<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Henry_ryu</title>
	<atom:link href="http://henryaja.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://henryaja.wordpress.com</link>
	<description>SELAMATKAN BUMI.......stop GLOBAL WARMING !!!!</description>
	<lastBuildDate>Mon, 04 Jan 2010 08:46:04 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<cloud domain='henryaja.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://www.gravatar.com/blavatar/5ca8173411b0564f00d8d134dd80399a?s=96&#038;d=http://s.wordpress.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Henry_ryu</title>
		<link>http://henryaja.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://henryaja.wordpress.com/osd.xml" title="Henry_ryu" />
		<item>
		<title>KEHENINGAN  DI AKHIR TAHUN</title>
		<link>http://henryaja.wordpress.com/2010/01/04/keheningan-di-akhir-tahun/</link>
		<comments>http://henryaja.wordpress.com/2010/01/04/keheningan-di-akhir-tahun/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 04 Jan 2010 08:38:24 +0000</pubDate>
		<dc:creator>henryaja</dc:creator>
				<category><![CDATA[EDITORIAL]]></category>
		<category><![CDATA[REKOMENDASI]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://henryaja.wordpress.com/2010/01/04/keheningan-di-akhir-tahun/</guid>
		<description><![CDATA[Sebuah Refleksi :
KEHENINGAN  DI AKHIR TAHUN
Oleh : Henry (ryu) 
“Terlihat keheningan dari keindahan yang masih tersisa di antara puing-puing bangunan bersejarah Sunda Kelapa Jakarta (sebuah saksi bisu yang  terabaikan)”
 
Seperti agenda tahunan sebelumnya, tiap akhir tahun untuk menyambut tahun yang baru, hampir seluruh manusia di belahan bumi merayakannya. Ada yang merayakan dengan cara menyembunyikan terompet, [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=henryaja.wordpress.com&blog=2422545&post=225&subd=henryaja&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><strong>Sebuah Refleksi :</strong></p>
<p><strong>KEHENINGAN  DI AKHIR TAHUN</strong></p>
<p><strong>Oleh : Henry (ryu) </strong></p>
<p><strong>“Terlihat keheningan dari keindahan yang masih tersisa di antara puing-puing bangunan bersejarah Sunda Kelapa Jakarta (sebuah saksi bisu yang  terabaikan)”</strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p>Seperti agenda tahunan sebelumnya, tiap akhir tahun untuk menyambut tahun yang baru, hampir seluruh manusia di belahan bumi merayakannya. Ada yang merayakan dengan cara menyembunyikan terompet, letusan dari mercon (petasan) dan ada kembang api yang di lesatkan ke atas langit. Dan cara itu pula yang melulu di lakukan oleh sebagian yang merayakan tahun baru. Ada pula sebagian yang lain, menambahkan hiburan berupa konser musik dan  pernak-pernik yang lain. Yang tujuannya adalah memeriahkan penyambutan tahun yang baru. Tahun baru menandakan sebuah waktu dan proyeksi.  Dan angka tahun yang kian berubah dari waktu ke waktu. Dan sebenarnya yang di anggap tahun baru itu sebenarnya tahun yang sudah ada. Yang sudah ada disini berarti sudah terangkum dalam sebuah angka dan hari-hari yang telah tertulis. Namun, angka yang telah tertulis memiliki perubahan yang signifikan. Dan yang kita harapkan dari yang sudah ada, adalah peristiwa, suasana dan perubahan yang baru<span id="more-225"></span>.</p>
<p>Yang menarik dalam perayaan tahun baru ini bukanlah seperti melulu bunyi terompet, petasan,  kembang api dan lainnya. Tapi ada suasana berbagi yang terjadi di sebuah jalan raya. Jalan raya kota yang identik dengan kepadatan lalu lintas ada terlihat suasana yang sedikit mencair. Ada sebuah mobil <em>pick up</em> yang membawa aneka buah-buahan. Orang yang naik di belakang mobil itu memberikan buah kepada pekerja penyapu jalan raya. Sambil menyapa dan mengambil buah di dalam wadah, kemudian orang itu memberikan petugas penyapu jalan. Mungkin sebagian orang melihat ini hal yang biasa, yang tidak perlu di apresiasi. Tapi ini merupakan hal yang langka, sebuah kemanisan dari kesadaran dalam kehidupan. Kita ketahui bahwa petugas kebersihan di jalan raya adalah orang yang kerja keras. Mereka bukanlah pemalas. Mereka pastinya ingin menjaga kotanya terutama jalan raya itu untuk selalu bersih dari sampah-sampah. Mereka telah berjasa untuk keberlanjutan lingkungan hidup, sebuah tempat hidup kebanyakan manusia.</p>
<p>Kemanisan yang tergambar dari dari peristiwa yang terekam di jalanan itu bukanlah manisan buatan. Tapi manisan yang natural dan tidak tercampur oleh racun dan bahan kimia berbahaya. Keseharian yang terjadi, justru malah merusak kemanisan yang sudah ada secara periodik. Kita lebih sering melihat sampahlah yang di lontarkan dari dalam kendaraan roda empat atau lebih ke jalanan.  Aku tidak tahu dan mengerti mengapa sampah yang seharusnya di buang pada tempat yang benar harus di lontarkan ke jalan raya. Miris dan tragis menyaksikan fenomena ini. Ketika, petugas kebersihan yang sedang dan terus berusaha untuk menjaga jalan dan kotanya selalu bersih  tapi harus dinodai dengan kotoran yang tidak jelas asalnya. Ini masalah kemanusiaan dan kelangsungan hidup serta tata kota yang indah bersih dan nyaman.  Dan jika kejadian ini terus-menerus berulang sirna sudah cita – cita yang mengidamkan kemanisan yang sejati.</p>
<blockquote><p><strong>“Kemanisan yang tergambar dari dari peristiwa yang terekam di jalanan itu bukanlah manisan buatan. Tapi manisan yang natural dan tidak tercampur oleh racun dan bahan kimia berbahaya”.</strong></p></blockquote>
<p>Sama halnya dengan perayaan tahun baru dengan petasan, kembang api dan bunyi terompet. Setelah perayaan sesaat itu, ada sisa-sisa yang terbuang secara kolektif. Sisa-sisa itu berserakan di tempat yang tadinya sejuk untuk di lihat dan nyaman untuk beristirahat. Nampak, pada beberapa tempat seperti pantai di kota metropolitan yang meninggalkan jejak sampah seusai pelaksanaan perayaan tahun baru. Jejak itu telah mengotori pantai yang semula masih berpasir putih dan ombak yang bersahabat. Tentunya, bagi makhluk hidup laut, sebut saja ikan atau plankton2 perayaan tahun baru menjadi keprihatinan. Sebab habitatnya selalu kotor tiap acara tahun baru. Yang seperti inilah yang jarang sekali kita perhatikan. Bahwa selain kita (manusia) ada makhluk lain yang juga memiliki hak untuk hidup. Kita terlalu terlena pada apa yang nampak di depan mata, tapi melupakan keberadaan yang kecil bahkan abstrak.</p>
<p><strong>Refleksi Hening di tahun baru</strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p>Einsten seorang ilmuan dunia, dalam hidupnya tidak pernah memikirkan untuk hidup neko-neko (macem2) yang ada di pikirannya adalah kesederhanaan dan kebahagiaan. Dalam hal harta dan kekayaan Einstein menilai “Harta Milik, sukses lahir, ketenaran, kemewahan semua itu merupakan yang saya pandang rendah”. Einstein juga percaya bahwa cara hidup yang sederhana dan tidak berlagak adalah suatu cara hidup yang terbaik bagi setiap orang, jasmani dan rohani. Contoh lain, Milyader dunia, Waren E. Buffet, yang tidak pernah sama sekali memamerkan kekayaannya. Padahal ia adalah orang terpandang di seluruh dunia. Kehidupannya nyaris dari sikap pamer. Ia tinggal di rumah yang sederhana. Di rumahnya tidak ada computer, alat2 elektronik yang canggih, handphone pun tidak punya. Ia tidak memiliki supir pribadi sehingga hanya mengendari kendaraan sendiri.  Segala harta yang ia miliki sebagian besar di sumbangkan pada orang-orang yang membutuhkan.</p>
<p>“Einstein juga percaya bahwa cara hidup yang sederhana dan tidak berlagak adalah suatu cara hidup yang terbaik bagi setiap orang, jasmani dan rohani”</p>
<p>Lalu apa yang bisa kita petik dari pelajaran orang-orang yang sukses dan berhasil serta memiliki kekayaan yang melimpah ruah itu?. Tidak lain dan tidak bukan adalah kesederhanaan. Dan prinsip ini amat jarang kita temui di bumi Indonesia. Yang terlihat hanya sifat glamour dan memamerkan kekayaannya. Sebenarnya mudah bagi kita untuk segera merubah kebiasaan yang tidak berguna. Alangkah indahnya jika acara akhir tahun dilakukan dengan suasana hening. Seperti suasana di waktu subuh. Suasana hening membawa pada perwujudan jasmani dan rohani. Pada akhirnya kita tidak terlalu berlarut-larut pada euphoria belaka. Dan kita menjadi pembeda dari suasana global yang cuma melulu merayakan tahun baru dengan cara yang sama. Keheningan di malam tahun barulah yang harusnya di lakukan di negeri ini. Apalagi tahun saat pergantian tahun 2010 yang lalu, ada fenomena alam, berupa gerhana bulan. Dari sini sebenarnya kita bisa menangkap bahwa kita harus merubah cara-cara lama untuk merayakan tahun baru dengan yang lebih arif dan bijaksana. Lebih hening dan damai.</p>
Posted in EDITORIAL, REKOMENDASI  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/henryaja.wordpress.com/225/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/henryaja.wordpress.com/225/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/henryaja.wordpress.com/225/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/henryaja.wordpress.com/225/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/henryaja.wordpress.com/225/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/henryaja.wordpress.com/225/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/henryaja.wordpress.com/225/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/henryaja.wordpress.com/225/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/henryaja.wordpress.com/225/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/henryaja.wordpress.com/225/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=henryaja.wordpress.com&blog=2422545&post=225&subd=henryaja&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://henryaja.wordpress.com/2010/01/04/keheningan-di-akhir-tahun/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		<georss:point>-7.571654 110.822701</georss:point>
		<geo:lat>-7.571654</geo:lat>
		<geo:long>110.822701</geo:long>
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/3e96ddffd2fcd846500a67fc7510c2f5?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">henryaja</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>ANAK-ANAK (lare-lare)</title>
		<link>http://henryaja.wordpress.com/2009/08/28/anak-anak/</link>
		<comments>http://henryaja.wordpress.com/2009/08/28/anak-anak/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 28 Aug 2009 06:07:40 +0000</pubDate>
		<dc:creator>henryaja</dc:creator>
				<category><![CDATA[LINGKUNGAN]]></category>
		<category><![CDATA[SOSIAL]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://henryaja.wordpress.com/2009/08/28/anak-anak/</guid>
		<description><![CDATA[ 
“Mereka yang masih ceria, bersahaja dan polos dalam menghadapi dunianya. Belajar dan bermain untuk mengenal dirinya dan lingkungannya. Dan Terdengar Tawa Tangis dalam Menikmati Hari-Harinya”.
Oleh Henry [green]
“Yang pernah mengalami masa anak-anak”
 
  Dalam k ehidupan rumah tangga kehadiran anak merupakan hal yang diha rapkan. Kehadiran anak ditengah-tengah ayah dan ibu merupakan sebuah pelengkap. [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=henryaja.wordpress.com&blog=2422545&post=203&subd=henryaja&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:center;line-height:150%;" align="center"><strong><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:&quot;"> </span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:center;line-height:150%;" align="center"><em><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:&quot;">“Mereka yang masih ceria, bersahaja dan polos dalam menghadapi dunianya. Belajar dan bermain untuk mengenal dirinya dan lingkungannya. Dan Terdengar Tawa Tangis dalam Menikmati Hari-Harinya”.</span></em></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:center;line-height:150%;" align="center"><strong><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:&quot;">Oleh Henry [green]</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:center;line-height:150%;" align="center"><strong><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:&quot;">“Yang pernah mengalami masa anak-anak”</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:center;line-height:150%;" align="center"><strong><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:&quot;"> </span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:36pt;line-height:150%;"><em><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:&quot;"> </span></em><strong><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:&quot;"> </span></strong><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:&quot;">Dalam k</span><strong><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:&quot;"> </span></strong><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:&quot;">ehid</span><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:&quot;"><img class="alignleft size-full wp-image-207" title="images3" src="http://henryaja.files.wordpress.com/2009/08/images31.jpg?w=138&#038;h=190" alt="images3" width="138" height="190" /></span><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:&quot;">upan rumah tangga kehadiran anak merupakan hal yang diha</span><em><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:&quot;"> </span></em><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:&quot;">ra</span><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:&quot;">pka</span><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:&quot;">n. </span><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:&quot;">Kehadiran anak ditengah-tengah ayah dan ibu merupakan sebuah pelengkap. Sampai pada akhirnya anak menjadi sebuah harapan orang tua untuk meneruskan cita-cita orang tua. Sebuah cita-cita untuk membawa nama baik orang tuanya di kehidupan masyarakat. Sedangkan dalam arti lain, anak ada</span><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:&quot;">lah anugerah terindah di dunia yang diberikan oleh tuhan. Ada juga yang mengartikan anak adalah, titipan tuhan kepada orang tua untuk senantiasa menjaga dan merawat sebaik-baiknya. Merawat anak di mulai oleh ibu semenjak dalam kandungan hingga ia terlahir di dunia. Ketika anak tersebut terlahir ia memberikan komunikasi pertama kali dengan menangis. Tangisan ini menandakan bahwa anak butuh perhatian dari orang tua. Dan ketika mendengar tangisan anak tersebut biasanya orang tua akan merespon maksud anak<span id="more-203"></span>. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:36pt;line-height:150%;"><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:&quot;">Anak ibarat sebuah kertas putih atau polos yang mudah untuk diberikan coretan. Coretan yang diberikan pada kertas tersebut akan menentukan baik buruknya masa depan anak. Artinya masa depan anak dapat di bentuk mulai dari dini. Ia akan menjadi anak yang baik jika masa kecilnya ia menerima coretan yang baik dari orang tuanya, begitu juga sebaliknya, anak akan menjadi berkelakuan buruk karena sejak kecil ia menerima coretan yang tidak baik. Kondisi ini menuntut peran orang tua dalam mempersiapkan anak dengan memberikan coretan yang baik pada kertas putih tersebut. Ada beberapa istilah yang mengatakan bahwa anak akan belajar menjadi sahabat jika ia hidup dengan kasih sayang dari orang tuanya dan anak akan menjadi penakut jika ia hidup dalam tekanan ketakutan.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:36pt;line-height:150%;"><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:&quot;">Dengan memahami keinginan anak maka kita bisa menjadi sehabat yang baik dalam hidupnya. Anak adalah makhluk lucu yang penuh dengan kelucuan. Ia selalu asik dalam dunianya. Ia bertindak sesuai dengan yang ia inginkan. Tangis dan tawa anak membawa kebahagian tersendiri dalam kehidupan. Maka jika tidak mendengar tangis dan tawa anak dunia ini serasa sepi. Ia menjadi penghibur hari-hari yang terkadang sepi. Di tengah malam anak tersebut kadang menangis. Membangunkan orang tuanya yang sedang tertidur pulas. Ia seakan mengajak orang tuanya untuk meramaikan malam yang selalu sepi. Sepi yang seketika menjadi ramai dengan tangisan anak. Lalu ia kembali tertidur pulas untuk kembali menangis dan tertawa keesokan harinya. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;line-height:150%;"><strong><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:&quot;">Dunia anak</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:36pt;line-height:150%;"><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:&quot;">Anak<em> memiliki dunianya sendiri</em>. Mereka bebas untuk belajar dan bereksprerimen dengan lingkungannya. Mereka perlahan belajar untuk berdiri, berbicara dan mengenal orang sekitarnya. Lingkungan di sekitar anak adalah laboratorium alami. Anak akan belajar untuk berinteraksi dan mengenal benda-benda di sekitarnya. Interaksi anak dengan lingkungan akan membentuk anak untuk bisa berpikir. Semisal, anak di biarkan untuk bermain di taman ataupun arena bermain anak-anak. Mereka pasti akan mengenali obyek yang ia lihat dan rasakan. Jika yang anak bermain ayunan, maka mereka akan mencoba untuk mengenali bentuk ayunan. Dan bahkan ia akan mencoba sesuatu benda di ibaratkan sebagai ayunan. Itulah perilaku anak-anak. