  On June 19, 2008 at 6:49 am

    aku juga suka minum ini minuman kok hen, hanya aja itu buat tenggorokanku yang harus selalu membutuhkan asupan gisi

  • Jage  On July 24, 2008 at 11:35 am

    memang nikmat minum jahe gepuk di malam hari yang dingin🙂

  • gendisbanyumas  On July 23, 2010 at 7:28 am

    Kunjungan siang, silahkan mampir juga ke site minuman herbal berkhasiat gujahe & gulajoss, ada program kemitraan senilai 35 juta nett, jika anda berminat silahkan mail ke info@gujahe-kbm.com atau sms/ telpn ke 021 23986886

    • henryaja  On July 24, 2010 at 7:47 am

      thnks kunjungan nya sob…sering2lah berkunjung kembali ya..hehehe..wah tu bisnis baru apa dah lama sob???

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: