Trem, Warisan Kota BudayaYang Belum Diberdayakan!!

May 6, 2009

Menambah kuantitas jalan bukan solusi mengatasi kemacetan, tp gunakan jlan yg ada dengan membuat jalan-jalan pedestrian, jalur trem untuk mempersempit ruang bagi kendaraan yang terus menerus menyesakki badan jalan, jangan aplikasikan BRT (bus rapid transit)

oleh : henry[green]

Realitas transportasi di Solo

Belum lama ini, pemerintah kota solo sedang bAmsterdam-tramerupaya untuk memfungsikan kembali kereta api klasik. Kareta api tersebut yang rencananya sebagai kereta wisata. Rute sementara dari stasiun purwosari hingga stasiun kota (sangkrah) dan untuk lebih lanjutnya sampai wonogiri. Pemanfataan kereta wisata ini semoga tidak seperti nasib kereta punakawan. Yang hanya beroperasi sementara, tidak lama kemudian tak beroperasi. Namun yang perlu di cermati bahwa kereta yang difungsikan kembali bukan cuma untuk wisata, tapi yang terpenting adalah transportasi massal untuk massa depan kota ini. Dengan transportasi massal itu memberikan peluang kepada masyarakat untuk memperlancar