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:36pt;line-height:150%;"><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:&quot;">Dunia<em> anak dalam imajinasinya</em>. Anak yang baru belajar makan, terkadang mereka memakan apa saja yang mereka lihat</span><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:&quot;"> di sekitarnya. Anak seolah-olah sedang menikmati makanan yang ia makan. Dalam imajinasinya, benda yang </span><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:&quot;"><img class="alignleft size-full wp-image-208" title="images2" src="http://henryaja.files.wordpress.com/2009/08/images2.jpg?w=114&#038;h=124" alt="images2" width="114" height="124" /></span><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:&quot;">ia lihat tersebut adalah makanan yang ia bisa makan. Ia tidak tahu bahwa benda itu seb</span><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:&quot;">enarnya tidak untuk dimakan. Di samping itu, ia juga berimajinasi untuk asik mencoret-coret sesuatu yang ada di sekitarnya. Bahkan tidak jarang, tempok pun menjadi sasaran coretan anak. Hal itu mengindikasikan bahwa anak sedang belajar untuk menulis, dan mereka ekspresikan dalam coretan di tembok atau dinding. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:36pt;line-height:150%;"><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:&quot;">Di samping imajinasi pada anak, mereka juga cenderung untuk diperhatikan. Mereka akan bertingkah laku apapun agar orang tuanya memperhatikan perbuatannya itu. Semisal mereka yang menangis. Dengan menangis otomatis orang tua akan memberikan kasih sayang kepada anak. Orang tua akan berusaha untuk menghentikan anak yang sedang menangis. Anak dalam pandangan Tony buzan, dalam buku <em>the power of creative intelligence, </em>menganggap anak-anak adalah makhluk yang penuh dengan kreatifitas. Sehingga apapun yang dikerjakan oleh anak-anak sebaiknya dibiarkan tapi dengan pengawasan. Anak-anak menurut tony buzan merupakan inspirasi dalam menemukan sebuah inovasi. Bahkan Tony Buzan mengajak orang-orang dewasa untuk meniru perilaku anak-anak untuk menumbuhkan kreatifitas. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:36pt;line-height:150%;"><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:&quot;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:36pt;line-height:150%;"><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:&quot;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;line-height:150%;"><strong><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:&quot;">Hak dan Kewajiban</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:36pt;line-height:150%;"><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:&quot;">Dalam hidupnya, anak memiliki hak dan kewajiban terhadap orang tua dan lingkungannya.  Hak dan Kewajiban anak itu sudah tercantum dalam UU No 23 tahun 2003 tentang perlindungan anak. Untuk hak anak dinyatakan dalam pasal 4 UU No 23 tahun 2003 menyatakan bahwa Setiap anak berhak untuk dapat hidup, tumbuh, berkembang, dan berpartisipasi secara wajar sesuai dengan harkat dan martabat kemanusiaan, serta mendapat perlindungan dari kekerasan dan diskriminasi. Dengan adanya UU tentang perlindungan anak maka sebagai orang tua berkewajiban untuk menjaga hak-hak anak. Selain untuk tumbuh kembang anak, terdapat juga hak anak untuk belajar yang termaktub dalam pasal 9 ayat (1) yang berbunyi ,setiap anak berhak memperoleh pendidikan dan pengajaran dalam rangka pengembangan pribadinya dan tingkat kecerdasannya sesuai dengan minat dan bakatnya. Pendidikan untuk anak dimaksudkan agar ia bisa menjadi manusia pembelajar di masa depannya dan terbebas dari penyakit kebodohan. Oleh karena itu, pendidikan adalah dasar utama yang harus diperhatikan bagi pertumbuhan dan perkembangan si anak. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:36pt;line-height:150%;"><span style="font-size:14pt;line-height:150%;font-family:&quot;">“Untuk hak anak dinyatakan dalam pasal 4 UU No 23 tahun 2003 menyatakan bahwa Setiap anak berhak untuk dapat hidup, tumbuh, berkembang, dan berpartisipasi secara wajar sesuai dengan harkat dan martabat kemanusiaan, serta mendapat perlindungan dari kekerasan dan diskriminasi”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:36pt;line-height:150%;"><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:&quot;">Dalam perolehan  haknya, anak juga memiliki kewajiban kepada orang tuanya. Dalam pasal 19 UU No 23 tahun 2003 disebutkan bahwa setiap anak berkewajiban untuk : a. menghormati orang tua, wali, dan guru;  b. mencintai keluarga, masyarakat, dan menyayangi teman;  c. mencintai tanah air, bangsa, dan negara;  d. menunaikan ibadah sesuai dengan ajaran agamanya; dan  e. melaksanakan etika dan akhlak yang mulia. Kewajiban anak kepada orang tua merupakan bentuk terimakasih atas hak anak yang telah diberikan orang tuanya. Selain kewajiban anak kepada orang tuanya, dalam UU No 23 tahun 2003 dinyatakan juga bahwa negara memiliki kewajiban terhadap anak. Kewajiban negara tersebut terdapat dalam pasal 21, yang berbunyi negara dan pemerintah berkewajiban dan bertanggung jawab menghormati dan menjamin hak asasi setiap anak tanpa membedakan suku, agama, ras, golongan, jenis kelamin, etnik, budaya dan bahasa, status hukum anak, urutan kelahiran anak, dan kondisi fisik dan/atau mental</span><span style="font-size:10pt;line-height:150%;font-family:&quot;color:#333333;">.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:36pt;line-height:150%;"><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:&quot;">Apabila terjadi sesuatu dengan anak-anak maka pemerintah juga turut untuk memberikan perlindungan terhadap anak. Karena dalam pandangan pemerintah atau negara, anak merupakan sumber daya manusia yang akan meneruskan cita-cita pembangunan negara. Dengan kata lain, masa depan negara ini bergantung pada kualitas anak-anak pada masa kini. Jika anak-anak masa kini sudah terlihat kualitasnya (pendidikan, keilmuan, daya saing, kepemimpinan) maka bisa diprediksi bahwa masa depan bangsa itu akan maju, namun akan terjadi sebaliknya, jika anak-anak masa kini tidak diperhatikan oleh pemerintah, orang tua, wali sehingga anak tersebut tidak berkualitas maka bisa di prediksi bahwa masa depan suatu bangsa akan terlihat “hancur”.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:36pt;line-height:150%;"><span style="font-size:14pt;line-height:150%;font-family:&quot;">“Kewajiban negara tersebut terdapat dalam pasal 21, yang berbunyi negara dan pemerintah berkewajiban dan bertanggung jawab menghormati dan menjamin hak asasi setiap anak tanpa membedakan suku, agama, ras, golongan, jenis kelamin, etnik, budaya dan bahasa, status hukum anak, urutan kelahiran anak, dan kondisi fisik dan/atau mental<span style="color:#333333;">”</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;"><strong><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:&quot;">Mimpi anak </span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:36pt;line-height:150%;"><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:&quot;">Kita pasti membayangkan bahwa anak-anak itu sedang berada di ruang kelas sekolahan dan sedang belajar. Dan kita juga membayangkan sepulang sekolah, anak-anak bermain dengan teman-temannya di lingkungannya. Ada yang bermain di taman (jika masih ada taman untuk bermain) dan ada yang bermain bola (jika masih ada lapangan), dan ada juga anak-anak yang sedang berenang (jika masih bersih airnya). Dan saat itu juga kita sedang membayangkan bahwa mereka sedang tertawa, bercanda, dan menikmati permainannya. Mereka tampak terlihat riang dengan lingkungan yang indah (jika masih ada pohon dan tata ruang yang rapi). Kemudian ada juga anak-anak yang asik bermain layang-layang (jika masih ada lahan untuk bermain layang-layang ). Mereka tampak serius menatapi layang-layang yang sedang terbang tinggi di angkasa. Langit yang biru dan awan-awan yang tampak menggumpal tebal. Layang-layang itu pun terbang diantara birunya langit dan awan-awan yang menggumpal tebal (jika awan itu masih terlihat putih bersih). Mereka sungguh menikmati permainan itu bersama dengan anak-anak sebayanya.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:36pt;line-height:150%;"><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:&quot;">Menginjak sore harinya, anak-anak pulang dari bermainnya. Mereka terlihat lelah karena energinya sudah habis terkuras untuk bermain. Senyum mereka masih membekas di bibirnya sambil berjalan menuju rumah masing-masing. Mereka saling berucap janji untuk bertemu lagi esok harinya. ‘ kita besok kumpul dan bermain disini lagi ya”, ujar salah satu anak itu sambil melambaikan tangan kepada teman-temannya. Dan ia pun langsung masuk ke rumahnya (yang berada di gang kecil sempit dan sesak). Malam harinya, kita membayangkan bahwa anak-anak itu sedang belajar di ruang belajar yang rapi lengkap dengan buku-buku pelajaran. Mereka terlihat serius membaca dan mengerjakan soal-soal pelajaran dibawah pancaran lampu yang terang.  Hingga malam semakin larut, anak-anak itupun beranjak ke tempat tidur. Meraka tertidur pulas dibawah sinar lampu yang kian meredup. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:36pt;line-height:150%;"><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:&quot;">Hari telah pagi. Matahari pagi itu telah bersinar memberikan sinarnya yang penuh dengan kehangatan. Anak-anak itupun lalu bangun dari tidurnya. Mereka ada yang langsung menuju ke kamar mandi dan ada juga yang sedang menatap keluar jendela menyaksikan matahari yang bersinar cerah. Mereka lalu berkata selamat pagi semua, sambil menatap matahari. Ada anak yang sedang melihat kabut pagi hari yang terlihat menutupi pandangan (jika kabut itu tidak terkontaminasi oleh polusi). Anak itu mendekati kabut itu, dan ia melihat embun pagi bening yang ada di dahan pohon. Ia mendekati dahan itu, dan mengamati embun yang menempel di dahan. Dan ketika ia melihat ke atas pohon-pohon , ada burung kecil yang bertengger di ranting ponon. Burung itupun berkicau seakan tidak ingin melewatkan pagi hari yang cerah (jika masih ada burung-burung). Anak itupun takjub dengan suara burung yang berkicau itu. “aku ingin menceritakan tentang kicauan burung ini kepada teman-teman ku di sekolah nanti, dan aku juga akan cerita kepada ayah dan ibu’, ujar anak itu dengan bersemangat. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:36pt;line-height:150%;"><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:&quot;">Mataharipun mulai tampak bersinar terang. Anak-anak berangkat menuju sekolah. Mereka membawa tas yang berisi peralatan sekolah. Ada anak yang membawa bekal kue atau makanan (biar lebih terjamin kesahatannya, dari pada jajan disembarang tempat). Tiba di sekolah suasana sekolah masih tampak sepi. Hanya ada petugas sekolah yang sedang sibuk  membersihkan sekolahan. Jam masih menunjukkan angka 6.30 am. Biasanya jam 7.00 am jam belajar di mulai. Sambil menunggu jam masuk belajar, masing-masing anak membuat kesibukan sendiri-sendiri. Ada yang mengeluarkan buku dari tasnya, lalu ia membacanya. Ada yang mengeluarkan makanan dari dalam tasnya , lalu ia makan makanan itu bersama dengan teman-temannya. Dan ada juga anak yang sedang asik membaca tulisan di dinding sekolah. Rajin pangkal pandai. Buku adalah jendela dunia. Bersih sebagian daripada iman. Anak tersebut membaca tulisan itu satu persatu. Ia mencoba meresapi makna dibalik tulisan tersebut.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:36pt;line-height:150%;"><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:&quot;">Dan jam telah menunjukkan 7.00 pm. Terdengar bel atau lonceng yang menandakan masuk kelas untuk memulai belajar. Dan anak-anak itupun masuk ke dalam kelas. Ia duduk di tempat duduk yang terbuat dari kayu. Tak lama kemudian guru pun masuk kelas. Lalu, Anak-anak menyapa guru, selamat pagi, sapa anak kepada gurunya. ‘selamat pagi anak-anak, sahut guru kepada anak-anak. Baiklah, anak-anak, mari kita mulai pelajaran kali ini dengan berdoa sejenak, agar kita mendapat ilmu yang bermanfaat bagi bangsa dan negara. Berdoa dimulai, kata guru. Selesai.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:&quot;">Thanks To :</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:&quot;">Allah SWT</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:&quot;">Pusat Penelitian Kependudukan (PPK) Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Universitas Sebelas Maret Solo (UNS SOLO) serta (United Nation Children Fund) UNICEF. Yang telah mendekatkan kami pada anak-anak. Melihat perilaku dan keceriaan mereka tanpa beban. Mereka adalah penerus masa depan bangsa yang harus dilindungi dengan kehati-hatian.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:&quot;">Gambar anak2 di kutip dari </span>http://marlele.blogspot.com dan ramacandran.blogspot.com</p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:36pt;line-height:150%;"><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:&quot;"> </span></p>
<p><!--more--></p>
Posted in LINGKUNGAN, SOSIAL  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/henryaja.wordpress.com/203/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/henryaja.wordpress.com/203/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/henryaja.wordpress.com/203/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/henryaja.wordpress.com/203/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/henryaja.wordpress.com/203/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/henryaja.wordpress.com/203/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/henryaja.wordpress.com/203/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/henryaja.wordpress.com/203/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/henryaja.wordpress.com/203/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/henryaja.wordpress.com/203/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=henryaja.wordpress.com&blog=2422545&post=203&subd=henryaja&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://henryaja.wordpress.com/2009/08/28/anak-anak/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>9</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/3e96ddffd2fcd846500a67fc7510c2f5?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">henryaja</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://henryaja.files.wordpress.com/2009/08/images31.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">images3</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://henryaja.files.wordpress.com/2009/08/images2.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">images2</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Check out Greenpeace Asia Tenggara</title>
		<link>http://henryaja.wordpress.com/2009/07/25/check-out-greenpeace-asia-tenggara/</link>
		<comments>http://henryaja.wordpress.com/2009/07/25/check-out-greenpeace-asia-tenggara/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 25 Jul 2009 23:25:21 +0000</pubDate>
		<dc:creator>henryaja</dc:creator>
				<category><![CDATA[5584]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://henryaja.wordpress.com/2009/07/25/check-out-greenpeace-asia-tenggara/</guid>
		<description><![CDATA[Title: Greenpeace Asia Tenggara
Link: http://gotaf.socialtwist.com/redirect?l=340172372092341050711
Posted in 5584       <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=henryaja.wordpress.com&blog=2422545&post=202&subd=henryaja&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Title: Greenpeace Asia Tenggara<br />
Link: http://gotaf.socialtwist.com/redirect?l=340172372092341050711</p>
Posted in 5584  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/henryaja.wordpress.com/202/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/henryaja.wordpress.com/202/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/henryaja.wordpress.com/202/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/henryaja.wordpress.com/202/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/henryaja.wordpress.com/202/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/henryaja.wordpress.com/202/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/henryaja.wordpress.com/202/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/henryaja.wordpress.com/202/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/henryaja.wordpress.com/202/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/henryaja.wordpress.com/202/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=henryaja.wordpress.com&blog=2422545&post=202&subd=henryaja&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://henryaja.wordpress.com/2009/07/25/check-out-greenpeace-asia-tenggara/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>5</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/3e96ddffd2fcd846500a67fc7510c2f5?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">henryaja</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Diskursus lingkungan dan pembentukan perilaku manusia</title>
		<link>http://henryaja.wordpress.com/2009/06/26/diskursus-lingkungan-dan-pembentukan-perilaku-manusia/</link>
		<comments>http://henryaja.wordpress.com/2009/06/26/diskursus-lingkungan-dan-pembentukan-perilaku-manusia/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 26 Jun 2009 14:34:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>henryaja</dc:creator>
				<category><![CDATA[LINGKUNGAN]]></category>
		<category><![CDATA[SOSIAL]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://henryaja.wordpress.com/?p=188</guid>
		<description><![CDATA[Pandangan mengenai lingkungan dari pemikiran ilmu sosial dan kejiwaan”

oleh : henry[green]
“Ketika dinding2 kamar ini makin lama membuat aku berada dalam ruang yang terbatas dan jauh dari keindahan di luar&#8221;



 



Ada banyak  fenomena alam  yang perlu kita kaji di dunia ini. Mulai dari hal yang kecil hingga hal yang lebih besar. Layaknya sebuah fenomena [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=henryaja.wordpress.com&blog=2422545&post=188&subd=henryaja&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p style="margin-bottom:0;line-height:150%;" align="center"><span style="font-family:'Courier New';line-height:13px;">Pandangan mengenai lingkungan dari pemikiran ilmu sosial dan kejiwaan”</span></p>
<div style="text-align:center;">
<p style="margin-bottom:0;font-style:normal;font-weight:medium;line-height:100%;" align="center"><span style="color:#000000;"><span style="font-family:'Courier New', monospace;"><span style="font-size:medium;">oleh : henry[green]</span></span></span></p>
<p style="margin-bottom:0;font-style:normal;font-weight:medium;line-height:100%;" align="center"><span style="color:#000000;">“<span style="font-family:'Courier New', monospace;"><span style="font-size:small;">Ketika dinding2 kamar ini makin lama membuat aku berada dalam ruang yang terbatas dan jauh dari keindahan di luar&#8221;</span></span></span></p>
</div>
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;" align="center">
<p style="text-indent:1.27cm;margin-bottom:0;line-height:150%;" align="justify">
<span style="font-family:Georgia, serif;"><span style="font-size:small;"> </span></span></p>
<p style="text-indent:1.27cm;margin-bottom:0;line-height:150%;" align="justify"><em><br />
</em>
</p>
<p style="text-indent:1.27cm;margin-bottom:0;line-height:150%;" align="justify"><span style="font-family:Georgia, serif;"><span style="font-size:small;"><img class="alignleft size-medium wp-image-198" title="Tomdean-gedung" src="http://henryaja.files.wordpress.com/2009/06/tomdean-gedung.jpg?w=218&#038;h=300" alt="Tomdean-gedung" width="218" height="300" />Ada banyak  fenomena alam  yang perlu kita kaji di dunia ini. Mulai dari hal yang kecil hingga hal yang lebih besar. Layaknya sebuah fenomena bola salju. Yang jika terus menggelinding akan berubah menjadi besar. Seperti kita ketahui bahwa dunia ini luas, sungguh sayang sekali jika kita harus melewati hidup ini hanya berada dalam sebuah ruang/kotak. Keindahan alam bumi ini perlu kita telusuri, dari sini maka kita akan mengenal siapa sesungguhnya manusia itu?. Untuk apa manusia ada di bumi ini?. Namun untuk mencoba menelusuri semua itu ada baiknya kita mulai dari diri sendiri dan apa yang ada di sekitar kita ataupun lingkungan.  Manusia hanya merupakan parsial dari lingkungan hidupnya. Mereka hidup dalam ruang yang sudah tersedia dengan segala sesuatunya. Namun ada juga yang perlu dibuat ataupun di rekayasa. Dari sini kita bisa melihat bahwa manusia berperan sebagai makhluk yang berakal. Dengan adanya pikiran itu maka manusia bisa merekayasa lingkungan. Atas rekayasa itu menjadikan berbagai macam bentuk dan warna dalam kehidupan. Kita bisa melihat lingkungan sekitar kita ada yang masih seperti dahulu dan ada juga yang telah berubah. Seperti halnya dengan lokasi  rumah di dalam suatu lingkungan<span id="more-188"></span> masyarakat<!--more-->. </span></span></p>
<p style="text-indent:1.27cm;margin-bottom:0;line-height:150%;" align="justify"><span style="font-family:Georgia, serif;"><span style="font-size:small;">Rumah menjadi tempat berlindung manusia dari panas dan hujan, tapi dalam pengertian luas rumah  memiliki aspek psikologis dalam bermasyarakat.  Perbedaan rumah di kota dengan di desa dapat kita lihat dari jarak diantara rumah tersebut. Rumah di desa umumnya berjarak berjauhan, sedangkan di kota jarak rumah berdekatan. Penduduk desa yang jarak rumahnya berjauhan tapi mereka saling mengenal satu sama lain. Mereka memiliki kedekatan emosi yang terjalin dari interaksi yang konsisten. Dari sini kita melihat bahwa mereka menyadari bahwa sesungguhnya manusia adalah makhluk sosial, makhluk yang memerlukan orang lain dalam hidupnya. Lalu bagaimana dengan lingkungan di kota, jarak rumah yang berdekatan hanya sedikit yang menghasilkan sebuah interaksi satu dengan yang lain. Mereka memiliki sebuah ego yang mengatasnamakan keakuannya. Sehingga mereka yakin bahwa lingkungan berpisah dengan dirinya.  Hal ini juga terjadi dalam dunia barat, yang beranggapan bahwa kita terpisah dari lingkungan. Anggapan ini meyakini bahwa manusia bisa dengan seenaknya memanipulasi lingkungan. Namun, pada kenyataannya, lingkungan pun mampu mempengaruhi kehidupan dalam perilaku manusia. </span></span></p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;" align="left"><span style="font-family:Georgia, serif;"><span style="font-size:small;"><strong>Lingkungan sosial</strong></span></span></p>
<p style="text-indent:1.27cm;margin-bottom:0;line-height:150%;" align="justify"><span style="font-family:Georgia, serif;"><span style="font-size:small;">Selama ini kita ketahui mengenai lingkungan hidup. Dalam lingkungan hidup terdiri dari beberapa komponen hidup  dalam suatu koloni. Kemudian dari komponen-komponen yang hidup ini saling berinteraksi dalam menjadi sebuah ekosistem. Ada ekosistem darat dan ada juga ekosistem laut. Misalnya di suatu taman, kita bisa melihat hewan, tanaman dan manusia. Mereka saling berinteraksi dan saling memerlukan satu dengan yang lain. Ada hewan yang memerlukan tumbuhan untuk makan, begitupula ada manusia memerlukan tumbuhan dan hewan untuk makan. Namun tidak hanya dalam masalah makan. Manusia membutukan tumbuhan untuk bernapas menghirup oksigen yang dihasilkan tumbuhan dari fotosintesis. Manusia perlu hewan untuk berinteraksi.</span></span></p>
<p style="text-indent:1.27cm;margin-bottom:0;line-height:150%;" align="center">“<span style="font-family:Arial, sans-serif;"><span style="font-size:medium;">Purba (2002) mengatakan bahwa lingkungan sosial sebagai tempat berlangsungnya bermacam-macam interaksi sosial antara anggota atau kelompok masyarakat beserta pranata dengan symbol dan nilai serta norma yang sudah mapam, serta terkait dengan lingkungan alam (ekosistemnya) dan lingkungan binaan/buatan (tata ruang)”</span></span></p>
<p style="text-indent:1.27cm;margin-bottom:0;line-height:150%;" align="justify"><span style="font-family:Georgia, serif;"><span style="font-size:small;">Sebagaimana dengan lingkungan hidup yang memiliki berbagai ekosistem di dalamnya. Manusia juga berinteraksi dalam suatu kelompok manusia yang lain. Di lingkungan sosialnya manusia senantiasa terus menerus untuk berinteraksi. Dari interaksi yang berkesinambungan ini menghasilkan sebuah kelompok organisasi. Organisasi menjadi sebuah wadah yang memiliki tujuan dan aktifitas bersama untuk mencapai tujuan tertentu. Dari sini kita bisa mengetahui, bahwa interaksi-interaksi sosial yang terjadi dalam kehidupan manusia sering dinamakan dengan lingkungan sosial. Dalam  pengertian lain, oleh purba (2002) mengatakan bahwa lingkungan sosial sebagai tempat berlangsungnya bermacam-macam interaksi sosial antara anggota atau kelompok masyarakat beserta pranata dengan symbol dan nilai serta norma yang sudah mapam, serta terkait dengan lingkungan alam (ekosistemnya) dan lingkungan binaan/buatan (tata ruang).</span></span></p>
<p style="text-indent:1.27cm;margin-bottom:0;line-height:150%;" align="justify"><span style="font-family:Georgia, serif;"><span style="font-size:small;">Lingkungan bermasyarakat atau yang kini kita sebut sebagai lingkungan sosial terangkum dalam sebuah adat dan aturan yang berlaku. Masyarakat satu dan yang lain memiliki perbedaan yang di pengaruhi oleh factor ekonomi, letak geografis dan keadaan wilayah. Masyarakat yang berada dekat dengan sumber alam senantiasa hidup bergantung dengan alam. Mereka rata-rata bekerja/mata pencaharian  sebagai petani, nelayan. Mereka bekerja sebagai petani dan nelayan untuk memenuhi kebutuhan hidupnya sehari-hari, dan terkadang cara hidup ini yang ia pilih (<em>way of life).</em> Ketergantungan terhadap hasil alam membuat mereka sangat menghargai alam. Mereka senantiasa melindungi alam sekitarnya dari gangguan yang sifatnya merusak. Karena mereka yakin jika lingkungan alamnya terjaga dengan baik maka kehidupan  untuk masa depannya  bisa terjamin. Sedangkan untuk mereka yang hidup jauh dari sumber alam, sebagian besar mereka bekerja di bidang industry, perumahan, jasa dan lainnya. Untuk di  bidang  industry  terjadi proses pengolahan bahan mentah menjadi barang jadi/pakai. Dan yang  bergerak di bidang jasa berupa untuk memasarkan produk kepada konsumen  di pasaran. Adanya perbedaan letak geografi dan keaadaan alam ternyata mempengaruhi  perilaku manusia dalam menjalani kehidupan. Kita bisa lihat bahwa sebagian besar masyarakat yang hidup di dekat sumber alam (laut, hutan, lahan pertanian dan perkebunan) bergantung pada alam. Dan untuk mereka yang hidup jauh dari sumber alam, bekerja di bidang industry, jasa dan lainnya. Dengan demikian bisa dikatakan bahwa lingkungan mampu membentuk dan mendatangkan  perilaku bagi manusia. </span></span></p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;" align="justify"><span style="font-family:Georgia, serif;"><span style="font-size:small;"><strong>Perilaku yang bagaimana?</strong></span></span></p>
<p style="text-indent:1.27cm;margin-bottom:0;line-height:150%;" align="justify"><span style="font-family:Georgia, serif;"><span style="font-size:small;">Perilaku masyarakat (seperti yang tertulis sebelumnya) terbentuk dari lingkungan dimana ia hidup. Perilaku ini berlangsung cukup lama dan mungkin pula hingga saat ini. Bahkan bisa saja perilaku yang sama turun menurun dari generasi ke generasi masyarakat. Seperti yang dikatakan oleh ahli psikologi lingkungan Calhoun dan Joan Ross (1995) berpendapat bahwa ada empat macam cara lingkungan dalam mempengaruhi perilaku, <em>pertama</em> : lingkungan menghalangi perilaku, akibatnya juga membatasi apa yang kita lakukan, contonya sebuah dinding kamar yang mempengaruhi gerak-gerik manusia dalam suatu ruangan. <em>Kedua</em> : lingkungan mengundang atau mendatangkan perilaku, menentukan bagaimana kita harus bertindak, contohnya yang terjadi di taman, biasanya kita tertawa dan bergembira. <em>Ketiga</em> : lingkungan membentuk diri, contonya, dalam proses belajar yang dilakukan di ruang terbuka, akan membuat pembelajar berpikir lebih kreatif dan kritis. <em>Keempat</em> : lingkungan mempengaruhi citra diri. Contonya : mengenai lingkungan rumah yang asri dan hijau, dipastikan bahwa penghuni rumah tersebut adalah orang yang cinta lingkungan dan kebersihan.</span></span></p>
<p style="text-indent:1.27cm;margin-bottom:0;line-height:150%;" align="justify"><span style="font-family:Georgia, serif;"><span style="font-size:small;">Mungkin sebelumnya kita hanya mengetahui bahwa psikologi hanya mempelajari ilmu jiwa manusia. Termasuk kecemasan, stress, pola perkembangan anak dan motivasi hidup. Tapi kini kita bisa mengetahui bahwa ranah psikologi menyentuh level lingkungan. Karena pada dasarnya manusia bagian dari lingkungan dan tidak dapat terpisahkan. Pengaruh pembentukan perilaku manusia oleh lingkungan ada yang berakibat munculnya stress. Stress merupakan kondisi jiwa manusia yang mengalami tekanan dari luar yang sulit terkontrol oleh kondisi pikiran. Stress bisa terjadi pada setiap orang. Banyak hal yang mempengaruhi timbulnya stress berkaitan dengan lingkungan, seperti  kemacetan lalu lintas, suara bising kendaraan, kepadatan penduduk. Kondisi lingkungan tersebut adalah pemicu terjadinya stress pada semua orang. Stress terkadang di awali dengan rasa cemas. Kecemasan yang meningkat dan semakin tak terkendali mengakibatkan tekanan pada jantung dan pikiran. Jantung terasa berdebar sangat cepat. Di samping itu juga badan berasa lemas. Menurut Slavson (1987) <em>dalam www.</em>wangmuba.com mengatakan bahwa salah satu penyebab munculnya kecemasan adalah dari hubungan-hubungan dan ditentukan langsung oleh kondisi-kondisi, adat-istiadat, dan nilai-nilai dalam masyarakat. Kecemasan dalam kadar terberat dirasakan sebagai akibat dari perubahan sosial yang amat cepat, dimana tanpa persiapan yang cukup, seseorang tiba-tiba saja sudah dilanda perubahan dan terbenam dalam situasi-situasi baru yang terus menerus berubah. Dimana perubahan ini merupakan peristiwa yang mengenai seluruh lingkungan kehidupan, maka seseorang akan sulit membebaskan dirinya dari pengalaman yang mencemaskan ini.</span></span></p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;" align="justify"><span style="font-family:Georgia, serif;"><strong><span style="font-size:small;">Kasus gedung  terhadap perilaku penghuni</span></strong></span></p>
<p style="text-indent:1.27cm;margin-bottom:0;line-height:150%;" align="justify"><span style="font-family:Georgia, serif;"><span style="font-size:small;">Ada kasus mengenai bangunan gedung ataupun apartemen terhadap perilaku masyarakat. Pembangunan proyek perumahan itu dinamai Pruitt-Igoe di  St. Louis. Pemerintah tersebut mulai mendirikan bangunan itu tahun 1955. Harapan dari seluruh kalangan atas dibangunnya perumahan itu adalah meningkatnya kesejahteraan masyarakat dan kualitas kehidupan yang semakin baik. Bangunan itu bertingkat sebelas yang berada dalam sebuah kompleks besar, total gedung yang dibangun dalam kompleks tersebut berjumlah 33 gedung. Bangunan itu terbuat dari bahan yang luar biasa bagus, keramik yang tahan pecah, dinding yang sangat kuat dan rapat. Dan jalan-jalan yang memanjang terlihat elok. Sampai akhirnya gedung ini diberikan penghargaaan dari berbagai pihak karena desainnya yang sangat bagus. </span></span></p>
<p style="text-indent:1.27cm;margin-bottom:0;line-height:150%;" align="center">“<span style="font-family:Arial, sans-serif;"><span style="font-size:medium;"><strong>Lingkungan apartemen telah membentuk  perilaku manusia menjadi tidak biasa. Penghuni apartemen menjadi orang yang seakan hidup menyendiri, dan mereka sama sekali tidak mengenal tetangga depan kamarnya. Mereka menjadi hidup dalam keterasingan”</strong></span></span></p>
<p style="text-indent:1.27cm;margin-bottom:0;line-height:150%;" align="justify"><span style="font-family:Georgia, serif;"><span style="font-size:small;">Tidak lama kemudian. ketika gedung ini selesai dibangun,  telah ada ribuan ornag yang jadi penghuni. Namun beberapa tahun berlalu, terjadi kekerasan dan kasus perkosaan di gedung ini. Mereka yang berada dalam lorong-lorong gedung menjadi korban dari tindakan kekerasan. Begitu juga bagi mereka yang pulang ke kamar pada malam hari, merekapun tak luput dari tindakan kekerasan yang dilakukan sesame penghuni gedung tersebut. Ternyata, apa yang menjadi harapan berbagai pihak tentang bangunan ini akan meningkatkan kualitas kehidupan penghuni tidaklah tercapai.  Makin hari, bulan dan tahun, jumlah penghuni gedung yang megah itu berkurang hingga 70 an persen. Kejadian ini membuat pemerintah untuk memutuskan merobohkan semua gedung yang berada dalam kompleks yang besar tersebut.</span></span></p>
<p style="text-indent:1.27cm;margin-bottom:0;line-height:150%;" align="justify"><span style="font-family:Georgia, serif;"><span style="font-size:small;">Kasus yang menimpa banyak korban dan bebagai tindakan kekerasan lainnya , menurut pandangan psikologi lingkungan hal tersebut terjadi karena tidak adanya ruang untuk berinteraksi antara penghuni gedung apartemen. Lingkungan apartemen telah membentuk  perilaku manusia menjadi tidak biasa. Penghuni apartemen menjadi orang yang seakan hidup menyendiri, dan mereka sama sekali tidak mengenal tetangga depan kamarnya. Mereka menjadi hidup dalam keterasingan. Walaupun jarak antar kamar cukup dekat namun semua tertutup oleh dinding yang sangat tertutup dan seakan menghalangi interaksi. Maka meskipun gedung tersebut memiliki desain yang bagus dan mewah tapi dengan cepat berubah menjadi tempat yang menyakitkan. Tempat tinggal yang hanya berisi keakuan. Seakan ada aturan main yang berbunyi ‘selesaikan segala sesuatu sendiri’. Karena mereka merasa bertetangga namun tidak pernah mengenal. Oleh karena itu, dalam mendesain suatu bangunan untuk manusia perlu memperhatikan aspek psikologis seperti adanya ruang sosiopetal. Yang berarti ada sebuah ruang untuk berinteraksi (mencari teman) diantara penghuni. sehingga penghuni gedung tersebut bisa saling mengenal dan terbiasa berinteraksi. Dan minimalisir adanya ruang sosiofugal yang berarti keberadaan ruang tersebut tidak bisa digunakan untuk tempat berinteraksi dengan penghuni gedung. </span></span></p>
<p style="text-indent:1.27cm;margin-bottom:0;line-height:150%;" align="justify">
<p style="text-indent:1.27cm;margin-bottom:0;line-height:150%;" align="justify">
<p style="text-indent:1.27cm;margin-bottom:0;line-height:150%;" align="justify">
<p style="margin-top:.21cm;margin-bottom:0;line-height:100%;" align="justify"><span style="font-family:Georgia, serif;"><span style="font-size:small;"><strong>Daftar Pustaka:</strong></span></span></p>
<p style="margin-top:.21cm;margin-bottom:0;line-height:100%;" align="justify"><span style="font-family:Georgia, serif;"><span style="font-size:small;">Purba, jonny. 2005<em>. Pengelolaan Lingkungan Sosial</em>. Yayasan Obor Indonesia. Jakarta.</span></span></p>
<p style="margin-left:1.5cm;text-indent:-1.5cm;margin-top:.21cm;margin-bottom:0;line-height:100%;" align="justify"><span style="font-family:Georgia, serif;"><span style="font-size:small;">Calhoun, james dan joan ross. 1995.P<em>sikologi tentang penyesuaian dan hubungan kemanusian.</em> Penerjemah: Satmoko, R.S. Edisi ketiga. IKIP Semarang Press. Semarang</span></span></p>
<p style="margin-left:1.5cm;text-indent:-1.5cm;margin-top:.21cm;margin-bottom:0;line-height:100%;" align="justify"><span style="font-family:Georgia, serif;"><span style="font-size:small;">karikatur di kutip dari www.kolomhumor.com<br />
</span></span>
</p>
<p style="margin-top:.21cm;margin-bottom:0;line-height:100%;" align="justify">
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;" align="justify">
Posted in LINGKUNGAN, SOSIAL  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/henryaja.wordpress.com/188/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/henryaja.wordpress.com/188/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/henryaja.wordpress.com/188/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/henryaja.wordpress.com/188/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/henryaja.wordpress.com/188/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/henryaja.wordpress.com/188/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/henryaja.wordpress.com/188/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/henryaja.wordpress.com/188/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/henryaja.wordpress.com/188/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/henryaja.wordpress.com/188/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=henryaja.wordpress.com&blog=2422545&post=188&subd=henryaja&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://henryaja.wordpress.com/2009/06/26/diskursus-lingkungan-dan-pembentukan-perilaku-manusia/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/3e96ddffd2fcd846500a67fc7510c2f5?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">henryaja</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://henryaja.files.wordpress.com/2009/06/tomdean-gedung.jpg?w=218" medium="image">
			<media:title type="html">Tomdean-gedung</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Trem, Warisan  Kota BudayaYang Belum Diberdayakan!!</title>
		<link>http://henryaja.wordpress.com/2009/05/06/trem-warisan-budaya-kota-yang-belum-diberdayakan/</link>
		<comments>http://henryaja.wordpress.com/2009/05/06/trem-warisan-budaya-kota-yang-belum-diberdayakan/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 06 May 2009 06:22:44 +0000</pubDate>
		<dc:creator>henryaja</dc:creator>
				<category><![CDATA[LINGKUNGAN]]></category>
		<category><![CDATA[REKOMENDASI]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://henryaja.wordpress.com/?p=155</guid>
		<description><![CDATA[
“Menambah kuantitas jalan bukan solusi mengatasi kemacetan, tp gunakan  jlan yg ada dengan membuat jalan-jalan pedestrian, jalur trem untuk mempersempit ruang bagi kendaraan yang terus menerus menyesakki badan jalan, jangan aplikasikan  BRT (bus rapid transit)
oleh : henry[green]
Realitas transportasi di Solo


 Belum lama ini, pemerintah kota solo sedang berupaya untuk memfungsikan kembali kereta api [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=henryaja.wordpress.com&blog=2422545&post=155&subd=henryaja&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><!-- 		@page { size: 21cm 29.7cm; margin: 2cm } 		P { margin-bottom: 0.21cm } --></p>
<p style="text-align:center;">“<span style="font-family:Times New Roman,serif;"><span style="font-size:small;"><strong>Menambah kuantitas jalan bukan solusi mengatasi kemacetan, tp gunakan  jlan yg ada dengan membuat jalan-jalan pedestrian, jalur trem untuk mempersempit ruang bagi kendaraan yang terus menerus menyesakki badan jalan, jangan aplikasikan  BRT (<em>bus rapid transit)</em></strong></span></span></p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;text-align:center;">oleh : henry[green]</p>
<p style="margin-left:1.27cm;margin-bottom:0;line-height:150%;" align="justify"><strong><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman,serif;">Realitas transportasi di Solo<br />
</span></span></strong>
</p>
<p style="margin-left:1.27cm;text-indent:.64cm;margin-bottom:0;line-height:150%;" align="justify"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman,serif;"> Bel</span></span><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman,serif;">um lama in</span></span><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman,serif;">i, pemerintah kota solo sedang b</span></span><img class="alignleft size-full wp-image-160" title="Amsterdam-tram" src="http://henryaja.files.wordpress.com/2009/05/amsterdam-tram.jpg?w=310&#038;h=234" alt="Amsterdam-tram" width="310" height="234" /><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman,serif;">erupaya untuk memfungsikan kembali kereta api klasik. Kareta api tersebut yang rencananya sebagai kereta wisata. Rute  sementara dari stasiun purwosari hingga stasiun kota (sangkrah) dan untuk lebih lanjutnya sampai wonogiri. Pemanfataan kereta wisata ini semoga tidak s</span></span><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman,serif;">eperti nasib kereta punakawan. Yang hanya beroperasi sementara, tidak lama kemudian tak beroperasi. Namun yang perlu di cermati bahwa kereta yang difungsikan kembali bukan cuma untuk wisata, tapi yang terpenting adalah transportasi massal untuk massa depan kota ini. Dengan transportasi massal itu memberikan peluang kepada masyarakat untuk memperlancar aktifitasnya dan untuk jangka panjang tercipta keteraturan</span></span><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman,serif;">. </span></span></p>
<p style="margin-left:1.27cm;text-indent:.64cm;margin-bottom:0;line-height:150%;" align="justify"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman,serif;">Realitas transportasi yang kini ada di kota Solo yaitu sering terjadi kemacetan di beberapa titik jalan yang menjadi konsentrasi utama aktifitas masyarakat. Hal ini merupakan kenyataan yang tidak boleh dibiarkan begitu saja. Terlebih lagi kota solo yang sedang dinamis untuk membangun dan sebagai destinasi wisata. Untuk menunjukkan bahwa solo sebagai kota tujuan wisata yang terbaik tentunya di tunjang juga dengan sarana transportasi yang memadai. Jangan sampai para wisatawan local dan mancanegara kecewa akibat tidak ada transportasi yang terintegrasi dan aman<span id="more-155"></span>.Tidak dapat di pungkiri jika kondisi kemacetan yang belakangan terjadi di kota ini dikarenakan pertambahan kuantitas kendaraan. Pertambahan volume kendaraan di kota solo menjadi permasalahan mendatang jika tidak diantisipasi dari sekarang. Apakah kota ini ingin mengikuti jejak Jakarta yang telah terjebak dalam lingkaran kemacetan?.Semua kota mesti tidak akan menginginkan kotanya terkenal dengan kamacetan. Sebab akan banyak efek samping yang muncul dari kemacetan seperti terganggunya kelancaraan roda perekonomian kota dan timbulnya keresahan hingga stress. Pola kehidupan masyarakat pun bisa menjadi tidak teratur dan semrawut. Apakah keadaan seperti ini yang diharapkan?. Kehadiran bis Damri yang belum lama beroperasi di kota ini tidak membawa solusi bagi kemacetan. Yang terlihat adalah semakin padatnya kendaraan yang memenuhi jalan-jalan kota. </span></span></p>
<p style="margin-left:1.27cm;text-indent:.64cm;margin-bottom:0;line-height:150%;" align="justify">“<span style="font-family:Tahoma,sans-serif;"><span style="font-size:small;"><strong>Semua kota mesti tidak akan menginginkan kotanya terkenal dengan kamacetan. Sebab akan banyak efek samping yang muncul dari kemacetan seperti terganggunya kelancaraan roda perekonomian kota dan timbulnya keresahan hingga stress. Pola kehidupan masyarakat pun bisa menjadi tidak teratur dan semrawut”.</strong></span></span></p>
<p style="margin-left:1.27cm;text-indent:.64cm;margin-bottom:0;line-height:150%;" align="justify">
<p style="margin-left:1.27cm;margin-bottom:0;line-height:150%;" align="justify"><strong><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman,serif;"><em>Recycle </em>Konsep Transportasi Masa Lalu</span></span></strong></p>
<p style="margin-left:1.27cm;text-indent:.64cm;margin-bottom:0;line-height:150%;" align="justify"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman,serif;">Presiden RI Susilo bambang yudoyono beberapa waktu lalu (sembari naik kereta Jakarta jurasan tanjung priok &#8211; stasiun kota ) sempat menekankan pentingnya transportasi yang terintegrasi di kota-kota Indonesia (Solopos, 29 April 2009). Menurut beliau,transportasi yang akan di realisasikan harus bisa menghubungkan komunitas-komunitas dan kepentingan untuk jangka waktu mendatang. Hampir seluruh kota sedang belajar dari kesalahan dalam menata transportasinya. Begitu juga dengan kota Jakarta. Konsep yang telah di aplikasikan oleh Jakarta berupa busway sempat menuai pro dan kontra dari berbagai pihak. Busway yang sengaja dirancang untuk mengatasi kemacetan di Jakarta dan mengurangi pemakaian kendaraan pribadi ternyata tidak signifikan. Kebijakan yang di usung oleh sutiyoso selaku gubernur DKI Jakarta tersebut tidaklah membuat Jakarta bebas dari kemacetan. Kesemrawutan transportasi masih mendominasi. Jalan untuk busway yang seharusnya terlarang dilintasi oleh kendaraan lain ternyata sering dilanggar. Pengguna kendaraan mengambil alih fungsi jalan busway itu.</span></span></p>
<p style="margin-left:1.27cm;text-indent:.64cm;margin-bottom:0;line-height:150%;" align="justify"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman,serif;">Kota solo yang hanya memiliki luas area administratif  sebesar  4404,05 ha perlu membuat gebrakan petama dalam hal aplikasi transportasi yang terintegrasi dan ramah bagi lingkungan. Kota yang sangat dinamis ini perlu menjadi pelopor dalam hal tata kota. Setelah berhasil menata kota mulai dari penataan pedagang kaki  lima (PKL), kawasan hijau (balekambang), city walk. Kota ini  memilki potensi yang beragam. Namun, dari potensi yang ada di kota ini belum di upayakan secara optimal.  Salah satu potensi solo itu adalah kota ini memliki jalur kereta di dalam kota. Menurut sejarahnya keberadaan jalur kereta ini, digunakan sebagai penghubung kota solo dengan kota lainnya. Secara geografis kota solo berada di tengah (central) dari beberapa wilayah karanganyar, sukoharjo, sragen, boyolali, klaten. Masa lalu kota solo menjadi kota dagang atau bisnis. Para pedagang dari wilayah soloraya datang ke Solo dengan menggunakan transportasi kota. Dan sampai sekarang jalur kereta itu masih ada begitu juga kereta feeder yang masih bertahan sebagai penghubung tanpa henti.</span></span></p>
<p style="margin-left:1.27cm;text-indent:.64cm;margin-bottom:0;line-height:150%;" align="justify"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman,serif;">Berdasarkan potensi yang ada di solo masa lalu berupa jalur kereta dalam kota. Maka sayang sekali jika potensi ini tidak dimanfaatkan. Upaya yang perlu dilakukan mendatang yaitu dengan membangkitkan kembali (<em>recycle</em>) konsep transportasi kota masa lalu yaitu dengan menggunakan Trem. Trem merupakan </span></span><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kereta"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman,serif;">kereta</span></span></a><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman,serif;"> yang memiliki </span></span><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Rel"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman,serif;">rel</span></span></a><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman,serif;"> khusus di dalam </span></span><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kota"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman,serif;">kota</span></span></a><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman,serif;">, dengan trem yang berselang dengan waktu  beberapa menit berangkat, merupakan solusi untuk kemacetan. Trem mampu menghubungkan tempat-tempat strategis di kota. Beberapa tempat strategis yang ada di solo  itu diantaranya  Manahan, kota barat (solo paragon), bandara adisumarmo, jalan slamet riyadi, pasar klewer, balaikota, pasar gede, kampus, taman jurug. Seperti trem yang sudah di adopsi di negara Paris dalam mengatasi masalah kemacetan dan kesemrawutan kota. Begitu juga dengan San Fransisco yang masih mempertahankan konsep transportasi masa lalu untuk transportasi masa kini dan yang akan datang. </span></span></p>
<p style="margin-left:1.27cm;text-indent:.64cm;margin-bottom:0;line-height:150%;" align="center">“<span style="font-family:Times New Roman,serif;"><span style="font-size:small;"><strong><em><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;">Trem merupakan </span></em></strong><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kereta"><strong><em><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;">kereta</span></span></em></strong></a><strong><em><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;"> yang memiliki </span></span></em></strong><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Rel"><strong><em><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;">rel</span></span></em></strong></a><strong><em><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;"> khusus di dalam </span></span></em></strong><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kota"><strong><em><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;">kota</span></span></em></strong></a><strong><em><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Tahoma,sans-serif;">, dengan trem yang berselang dengan waktu  beberapa menit berangkat, merupakan solusi untuk kemacetan. Trem mampu menghubungkan tempat-tempat strategis di kota”</span></span></em></strong></span></span></p>
<p style="margin-left:1.27cm;text-indent:.64cm;margin-bottom:0;line-height:150%;" align="justify"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman,serif;"> Beberapa keunggulan Trem sebagai transportasi kota diantaranya, 1. Lebih teratur dalam hal penjadwalan kedatangan dan pemberangkatan, sehingga penumpang Trem bisa menyesuaikan waktu sesuai dengan jadwal yang telah di tetapkan, 2. Efisien terhadap jalan  yang ada di kota, artinya dalam pemanfaatan pembuatan perluasan jalan trem tidak memerlukan badan jalan yang luas, 3. Ramah lingkungan, bahan bakar yang di gunakan tidak mengeluarkan gas emisi yang merusak lingkungan 4. Memiliki kapasitas pengangkutan penumpang yang lebih banyak di bandingkan dengan bis, 5. Memberikan kenyamanan bagi penumpang.</span></span></p>
<p><!--more--></p>
Posted in LINGKUNGAN, REKOMENDASI  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/henryaja.wordpress.com/155/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/henryaja.wordpress.com/155/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/henryaja.wordpress.com/155/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/henryaja.wordpress.com/155/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/henryaja.wordpress.com/155/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/henryaja.wordpress.com/155/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/henryaja.wordpress.com/155/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/henryaja.wordpress.com/155/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/henryaja.wordpress.com/155/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/henryaja.wordpress.com/155/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=henryaja.wordpress.com&blog=2422545&post=155&subd=henryaja&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://henryaja.wordpress.com/2009/05/06/trem-warisan-budaya-kota-yang-belum-diberdayakan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/3e96ddffd2fcd846500a67fc7510c2f5?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">henryaja</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://henryaja.files.wordpress.com/2009/05/amsterdam-tram.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Amsterdam-tram</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Cerita Tentang Riwayat Negeri Yang Dulu Kaya</title>
		<link>http://henryaja.wordpress.com/2009/04/27/cerita-tentang-riwayat-negeri-yang-dulu-kaya/</link>
		<comments>http://henryaja.wordpress.com/2009/04/27/cerita-tentang-riwayat-negeri-yang-dulu-kaya/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 27 Apr 2009 06:30:58 +0000</pubDate>
		<dc:creator>henryaja</dc:creator>
				<category><![CDATA[LINGKUNGAN]]></category>
		<category><![CDATA[REKOMENDASI]]></category>
		<category><![CDATA[SOSIAL]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://henryaja.wordpress.com/?p=146</guid>
		<description><![CDATA[
Oleh henry[green]
&#8220;Cerita ini bukan fiktif belaka!! tapi cerita ini diangkat dari sebuah kisah nyata dari negeri yang sedang berkembang, yang pernah memiliki sumber daya alam yang melimpah namun kini tinggal cerita!!! 
Banyak yang bilang kalau negara ini (Indonesia) kaya raya. Hamparan sumber daya alam mulai dari ujung Sumatra sampai dengan ujung papua. Semua saling melengkapi [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=henryaja.wordpress.com&blog=2422545&post=146&subd=henryaja&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><img class="aligncenter size-full wp-image-152" title="nyemot" src="http://henryaja.files.wordpress.com/2009/04/nyemot.jpg?w=298&#038;h=225" alt="nyemot" width="298" height="225" /></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;line-height:150%;" align="center">Oleh henry[green]</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;line-height:150%;" align="center"><strong><span style="font-size:16pt;line-height:150%;font-family:&quot;"><span>&#8220;Cerita ini bukan fiktif belaka!! tapi cerita ini diangkat dari sebuah kisah nyata dari negeri yang sedang berkembang, yang pernah memiliki sumber daya alam yang melimpah namun kini tinggal cerita!!! </span></span></strong><strong></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:.5in;line-height:150%;"><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:&quot;">Banyak yang bilang kalau negara ini (Indonesia) kaya raya. Hamparan sumber daya alam mulai dari ujung Sumatra sampai dengan ujung papua. Semua saling melengkapi satu sama lain. Pulau Kalimantan dan Sumatra sebagai penghasil rempah-rempah dan perkebunan yang melimpah. Kalimantan juga penghasil tambang dan gas alam cair yang tersedia luas. Pulau jawa memiliki potensi sumber daya alam berupa lumbung pangan, pegunungan yang tinggi dan gunung berapi aktif yang tidak pernah berdusta untuk meletuskan semua isinya. Gunung itu sebagai penyangga sebuah pulau dari segala gempa dan badai. Bayangkan jika tidak ada gunung?? Di gunung udaranya sangat sejuk tanpa polusi. Makanya banyak satwa yang betah berdomisili disana. Aneka flora juga turut meramaikan isi gunung. Mereka semua saling melengkapi. Sayuran dan buah-buahan tumbuh subur di kawasan pegunungan. Begitu pula, Pulau bali, dan Lombok memiliki laut yang indah dan pantai yang panjang. Banyak wisatawan mancanegara yang mengerti arti keindahan alam secara konsisten datang dan menikmati indahnya pantai bali dan Lombok. Di tambah lagi budaya bali yang masih bertahan sampai dengan detik ini. Sehingga banyak wisatawan yang turut mempelajari budaya bali. Karena menurutnya, mereka tidak menemui budaya seperti bali di negara asalnya. Hanya disinilah ia merasakan kedamaian. Warga bali juga senantiasa menjaga dan mempertahankan alamnya. Meraka kebanyakan hidup berdampingan dengan alam. Maka banyak ramuan dan obat-obatan herbal yang sering diracik di bali. Termasuk, Marta Tilaar (dalam jawa pos) yang terkenal dengan racikan kecantikan herbalnya turut memuji masyarakat bali. Hingga ia akhirnya membuat sebuah buku mengenai SPA (perawatan tradisional menggunakan terapi air)<span id="more-146"></span>. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;text-indent:.5in;line-height:150%;"><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:&quot;">Tahun ini (2009) pulau bali dinobatkan sebagai number<em> one</em> SPA di dunia. Begitu juga dengan <span> </span>pulau papua, di pulau ini potensi alamnya sungguh luar biasa. Emas dan aneka tambang lain menjadikan pulau ini incaran para investor untuk menggali potensi yang ada. Sungguh malang, kekayaan alam itu tidak dirasakan oleh pemilik pulau (masyarkat papua). Meraka hanya bisa melihat tanah kelahirannya, di tambang dan kuras abis. Di sisi lain, kehidupan masyarakat tidak pernah ikut menikmatinya. Ketertinggalan dan jauh dari nilai-nilai kesejahteraan. Lalu apa yang harus mereka perbuat??ketika hak asasi nya akan lingkungan dan kehidupan yang layak terpaksa harus terenggut oleh orang luar. Akankah mereka harus diam??</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;text-indent:.5in;line-height:normal;"><span style="font-size:16pt;font-family:&quot;">“Marta Tilaar yang terkenal dengan racikan kecantikan herbalnya turut memuji masyarakat bali. Hingga ia akhirnya membuat sebuah buku mengenai SPA (perawatan tradisional menggunakan terapi air), (dalam_koran jawa pos)” </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;text-indent:.5in;line-height:normal;"><span style="font-size:16pt;font-family:&quot;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;line-height:150%;"><strong><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:&quot;">Masih adakah SDA itu?</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;text-indent:.5in;line-height:150%;"><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:&quot;">Beraneka sumber daya alam yang tersebar di seluruh penjuru negara ini apakah masih ada dan tetep terpelihara? Di pulau jawa yang memiliki jumlah penduduk terbesar memberikan perubahan pada potensi sumber daya alam. Alam yang telah ada lebih dahulu<span> </span>dari penduduk kini telah menyusut. Semakin meledaknya yang dasyat <span> </span>jumlah penduduk di suatu kawasan bisa berakibat pada menurunnya kuantitas lingkungan alam. Sebagai contoh, di kawasan pegunungan dan bukit yang dulu masih alami, kini telah berubah fungsi menjadi kawasan perumahan. Semakin ramainya perumahan di areal pegunungan telah mengganggu aktifitas gunung sebagai kawasan penyerapan air. Ketidakmampuan fungsi gunung dan pohon-pohon<span> </span>untuk kawasan penampung air bisa menyebabkan bencana tanah longsor. Ledakan penduduk yang tak teratasi menjadi kendala dalam mempertahankan lingkungan alam. Di satu sisi manusia sangat bergantung pada alam. Untuk makan dan minum semuanya tersedia di alam. Lalu bagaimana jika alam sudah tidak mampu untuk menyediakan kebutuhan untuk kehidupan manusia?. Hal inilah yang kian tampak di seluruh dunia. Ada orang yang kelaparan karena pertaniannya sudah tidak lagi berproduksi. Di daerah lain, ada yang kesulitan air (kekeringan). Mereka harus berjalan menempuh puluhan kilo meter baru bisa menemukan sumber air. Ada juga masyarakat <span> </span>di sekitar pulau yang kesulitan untuk mendapatkan ikan. Ikan menjadi langka. Bisa jadi karena laut sudah tercemar dan dahulu bibit-bibit ikan telah mati karena di bom menggunakan pukat harimau. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;text-indent:.5in;line-height:150%;"><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:&quot;">Yang lebih ironis lagi, yaitu negara ini yang terkenal sebagai negara kepulauan, namun masyarakatnya jarang sekali merasakan nikmatnya ikan tuna, ikan pari, udang laut, dan ikan besar yang ada di laut. Hasil laut milik sendiri tapi tidak sedikitpun merasakan hasil lautnya. Yang sering kita lihat di masyarakat, hanya mampu mengkonsumsi dengan membeli ikan kecil-kecil (teri, ikan lele, ikan mas). Lalu bagaimana dengan gizi dan kesehatan masyarakat Indonesia? Ikan laut yang memiliki gizi tinggi tidak pernah kita rasakan. Harus merogoh kocek yang banyak untuk bisa menikmati hasil alam sendiri. Kemana hak kami sebagai warga negara?dimana hak kami atas lingkungan alam?. Haruskah menunggu penerus negeri ini sampai kekurangan gizi?gizi buruk dan gizi kurang?akankah kita membiarkan masa depan generasi tidak lagi menikmati gizi tinggi dari hasil alam sendiri?.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;text-indent:.5in;line-height:normal;"><span style="font-size:16pt;font-family:&quot;">“Ada orang yang kelaparan karena pertaniannya sudah tidak lagi berproduksi. Di daerah lain, ada yang kesulitan air (kekeringan). Mereka harus berjalan menempuh puluhan kilo meter baru bisa menemukan sumber air. Ada juga masyarakat<span> </span>di sekitar pulau yang kesulitan untuk mendapatkan ikan. Ikan menjadi langka”.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;line-height:150%;"><strong><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:&quot;"> </span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;line-height:150%;"><strong><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:&quot;">Atas nama kekuasaan?</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:.5in;line-height:150%;"><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:&quot;">Kekayaan sumber daya alam yang melimpah ruah di negara ini adalah hak warga negara. Seperti yang tercantum dalam UUD’45 pasal 33 yang secara umum bumi dan seisinya digunakan untuk kemakmuran rakyat.<span> </span>Sungguh mulianya isi dari UUD’45 itu jika terealisasi dengan baik dan benar. Namun naskah itu hanyalah goresan tinta yang tak mampu protes. Ia hanyalah hasil pemikiran orang cerdas yang peduli pada lingkungan dan warga negara. Sayangnya hasil pemikiran itu telah di biaskan oleh orang yang tidak memiliki ‘pemikiran’. Mereka hanya orang-orang yang mimiliki kekuasaan dan uang. Seolah-olah semua dapat dibelinya. Sehingga bukan mustahil jika terjadi kekacauan di negeri yang kaya raya ini. Kekacauan mulai dari segala lapisan. Berbagai tindak penyelewengan dan tindakan yang terlarang sangat kental sekali marak di negeri ini. Contohnya KORUPSI. Korupsi menjadi sebuah profesi yang banyak di minati oleh orang yang berkuasa dan berduit. Korupsi (dlm bahasa latin, <em>corruption)</em> dalam buku catatan khusus<span> </span>yang diterbitkan KPK (komisi pemberantasan korupsi) yang saya dapatkan di SGM (<em>solo grand mall</em>) sabtu 26 April 2009, diartikan bahwa korupsi adalah rusak, busuk, menggoyahkan, memutarbalikkan atau menyogok. Saat itu KPK sedang mengadakan sosialisasi kepada masyarakat mengenai pemberantasan tindak korupsi. Dalam jargon yang di sampaikannya KPK berpesan : “lihat, lawan dan laporkan”. Dalam buku panduan KPK memaparkan secara rinci mengenai tindakan yang berkorelasi dengan korupsi. Korupsi dan hukumannya. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:.5in;line-height:150%;"><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:&quot;">Kini telah kita saksikan bersama bahwa suatu wilayah yang memiliki potensi alam, namun keadaan penduduknya tidak mengalami perbaikan. Alamnya telah di kuras sampai tak berbekas.<span> </span>Hasilnya sama sekali tidak dirasakan oleh warga sekitar. Kebanyakan hasilnya masuk pada kantong-kantong yang dalam. Kantong<span> </span>yang selalu mengambil jatah orang lain. Haruskah ini terjadi terus-menerus?. Andai saja berbagai tindakan itu secara konsisten masih diaplikasikan di negeri ini, hanya ada kata yang akan terungkap yaitu kehancuran <span> </span>dan disintegrasi.<span> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:.5in;line-height:150%;"><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:&quot;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:.5in;line-height:150%;"><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:&quot;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;"><strong><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:&quot;">Titik tolak perubahan</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;text-indent:.5in;line-height:150%;"><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:&quot;">Dalam masa pemilu 2009 yang masih hangat-hangatnya. Kita mungkin selalu di perdengarkan tentang kata perubahan. Perubahan yang di ungkapkan oleh calon legislative dan calon presiden untuk negeri ini. Dari sekian banyak materi perubahan yang di sampaikan secara garis besar bersifat normative. Tidak ada satupun yang<span> </span>mengusung kata perubahan yang sesungguhnya. Perubahan yang diharapkan oleh masyarakat. Bukan perubahan yang hanya muncul dari segelintir orang. Sempat saya berdiskusi dengan teman mengenai sebuah solusi dari permasalahan bangsa ini, dan disini ada sedikit konsep yang kami tawarkan, yaitu :</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;text-indent:.5in;line-height:150%;"><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:&quot;"><span> </span><strong>Pertama</strong>: Perubahan yang radikal harus segera dilakukan di negeri ini. Perubahan itu sermisal dalam hal hukum, memberikan sanksi yang tegas bagi pelanggar hukum. <span> </span>Tidak ada lagi kata <em>lobbying</em>. Memberikan hukuman mati bagi pelaku korupsi dan penyelewengan uang negara. Hukum itu harus tetap berada jalurnya. Hukum adat yang masih eksis harus tetap di pertahankan jika masih sesuai dengan hukum positif. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;text-indent:.5in;line-height:150%;"><strong><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:&quot;">Kedua</span></strong><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:&quot;">: Pemetaan <span> </span>wilayah di seluruh Indonesia berdasarkan potensi wilayah yang dimilikinya. Pemetaan wilayah dilakukan untuk pembangunan. Jika suatu wilayah berpotensi dalam pertanian dan perkebunan (atau lainnya) maka yang harus diupayakan adalah keberhasilan pertanian dan perkebunannya. Sehingga tidak boleh lagi ada pembangunan yang ber-sebrangan dengan potensi wilayah. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;text-indent:.5in;line-height:150%;"><strong><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:&quot;">Ketiga : </span></strong><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:&quot;">Menjadikan negara ini<strong> </strong>sebagai negara Riset. Kita ketahui bahwa banyak ilmuan handal Indonesia yang di beli oleh negara lain. Apakah ini tidak kita pikirkan?.Cara yang di tempuh yaitu dengan mengumpulkan ahli-ahli riset (ilmuan) seluruh Indonesia untuk berinovasi dalam melakukan eksperimennya sehingga menemukan karya ilmiah yang dapat berguna bagi masyarakat dan negara. Dengan begini maka bangsa ini bisa mandiri dan memiliki ilmuan-ilmuan yang handal. Sebab selama ini hanya politisi yang lebih banyak menguasai seluruh peranan penting. Padahal meraka hanya bisa bermain kata-kata. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;text-indent:.5in;line-height:150%;"><strong><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:&quot;">Keempat : </span></strong><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:&quot;">Menciptakan Tata ruang kota yang ramah lingkungan. Jangan seperti ibukota Jakarta yang sudah kacau balau (jangan di tiru). Penataan kota yang ramah lingkungan guna memberikan kenyamanan masyarakat. Menyukseskan ruang terbuka hijau. Menciptakan transportasi menggunakan trem (transportasi kereta api di dalam kota) (red_jangan busway). </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;text-indent:.5in;line-height:150%;"><strong><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:&quot;">Kelima : </span></strong><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:&quot;">Mengupayakan penerapan teknologi<span> </span>informasi. Teknologi informasi di seluruh lapisan pemerintahan untuk mempercepat proses kegiatan. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;text-indent:.5in;line-height:150%;"><strong><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:&quot;">Keenam : </span></strong><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:&quot;">Menyukseskan pendidikan berbasis realitas. Pendidikan yang dimaksud adalah pendidikan yang selalu mengikuti perkembangan jaman. Pendidikan yang memperlajari realitas kekinian. Sehingga terlahir generasi penerus yang siap untuk berkumpul di kancah masyarakat dan mampu menjawab semua persoalan bangsanya. Sebab yang kini kita saksikan adalah pembelajar yang hanya bisa mengerjakan soal-soal ujian saja. Sehinnga mereka tidak mampu untuk menjawab realitas yang sedang terjadi. Disamping itu pula, menciptakan pendidikan bisnis di Indonesia. Untuk menciptakan pengusaha-pengusaha muda handal. Dengan begitu tidak ada lagi pengangguran terdidik. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:.5in;line-height:normal;"><span style="font-size:16pt;font-family:&quot;">“Menjadikan negara ini<strong> </strong>sebagai negara Riset. Kita ketahui bahwa banyak ilmuan handal Indonesia yang di beli oleh negara lain. Apakah ini tidak kita pikirkan?.Cara yang di tempuh yaitu dengan mengumpulkan ahli-ahli riset (ilmuan) seluruh Indonesia untuk berinovasi dalam melakukan eksperimennya sehingga menemukan karya ilmiah yang dapat berguna bagi masyarakat dan negara”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:.5in;line-height:150%;"><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:&quot;">Dalam suatu suatu perubahan mesti ada segelintir orang yang menolaknya. Dalam hal ini orang itu dinamakan dengan <strong>resisten</strong>. Orang yang menolak perubahan dipengaruhi oleh beberapa factor diantaranya, <strong>a)</strong>. mereka sudah terbiasa (kebiasaan) melakukan sesuatu yang lampau, biasanya mereka cenderung untuk bertahan dengan kebiasaannya itu <strong>b)</strong>. mereka sudah berada dalam zona aman, sehingga jika mereka di ajak untuk berubah (keluar dari kotak) akan menolaknya<span> </span>dengan alasan, mereka akan mengalami kesulitan <strong>c)</strong>. Mereka tidak mengetahui arti penting perubahan<strong>. </strong>Untuk menyukseskan tercapainya perubahan yang telah di rencanakan maka harus di ikuti oleh semua orang yang ingin berubah. Artinya, antara pemimpin dengan bawahannya sudah memiliki kesamaan misi, yaitu berubah.<span> </span>Perubahan yang baik atau tidak sama sekali. <strong></strong></span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;"><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:&quot;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;"><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:&quot;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;"><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:&quot;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;"><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:&quot;"> </span></p>
Posted in LINGKUNGAN, REKOMENDASI, SOSIAL  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/henryaja.wordpress.com/146/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/henryaja.wordpress.com/146/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/henryaja.wordpress.com/146/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/henryaja.wordpress.com/146/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/henryaja.wordpress.com/146/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/henryaja.wordpress.com/146/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/henryaja.wordpress.com/146/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/henryaja.wordpress.com/146/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/henryaja.wordpress.com/146/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/henryaja.wordpress.com/146/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=henryaja.wordpress.com&blog=2422545&post=146&subd=henryaja&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://henryaja.wordpress.com/2009/04/27/cerita-tentang-riwayat-negeri-yang-dulu-kaya/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/3e96ddffd2fcd846500a67fc7510c2f5?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">henryaja</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://henryaja.files.wordpress.com/2009/04/nyemot.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">nyemot</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Kirab Budaya Politik di Solo, yang belum damai</title>
		<link>http://henryaja.wordpress.com/2009/03/31/kirab-budaya-politik-di-solo-yang-belum-damai/</link>
		<comments>http://henryaja.wordpress.com/2009/03/31/kirab-budaya-politik-di-solo-yang-belum-damai/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 31 Mar 2009 02:56:39 +0000</pubDate>
		<dc:creator>henryaja</dc:creator>
				<category><![CDATA[EDITORIAL]]></category>
		<category><![CDATA[SOSIAL]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://henryaja.wordpress.com/?p=140</guid>
		<description><![CDATA[
Oleh henry[green]
“Di sela kedamaian kirab, masih saja terdengar kebisingan yang bersumber dari suara arak-arakan kendaraan bermotor”
 
Di awal bergulirnya pelaksanaan kampanye terbuka untuk seluruh partai di tandai dengan kampaye damai. Di bukanya kampanye damai ini di mulai dengan adanya kirab budaya. Khusus di solo kirab budaya yang di sajikan yaitu kirab budaya politik dengan nuansa [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=henryaja.wordpress.com&blog=2422545&post=140&subd=henryaja&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:justify;line-height:150%;"><strong></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:center;line-height:150%;" align="center"><strong><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:&quot;">Oleh henry[green]</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:center;line-height:150%;" align="center"><strong><em><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:&quot;">“Di sela kedamaian kirab, masih saja terdengar kebisingan yang bersumber dari suara arak-arakan kendaraan bermotor”</span></em></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:justify;line-height:150%;"><strong><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:&quot;"> </span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:justify;text-indent:.5in;line-height:150%;"><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:&quot;">Di awal bergulirnya pelaksanaan kampanye terbuka untuk seluruh partai di tandai dengan kampaye damai. Di bukanya kampanye damai ini di mulai dengan adanya kirab budaya. Khusus di solo kirab budaya yang di sajikan yaitu kirab budaya politik dengan nuansa jawa. Kirab budaya ini berlangsung hari senin 16 Maret 2009. Rute kirab di mulai dari lapangan kota barat-jlan slamet riyadi dan berakhir di balaikota solo. Suasana yang di usung kali ini mencoba untuk menampilkan kampanye politik yang damai. Semoga aja untuk hari seterusnya bisa benar-benar berlangsung damai.<span> </span>Selama melihat kirab budaya politik di sepanjang jalan slamet riyadi terlihat berbagai atribut yang bertebaran, kereta kuda, becak, motor dan berbagai aksi dari tokoh pewayangan. <span id="more-140"></span>Peserta kirab tersusun mulai dari urutan partai yang mendapat nomor urut pertama dan seterusnya. Masing-masing partai politik saling mencoba menarik simpati dari para penonton yang kebetulan menyaksikan kirab itu. Sebagian orang yang menonton kirab menjadi sebuah hiburan di siang hari menjelang sore kala itu. Kebetulan saat itu pula suasana cuaca di kota solo cerah dan panas. Tapi semua itu seakan lenyap, karena ada hiburan yang jarang terjadi. Penonton melihat tontonan yang ‘lucu-lucu’. Menyaksikan ramainya orang-orang yang sedang asik berpesta dalam kebebasan demokrasi. Peserta kirab mencoba menawarkan sebuah resep yang manis-manis. Ibarat sebuah kecap.<span> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:justify;text-indent:.5in;line-height:150%;"><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:&quot;">Derab roda dan ketukan sepatu kuda pun turut menyampaikan makna kemeriahan kirab. Dentuman drum band yang dimainkan oleh sekelompok orang itu pun membuat suasana semakin marak lagi. Di ikuti oleh petugas bendera yang tampak asik memainkan benderanya. <span> </span>Di tambah lagi para petugas pemadam kebakaran yang sedang asik menyemprotkan airnya ke jalan yang akan di lalui peserta kirab. Suasana panas itupun di sulap menjadi teduh. Tampak beberapa actor pewayangan sedang asik berjalan berada di barisan depan dari partai yang di usungnya. Ada yang beda dari kirab ini. Dari sekian yang di lihat, ternyata ada juga peserta kampanye yang menjadikan waria menjadi sebuah icon. Waria-waria itu berada di barisan depan dengan membawa atribut dan bendera serta ada pula yang sedang asik duduk di dalam kereta kuda. Wow?Ada apa dengan kirab kali ini?mengapa ada waria disana?apakah ini yang namanya sebuah budaya politik dimana terdapat penipuan daya rasional sehingga waria di jadikan icon sebuah kampanye. Sungguh aneh!.padahal banyak penonton yang berharap bisa menyaksikan tontonan kirab yang berkualitas dan terdapat unsur pendidikan politik di dalamnya. Namun yang terjadi adalah sebuah tontonan yang menyajikan waria-waria sebagai icon dari partai. Bagaimana jika ada anak-anak yang menyaksikan kirab itu. Mereka melihat waria-waria. Anak-anak itu bisa jadi terhipnotis ketika melihat waria-waria, yang lebih jauhnya lagi, anak-anak tadi akan mengikuti perilaku waria-waria yang ditontonnya. Semoga saja tidak.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:justify;text-indent:.5in;line-height:150%;"><span style="font-size:14pt;line-height:150%;font-family:Consolas;">“apakah ini yang namanya sebuah budaya politik dimana terdapat penipuan daya rasional sehingga waria di jadikan icon sebuah kampanye. Sungguh aneh!.padahal banyak penonton yang berharap bisa menyaksikan tontonan kirab yang berkualitas dan terdapat unsur pendidikan politik di dalamnya”.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:justify;line-height:150%;"><strong><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:&quot;">Damai <span> </span>di persimpangan jalan</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:justify;text-indent:.5in;line-height:150%;"><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:&quot;">Semua orang menginginkan suasana kampanye yang damai. Suatu keadaan yang tidak menimbulkan keresahan dan kekhawatir dalam lingkungan masyarakat. Kampanye yang damai bukan hanya damai dari sudut pandang yang aman dan tanpa adanya konflik. Akan tetapi maknai kata damai dengan lebih mendalam. Damai itu berarti untuk semua (holistic). Semua yang ada di lingkungan, termasuk me-manusiakan manusia (humanis) dan lingkungan alam. Damai inilah yang sebenar-benarnya damai. Tapi yang untuk <span> </span>detik inipun kita masih saja melihat dan mendengar aktifitas kampanye yang menggunakan metode konvensional. Aktifitas kampanye yang konvensional itu diantaranya, menggunakan kendaraan bermotor (arak-arakan) yang membuat suasana menjadi bising. Kebisingan itu membuat pencemaran suara. Orang yang mendengarnya pasti akan merasa terganngu. Begitu pula berbagai pengguna jalan umum mereka pasti juga terganggu oleh arak-arakan kendaraan. Macet dan merasahkan semua pengguna jalan itulah akibat dari arak-arakan. Aktifitas kampanye semacam inilah yang sama sekali tidak membuat keadaan damai.Oleh karena itu, kampanye konvensional itu harus segera di tindak sebagai perilaku pelanggaran kampaye. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:justify;text-indent:.5in;line-height:150%;"><span style="font-size:16pt;line-height:150%;font-family:Consolas;">Kampanye yang damai bukan hanya damai dari sudut pandang yang aman dan tanpa adanya konflik. Akan tetapi maknai kata damai dengan lebih mendalam. Damai itu berarti untuk semua (holistic). Semua yang ada di lingkungan, termasuk me-manusiakan manusia (humanis) dan lingkungan alam.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:justify;text-indent:.5in;line-height:150%;"><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:&quot;">Ketika melihat kirab budaya politik di kota solo kita pun masih menyaksikan perilaku kampanye yang belum damai secara totalitas. Secara konsepnya, <span> </span>kirab budaya politik itu sudah cukup apik. Dan mendekati makna damai totalitas. Kita bisa melihat delman, sepeda dan becak, dan longmarch (jalan kaki). Semua itu terasa damai tanpa kendaraan bermotor. Akan tetapi sayang sekali, kita masih saja menyaksikan arak-arakan kendaraan bermotor yang <em>menggeber-geberkan</em> knalpotnya di sekeliling perpaduan budaya itu. Ternyata apa yang di tonton tidaklah memberikan suasana damai seperti apa yang di usung oleh KPU yaitu Kampanye damai. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:justify;line-height:150%;"><strong><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:&quot;">Ikut<span> </span>ataupun tidak ikut kampanye adalah Pilihan</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:justify;text-indent:.5in;line-height:150%;"><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:&quot;">Untuk kampanye di kota solo yang harus ditekankan adalah suatu kampanye yang berbudaya. Budaya yang sopan dan santun. Dan bukan budaya yang merusak ataupun arak-arakan. Karena bukan jamannya lagi arak-arakan dalam berkendaraan. Tapi kini saatnya menunjukkan ada cara yang lebih santun dalam berkampanye tanpa mengganggu ketenangan dan kedamaian. Jika masih menggunakan kendaraan bermotor, gunakanlah kendaraan itu secara normal. Dan selalu mentaati peraturan lalu lintas. Karena sering kali dalam kampanye banyak pengendara bermotor <span> </span>yang seenaknya menerobos rambu-rambu lalu lintas. Seolah mereka adalah penguasa jalanan saat itu. Padahal tindakan mereka itu telah menodai budaya kota solo. Dan menodai budaya yang damai. Kita ingin kampanye terbuka menjadi suatu momentum untuk<span> </span>bersosialisasi dan mengenal permasalahan di masyarakat. Jangan lagi ada kebisingan dan konflik horizontal antar partai. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:justify;text-indent:.5in;line-height:150%;"><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:&quot;">Masyarakat memiliki hak untuk ikut kampanye ataupun tidak. Mereka yang ikut untuk kampanye tentu saja menginginkan kondisi yang kondusif. Mereka juga ingin melihat calon-calon pemimpin berdasarkan dengan kecerdasannya dan kharismatiknya. Serta pemimpin yang mengenal masyarakatnya. Bukan calon pemimpin yang cuma bisa mengumbar janji kemudian omong kosong Sedangkan, ada masyarakat yang memutuskan untuk tidak<span> </span>ikut kampanye adalah pilihannya. Yang jelas mereka adalah orang yang telah menggunakan haknya dengan baik. Mungkin saja mereka telah mengerti bahwa kampanye itu hanyalah kiasan. Mereka telah mencermati dengan seksama dari masa ke masa, dari sejarah dan yang bersejarah. Sehingga menurutnya, tidak ikut kampanye adalah lebih baik dan paling baik. <span> </span><span> </span><strong></strong></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:justify;line-height:150%;"><strong><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:&quot;"> </span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:justify;line-height:150%;"><strong><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:&quot;"> </span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:justify;line-height:150%;"><strong><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:&quot;"> </span></strong></p>
Posted in EDITORIAL, SOSIAL  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/henryaja.wordpress.com/140/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/henryaja.wordpress.com/140/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/henryaja.wordpress.com/140/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/henryaja.wordpress.com/140/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/henryaja.wordpress.com/140/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/henryaja.wordpress.com/140/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/henryaja.wordpress.com/140/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/henryaja.wordpress.com/140/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/henryaja.wordpress.com/140/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/henryaja.wordpress.com/140/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=henryaja.wordpress.com&blog=2422545&post=140&subd=henryaja&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://henryaja.wordpress.com/2009/03/31/kirab-budaya-politik-di-solo-yang-belum-damai/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/3e96ddffd2fcd846500a67fc7510c2f5?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">henryaja</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Sebuah fenomena: Konflik Horizontal Manusia Dengan Harimau</title>
		<link>http://henryaja.wordpress.com/2009/03/11/sebuah-fenomena-konflik-horizontal-manusia-dengan-harimau/</link>
		<comments>http://henryaja.wordpress.com/2009/03/11/sebuah-fenomena-konflik-horizontal-manusia-dengan-harimau/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 11 Mar 2009 10:38:05 +0000</pubDate>
		<dc:creator>henryaja</dc:creator>
				<category><![CDATA[LINGKUNGAN]]></category>
		<category><![CDATA[SOSIAL]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://henryaja.wordpress.com/2009/03/11/sebuah-fenomena-konflik-horizontal-manusia-dengan-harimau/</guid>
		<description><![CDATA[Oleh : henry [green]
“ketika melihat suasana sekaten di solo 9 maret 2009, disana ada pedagang yang menjual penyu kecil yang diletakkan dalam ember biasa, padahal penyu-penyu itu akan hidup lebih baik jika dikembalikan ke habitat aslinya”
 
Belum lama ini di berbagai media memberitakan tentang kematian warga akibat serangan harimau. Kejadian itu terjadi di wilayah pekanbaru, [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=henryaja.wordpress.com&blog=2422545&post=133&subd=henryaja&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:center;line-height:150%;" align="center"><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:&quot;">Oleh : henry [green]</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:center;line-height:150%;" align="center"><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:&quot;">“ketika melihat suasana sekaten di solo 9 maret 2009, disana ada pedagang yang menjual penyu kecil yang diletakkan dalam ember biasa, padahal penyu-penyu itu akan hidup lebih baik<span> </span>jika dikembalikan ke habitat aslinya”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:.5in;line-height:150%;"><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:Consolas;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:.5in;line-height:150%;"><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:Consolas;">Belum lama<span> </span>ini di berbagai media memberitakan tentang<span> </span>kematian warga akibat serangan harimau. Kejadian itu terjadi di wilayah pekanbaru, riau. Hampir dalam sepekan ada korban yang meninggal akibat serangan harimau. Harimau melakukan penyerangan tanpa rasa takut. Harimau itu memasuki pemukiman warga yang berada dekat dengan hutan. Awalnya hanya ternak warga saja yang di mangsa oleh harimau itu. Lalu pemilik hewan ternak pun menjadi sasaran empuk makanan harimau. Warga yang merasa terancam oleh kedatangan harimau ke pemukiman lalu mengambil tindakan dengan menangkap dan bahkan membunuh harimau. Mereka bertindak itu atas dasar untuk melindungi dirinya dan keluarga dari bahaya harimau<span id="more-133"></span>. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:.5in;line-height:150%;"><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:Consolas;">Bunuh dan membunuh menjadi ajang seru yang kini kita saksikan antara manusia dengan harimau. Harimau yang memangsa manusia terdorong oleh naluri hewaniyah-nya untuk makan karena lapar. Harimau tanpa pilih-pilih dan pandang bulu memangsa apa saja yang memenuhi kriterianya. Yang penting berdaging, ‘ungkap harimau’. Karena memang harimau adalah hewan sejenis karnivora yang sukanya makan daging. Maka tidak heran jika yang di pilih untuk santapannya adalah hewan ternak dan yang lebih terbaru adalah manusia. Seandainya harimau itu bisa berpikir mungkin ia tidak akan memangsa manusia, tapi yang dimangsanya adalah musuh alaminya di hutan. Namun sayang sekali, musuh alami yang dulunya tersedia di alam (hutan) telah banyak yang musnah. Entah musnah kenapa?. Yang pasti ada hubungannya dengan campur tangan pihak-pihak yang selalu saja mencampuri urusan rumah tangga hutan alam dan ekosistem yang ada di dalamnya. Sapa lagi kalau bukan orang jail atau iseng dan pelaku pengrusakan hutan. Seperti kita ketahui bahwa kini dan hari ini hingga detik ini, telah banyak deforestasi yang terjadi di pulau Sumatra. Salah satunya di kota riau. Perubahan yang tidak baik ini pun turut andil dalam menyumbang air melimpah bagi terwujudnya banjir bandang yang terjadi beberapa waktu lalu. wow luar biasa bukan??padahal kota riau dari masa ke masa tidak pernah banjir, namun kini semua telah berubah parah. Berubah untuk perbaikan bukan untuk kemudharatan.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:.5in;line-height:150%;"><span style="font-size:16pt;line-height:150%;font-family:Anonymous;">“Namun sayang sekali, musuh alami yang dulunya tersedia di alam (hutan) telah banyak yang musnah. Entah musnah kenapa?. Yang pasti ada hubungannya dengan campur tangan pihak-pihak yang selalu saja mencampuri urusan rumah tangga hutan alam dan ekosistem yang ada di dalamnya”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;"><strong><span style="font-size:14pt;line-height:150%;font-family:Consolas;">Rantai Makanan Yang terputus </span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:.5in;line-height:150%;"><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:Consolas;">Dalam kaca mata displin ilmu, rantai makanan berarti peristiwa memakan dan di makan antara makhluk hidup dalam lingkungannya. Ekosistem alam telah menyediakan lingkaran yang tak terputus (rantai) yang membuat seluruh makhluk hidup di dalamnya mampu bertahan hidup secara mandiri. Artinya hewan-hewan dan tumbuhan yang ada di dalamnya tidak akan pernah musnah. Semuanya saling melengkapi kebutuhan satu dengan yang lainnya. Tumbuhan menjadi produser pertama, hewan sebagai konsumen kedua, cacing (decomposer) sebagai konsumen ketiga. Dari rantai itulah terjadi peristiwa yang alami. Sebuah keindahan dari kehidupan di dunia untuk di cermati dan di pelajari. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:.5in;line-height:150%;"><span style="font-size:16pt;line-height:150%;font-family:Anonymous;">“rantai makanan berarti peristiwa memakan dan di makan antara makhluk hidup dalam lingkungannya. Ekosistem alam telah menyediakan lingkaran yang tak terputus (rantai) yang membuat seluruh makhluk hidup di dalamnya mampu bertahan hidup secara mandiri”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:.5in;line-height:150%;"><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:Consolas;">Lantas, fenomena yang belakangan ini kita saksikan adalah suatu fenomena yang aneh bin unik. Harimau ternyata suka juga memangsa manusia. Begitu juga manusia telah suka mencampuri pola kehidupan hutan alam yang harmonis dan selaras menjadi kacau. Harimau tidak mungkin memangsa manusia untuk memenuhi hasrat hewaninya jika pola rantai makanan yang harmonis itu tidak di rusak dan di putus oleh penggangu. Ada keserakahan yang meng’anjing’ buta dalam perilaku pengrusak hutan. Seolah-olah mereka adalah penguasa yang seenaknya saja menghancurkan hutan. Mereka secara tidak sadar dan memang sudah tidak waras (edan) memutus harmonisasi alam (rantai makanan). Merekalah yang menjadi biang kerok dari fenomena yang terjadi akhir-akhir ini. Merekalah yang pantas di mangsa oleh harimau.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;"><strong><span style="font-size:14pt;line-height:150%;font-family:Consolas;">Kembalikan Harmonisasi Alam (untaian rantai makanan)</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:.5in;line-height:150%;"><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:Consolas;">Harimau tidak akan menjadi ganas dan memangsa manusia jika makanan alaminya di hutan tidak diusik ataupun diputus. Harimau hanyalah seekor hewan yang tidak tau apa-apa. Ia hanya mengetahui bagaimana caranya untuk makan. Ia hanya hidup dari nalurinya. Ia tidak bisa mengembalikan rantai makanan yang terputus dengan sendirinya. Jadi jangan sampai ada lagi pembuhuhan terhadap harimau. Harimau adalah satwa langka. Hewan ini perlu perhatian bukan pembantaian. Ia butuh makan bukan untuk dijadikan makanan. Ia hanya butuh kedamaian hidup di habitatnya (hutan) bersama dengan rantai makanan yang terjalin indah. Mereka tidak akan mengamuk hingga ke pemukiman warga jika hutannya tetap dijaga dan dilestarikan. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:.5in;line-height:150%;"><span style="font-size:16pt;line-height:150%;font-family:Anonymous;">“Harimau adalah satwa langka. Hewan ini perlu perhatian bukan pembantaian. Ia butuh makan bukan untuk dijadikan makanan. Ia hanya butuh kedamaian hidup di habitatnya (hutan) bersama dengan rantai makanan yang terjalin indah”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:.5in;line-height:150%;"><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:Consolas;">Dalam rantai makanan, manusia juga merupakan konsumen yang suka memakan segalanya (omnivora). Tapi apakah harimau harus dijadikan makanan juga?pembuhunan terhadap harimau harus segera di hentikan. biarkan harimau hidup di habitnya bersama dengan ekosistem hutan alami. Biarkan ia memakan hewan (musuh alaminya). Biarkan harimau melengkapi harmonisasi hutan alam sekarang juga!!!.<strong>Stop pengrusakan hutan!Pengrusak hutan adalah musuh yang harus dibasmi dari muka bumi dan bila perlu jadi mangsa harimau</strong>!!!</span></p>
Posted in LINGKUNGAN, SOSIAL  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/henryaja.wordpress.com/133/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/henryaja.wordpress.com/133/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/henryaja.wordpress.com/133/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/henryaja.wordpress.com/133/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/henryaja.wordpress.com/133/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/henryaja.wordpress.com/133/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/henryaja.wordpress.com/133/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/henryaja.wordpress.com/133/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/henryaja.wordpress.com/133/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/henryaja.wordpress.com/133/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=henryaja.wordpress.com&blog=2422545&post=133&subd=henryaja&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://henryaja.wordpress.com/2009/03/11/sebuah-fenomena-konflik-horizontal-manusia-dengan-harimau/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/3e96ddffd2fcd846500a67fc7510c2f5?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">henryaja</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Kearifan lokal yang tergerus jaman!!</title>
		<link>http://henryaja.wordpress.com/2009/02/19/kearifan-lokal-yang-tergerus-jaman/</link>
		<comments>http://henryaja.wordpress.com/2009/02/19/kearifan-lokal-yang-tergerus-jaman/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 19 Feb 2009 07:20:41 +0000</pubDate>
		<dc:creator>henryaja</dc:creator>
				<category><![CDATA[LINGKUNGAN]]></category>
		<category><![CDATA[SOSIAL]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://henryaja.wordpress.com/?p=123</guid>
		<description><![CDATA[
oleh Henry [green]
Terinspirasi dari pulau dewata yang masih  peduli pada alamnya melalui kearifan lokalnya, tp disini di jawa, yang terjadi malah sebaliknya.
Cucu, coba liat pohon besar itu, disana tidak ada orang yang berani menebang pohon besar itu, kata kakek. Kenapa tidak ada yang berani menebang pohon besar itu mbah? ‘dalam hatiku bertanya-tanya’. Tidak lama kemudian [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=henryaja.wordpress.com&blog=2422545&post=123&subd=henryaja&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><!--[if !mso]&gt;--></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;line-height:150%;" align="center"><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:&quot;">oleh Henry [green]</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;line-height:150%;" align="center"><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:&quot;"><strong><em>Terinspirasi dari pulau dewata yang masih  peduli pada alamnya melalui kearifan lokalnya, tp disini di jawa, yang terjadi malah sebaliknya.</em></strong></span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;"><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:&quot;">Cucu, coba liat pohon besar itu, disana tidak ada orang yang berani menebang pohon besar itu, kata kakek. Kenapa tidak ada yang berani menebang pohon besar itu mbah? ‘dalam hatiku bertanya-tanya’. Tidak lama kemudian kakek melanjutkan pembicaraannya tadi, pohon besar itu merupakan pohon kramat (pohon yang di anggap memiliki kekuatan mistis), sehingga tidak ada seorang pun yang berani menebangnya. Hampir setiap hari, masyarakat desa ini meluangkan waktu untuk memberikan sesaji pada pohon. Jika ada  acara pernikahan di desa, terdapat ritual untuk kedua mempelai yaitu berputar mengelilingi pohon besar itu. Acara ini dianggap oleh masyarakat setempat sebagai rangkaian dari pernikahan. Mereka meyakini ritual itu adalah bagian dari hidupnya yang telah ada sejak lama di lingkungannya.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;"><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:&quot;"><!--[if gte vml 1]&gt;                    &lt;![endif]--><!--[if !vml]--><img src="/DOCUME~1/henry/LOCALS~1/Temp/msohtmlclip1/01/clip_image001.gif" alt="http://henryaja.wordpress.com/wp-includes/js/tinymce/plugins/wordpress/img/trans.gif" width="1" height="1" /><!--[endif]--></span><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:&quot;">Hingga saat kini masih ada ritual semacam itu. <span id="more-123"></span>Masyarakat masih setia untuk mengikuti adat istiadatnya. Lalu apa di balik cerita ini? Mungkin bagi kita cerita itu hanyalah tanpa makna dan hal yang biasa saja. Tapi, tanpa disadari cerita ini memiliki makna yang mendalam.Pohon besar yang di percayai memiliki kekuatan mistis bagi masyarakat, ternyata juga berfungsi untuk keseimbangan lingkungan. Menurut logika, pohon besar yang berkayu keras dan memiliki daun yang rimbun mampu menyangga air tanah.  Air tanah itu akan tetap ada di dalam tanah. Maka selama pohon itu ada di tengah-tengah masyarakat, tidak akan kekurangan air tanah. Pohon juga berfungsi sebagai penghasil oksigen. Oksigen inilah yang dibutuhkan oleh manusia untuk bernapas. Ketika siang hari yang terik, kita akan merasakan sejuknya oksigen saat berada di bawah pohon. Tidak hanya manusia yang menikmati manfaat dari pohon. Burung-burung pun senang tinggal di pohon. Mereka berkicauan seakan sedang menyayikan lagu merdu bagi alam.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;"><span style="font-size:14pt;line-height:150%;font-family:&quot;">Pohon besar yang di percayai memiliki kekuatan mistis bagi masyarakat, ternyata juga berfungsi untuk keseimbangan lingkungan. Menurut logika, pohon besar yang berkayu keras dan memiliki daun yang rimbun mampu menyangga air tanah.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;"><strong><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:&quot;">Tradisi peduli lingkungan</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;"><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:&quot;">Dalam lingkungan masyarakat terdapat norma-norma yang berlaku. Salah satunya yaitu norma yang tidak tertulis yang lebih sering di sebut hukum adat. Norma itu merupakan suatu kesepakatan bersama diantara sesama masyarakat yang berfungsi untuk mengatur dan menjaga hubungan bermasyarakat yang harmonis. Tiap-tiap anggota maupun kelompok masyarakat wajib untuk mentaati hukum adat. Sebagai contohnya yaitu mengenai keberadaan pohon besar di desa. Dalam hukum adat mengatur bahwa tidak ada seorangpun yang diperbolehkan untuk mengganggu keberadaan pohon. Dengan kata lain, sifat dari hukum adat ini mengikat masyarakat. Gangguan yang dimaksud adalah penebangan pohon ataupun merusak keasliannya. Keberadaan hukum adat sangat signifikan dalam menciptkan keserasian masyarakat dengan lingkungan alam. Dengan adanya larangan untuk menebang pohon membuat lingkungan desa menjadi tetap harmonis dengan alam.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;"><span style="font-size:14pt;line-height:150%;font-family:&quot;">Dalam lingkungan masyarakat terdapat norma-norma yang berlaku. Salah satunya yaitu norma yang tidak tertulis yang lebih sering di sebut hukum adat. Norma itu merupakan suatu kesepakatan bersama diantara sesama masyarakat yang berfungsi untuk mengatur dan menjaga hubungan bermasyarakat yang harmonis</span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;"><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:&quot;">Bagi masyarakat desa yang tinggal dekat dengan kali telah terbiasa dengan tradisi bersih desa.  Menjalankan ritual untuk kebersihan lingkungan seperti bersih-bersih kali, menanam pohon di halaman dan sekitar kali. Tradisi ini sangat kental dengan kepedulian lingkungan. Kebersihan kali/sungai selalu terjaga. Sungai yang senantiasa bersih tidak akan terjadi musibah banjir. Sebab jika kita menilik bencana banjir yang terjadi belakangan ini dikarenakan telah lunturnya tradisi masyarakat dalam menjaga sungai. Sungai sudah tidak lagi di rawat. Banyak sampah yang harus berebut tempat untuk memenuhi sungai. Kondisi inilah yang kerap kita jumpai di keseharian. Curah hujan yang tinggi tidak akan menimbulkan banjir jika kondisi sungai bersih dan terawat. Begitu pula dengan pohon dan tanaman lain yang masih ada di sekitar sungai. Keberadaan pohon-pohon besar turut berperan dalam menyerap air permukaan (<em>run off</em>). Sehingga air hujan yang turun ke bumi dapat langsung meresap ke dalam tanah. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;"><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:&quot;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;"><strong><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:&quot;">Kembali pada akar tradisi masyarakat</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;"><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:&quot;">Untuk masa kini  banyak orang yang menilai bahwa tradisi masa lalu merupakan  tradisi yang kuno dan tradisional. Tradisi yang tidak lagi pantas untuk diterapkan dalam kehidupan yang serba modern. Tapi bagaimana keadaan masa kini yang notabene telah dicanangkan sebagai era postmodern. Jaman yang telah melahirkan suatu kehidupan yang hedonisme, egosentrisme dan individualistik, Banyak yang menuntut ke’aku’annya daripada keselarasan dan keseimbangan. Lingkungan alam yang dulu diperhatikan kini tidak ada lagi yang peduli. Kerusakan demi kerusakan lingkungan semakin memperihatinkan. Bencana alam selalu saja menghantui. Banjir selalu menjadi langganan tahunan. Kekeringan dan tanah longsor melanda di berbagai daerah-daerah. Padahal sebelumnya daerah itu tidak pernah terjadi bencana. Tapi kini semua berubah. Semenjak mulai terlupakannya tradisi masa lalu.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;"><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:&quot;">Tak ada salahnya jika di era yang modern ini kita kembali pada akar tradisi masyarakat. Tradisi yang mampu  membawa masyarakat pada taraf keseimbangan. Keseimbangan kehidupan antara manusia dengan lingkungan alam. Seperti halnya perilaku masyarakat yang menjaga pohon-pohon agar tidak ditebang. Membersihkan sungai secara berkala dan bergotong-royong dengan warga. Bertani dan bercocok tanam dengan menggunakan  pupuk organik (alam). Tradisi inilah yang akan membuat kondisi lebih baik. Tidak ada lagi yang dirugikan. Alam menjadi sahabat bagi setiap orang. Untuk jangka waktu yang panjang berharap tidak ada lagi kerusakan dan bencana. Karena lingkungan alam telah terjaga baik dan mampu memberikan kontribusinya bagi kehidupan manusia.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;">
Posted in LINGKUNGAN, SOSIAL  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/henryaja.wordpress.com/123/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/henryaja.wordpress.com/123/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/henryaja.wordpress.com/123/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/henryaja.wordpress.com/123/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/henryaja.wordpress.com/123/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/henryaja.wordpress.com/123/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/henryaja.wordpress.com/123/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/henryaja.wordpress.com/123/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/henryaja.wordpress.com/123/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/henryaja.wordpress.com/123/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=henryaja.wordpress.com&blog=2422545&post=123&subd=henryaja&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://henryaja.wordpress.com/2009/02/19/kearifan-lokal-yang-tergerus-jaman/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/3e96ddffd2fcd846500a67fc7510c2f5?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">henryaja</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="/DOCUME~1/henry/LOCALS~1/Temp/msohtmlclip1/01/clip_image001.gif" medium="image">
			<media:title type="html">http://henryaja.wordpress.com/wp-includes/js/tinymce/plugins/wordpress/img/trans.gif</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Pencemaran Visual yang merusak lingkungan itu bernama “atribut kampanye” (spanduk/baliho/poster/bendera)</title>
		<link>http://henryaja.wordpress.com/2009/02/04/115/</link>
		<comments>http://henryaja.wordpress.com/2009/02/04/115/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 04 Feb 2009 04:35:40 +0000</pubDate>
		<dc:creator>henryaja</dc:creator>
				<category><![CDATA[SOSIAL]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://henryaja.wordpress.com/2009/02/04/115/</guid>
		<description><![CDATA[Oleh : henry[green]
Ditulis di kamar yang sejuk saat guyuran hujan seharian di kota solo, semga air hujan ini bermanfaat bagi makhluk hidup di bumi.amieeen.
Detik-detik mendekati masa pemilihan umum 2009, banyak sekali aktifitas euphoria dimana-mana. Sebagai contohnya, pemilihan anggota legislative untuk pusat dan daerah. Aktifitas kampanye calon-calon legislative mulai marak di berbagai sudut kota. Untuk kali [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=henryaja.wordpress.com&blog=2422545&post=115&subd=henryaja&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p class="MsoNormal" style="text-align:center;line-height:150%;" align="center"><strong><span style="font-size:14pt;line-height:150%;font-family:&quot;">Oleh : henry[green]</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;line-height:150%;" align="center"><strong><span style="font-size:14pt;line-height:150%;font-family:&quot;">Ditulis di kamar yang sejuk saat guyuran hujan seharian di kota solo, semga air hujan ini bermanfaat bagi makhluk hidup di bumi.amieeen.</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.5in;line-height:150%;"><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:&quot;">Detik-detik mendekati masa pemilihan umum 2009, banyak sekali aktifitas euphoria dimana-mana. Sebagai contohnya, pemilihan anggota legislative untuk pusat dan daerah. Aktifitas kampanye calon-calon legislative mulai marak di berbagai sudut kota. Untuk kali ini kota yang kita soroti yaitu kota solo. Kampanye mereka ada 2 yaitu dialogis dan non dialogis/atribut. Dengan kampanye dialogis para calon legislative mulai menunjukkan kebolehannya. Mereka saling merebut simpati penggemarnya (rakyat). Yang berharap dengan mendekat para rakyat, mereka bisa langgeng<span> </span>untuk maju ke kursi legislative yang di dambakannya. Dengan komunikasi dialogis, para simpatisan bisa menilai secara sadar karakter si calon. Namun, yang namanya proses komunikasi mungkin juga terjadi distorsi. Penyampaian pesan dari komunikator ke komunikan yang terdistorsi oleh suasana lingkungan. jIka adanya distorsi pesan tersebut maka perlu sikap yang selektif dalam menyaring informasi. Kehati-hatian atas pesan tersebut merupakan sikap yang cermat dan cerdas. Selain, distorsi ada juga perbedaan perspektif antara simpatisan yang satu dangan yang lainnya dalam menanggapi suatu pesan yang di sampaikan oleh calon legislative. Namun dari kampanye dialogis ini kita bisa mengambil hikmahnya.<span id="more-115"></span> Paling tidak kita hanya mendapatkan sampah kata-kata. Suatu sampah yang tidak berbahaya bagi lingkungan tapi agak berbahaya bagi<span> </span>pendengaran yang masih berfungsi baik.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.5in;line-height:150%;"><span style="font-size:16pt;line-height:150%;font-family:&quot;">“Suatu kampanye yang kurang menghargai keindahan kota, tindakan kampanye semacam itu tidak lain adalah aktifitas vandalisme. Aktifitas yang lebih identik dengan merusak pemandangan kota. Masih mending dengan aktifitas para graffiti, mereka masih mampu memilih tempat-tempat yang strategis untuk mereka jadikan </span><span style="font-size:16pt;line-height:150%;font-family:&quot;">sebagai tempat coretan penuh seni”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.5in;line-height:150%;"><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:&quot;">Calon legislative tidak cukup untuk kampanye dialogis saja. Mereka juga berkampanye dengan media cetak/atribut-atribut. Sayangnya atribut-atribut kampanye itu di publikasikan pada tempat-tempat yang kurang tepat. Atribut-atribut calon bisa kita jumpai di berbagai sudut kota, di jalan-jalan utama, di perempatan jalan, di taman kota,di depan monument pers solo, di dekat sekolah, kampus, di pohon-pohon, di kendaraan, di tembok, dan masih banyak lagi. Bagaimana dengan pendapat anda terhadap situasi kampanye ini??apakah anda tidak terganggu dengan sosialisasi kampanye itu??andalah yang tau jawabannya. Suatu kampanye yang kurang menghargai keindahan kota, tindakan kampanye semacam itu tidak lain adalah aktifitas vandalisme Aktifitas yang lebih identik dengan merusak pemandangan kota. Masih mending dengan aktifitas para graffiti, mereka masih mampu memilih tempat-tempat yang strategis untuk mereka jadikan sebagai tempat coretan penuh seni. Kalau boleh usul, lebih baik corat-coret saja tuh potret, spanduk, dan atribut lainnya yang hanya<em> nyampah</em> saja tanpa ada gunanya.hahaha. Keindahan taman kota, monument pers yang mengandung nilai sejarah itupun luput oleh jutaan atribut yang dari hari ke hari kian mengurita. Tembok-tembok yang tadinya bersih dan putih harus mengalah pada atribut kampanye. Sehingga tembok itupun menjadi penuh warna-warni yang tidak indah sama sekali. Pohon-pohon di pinggir jalan turut jadi korban pencemaran visual akibat atribut kampanye. Di perempatan jalan warna-warni atribut kampanye itu saling tumpang tindih tak karuan. Atribut itu lebih layak sebagai pencemaran visual/sampah visual. Yang tidak ada bagusnya sama sekali. Dan tak ada satupun yang patut untuk di lihat dan diamati. Gunawan muhamad pun mengkritik keras atas perilaku para calon legislative dan calon-calon lainnya, yang mengambil bagian dalam aksi brutalnya merusak pemandangan kota yaitu berupa potret, poster dan atribut lain yang berada di pohon, tembok, pinggir jalan<em>. Goenawan mohamad juga berpendapat bahwa yang kita saksikan penyeragaman: perlombaan untuk memperlihatkan diri tapi ada saat yang sama takut tampak ”lain”. Maka yang akhirnya saya ingat dari deretan gambar di tepi jalan itu bukanlah wajah calon anggota DPR wilayah saya, melainkan tampang yang lain dari yang lain: tampang dalam iklan kartu telepon XL—muka monyet (kethek_java).</em></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><strong><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:&quot;">Aktifisme supermarket</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.5in;line-height:150%;"><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:&quot;"><span> </span>Anda mesti mengetahui apa saja yang ada di supermarket. Di dalam supermarket ada banyak sekali barang yang ditawarkan. Dipajang di rak-rak dan diberi harga. Barang-barang itu terdiri dari berbagai jenis, yaitu produk rumah tangga, sayuran, buah-buahan, pakaian, celana, akesoris, roti, barang ,elektronik dsb. Barang itu memiliki nilai dan fungsi yang berbeda-beda. Pakaian dan celana biasanya digunakan untuk menutupi seluruh tubuh. Sayuran dan buah-buahan adalah pelengkap untuk sajian makanan. Barang elektronik seperti tv, computer berguna untuk hiburan dan pelengkap rumah. Lalu bagaimana hubungannya dengan kampanye dengan atribut-atribut??Kampanye dengan atribut mirip dengan aktifitas di supermarket. Hanya saja di supermarket telah di konsep dan di desain dengan baik. Mulai dari penempatan barang hingga harga yang dicantumkannya. Dalam kampanye dengan atribut sama sekali tidak memperhatikan tempat yang tepat untuk memajang foto2 yang tidak penting sama sekali. Yang kita lihat adalah kekacauan dan sampah-sampah visual yang bertebaran dan bikin <em>keki</em>.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.5in;line-height:150%;"><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:&quot;">Sebagian orang mungkin saja mengangap itu hal yang wajar, jika dibandingkan dengan aktifitas supermarket. Kita melihat konsep pemasaran icon-icon calon legislative yang jauh dari harapan. mereka saling berebut pembeli (pemilih) dengan memamerkan kegagahannya dan ke’bodoh’annya. <em>Dalam hal ini goenawan mohamad juga berkomentar bahwa mereka (calon-calon lenong) menampilkan kegagahan berupa gelar (A-Z) dengan wajah lurus kedepan, dengan tatapan tanpa emosi seperti ijasah kursus montir. </em>Sekali lagi itulah fenomena yang kita dapat saksikan ditengah-tengah kehidupan kita dan ketidaksadaran kita yang tak pernah tersadarkan. Jika dengan mengandalkan suatu emosi konsumtif, pastinya kita akan terbawa oleh suasana yang tidak sehat. Hanya melihat dari sudut pandang yang sempit tanpa hembusan udara yang segar. Seperti itulah gambaran aktifitas calon-calon pemimpin daerah kita.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.5in;line-height:150%;"><em><span style="font-size:16pt;line-height:150%;font-family:&quot;">Dalam hal ini goenawan mohamad juga berkomentar bahwa mereka (calon-calon lenong) menampilkan kegagahan berupa gelar (A-Z) dengan wajah lurus kedepan, dengan tatapan tanpa emosi seperti ijasah kursus montir</span></em></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.5in;line-height:150%;"><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:&quot;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><strong><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:&quot;">Selamatkan mata Anda, Kita dan Kalian!!!!SEKARANG atau tidak sama sekali.</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.5in;line-height:150%;"><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:&quot;">Sayangilah mata anda dengan melihat pemandangan yang benar-benar baik dan bermanfaat. Artinya hindarkan sampah-sampah visual yang kini mulai menjamur dan merusak lingkungan kota. Acuhkan saja. Berusahalah sadar dan selalu sadar. Jangan sampai kita terjebak dan terhipnotis oleh<span> </span>pencemaran visual. Bukankah kita rindu akan lingkungan yang indah, bersih, teratur, dan tertib. Kita pasti mengetahui bahwa kota solo kini banyak perubahan. Tapi kita jangan lantas terlena atas perubahan yang besar-besaran. Kita harus memahami mana yang positif dan mana yang negative. Jangan sampai kita salah menilai. Penilaian yang salah akan menghasilkan suatu penyesalan. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.5in;line-height:150%;"><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:&quot;">Setelah kita sadar dan berpikir, mari kita sama-sama berdoa untuk mereka para calon-calon pemimpin daerah semoga bisa secara bijak dan benar dalam berkampanye. Jangan ada lagi kerusakan lingkungan dan pencemaran visual. <em>Semoga mata orang Indonesia tak akan membuat Indonesia tersesat. Demokrasi perlu dirindukan lagi sebagai tempat suara berseru dengan gema yang kuat, dengan keberanian berbeda—bukan konformisme yang menyerahkan apa yang berharga dalam pribadi ke dalam sebuah pasfoto. Potret itu tak bicara apa-apa, kata <span> </span>‘Goenawan mohamad’. </em></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:&quot;"> </span></p>
Posted in SOSIAL  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/henryaja.wordpress.com/115/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/henryaja.wordpress.com/115/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/henryaja.wordpress.com/115/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/henryaja.wordpress.com/115/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/henryaja.wordpress.com/115/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/henryaja.wordpress.com/115/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/henryaja.wordpress.com/115/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/henryaja.wordpress.com/115/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/henryaja.wordpress.com/115/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/henryaja.wordpress.com/115/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=henryaja.wordpress.com&blog=2422545&post=115&subd=henryaja&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://henryaja.wordpress.com/2009/02/04/115/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/3e96ddffd2fcd846500a67fc7510c2f5?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">henryaja</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>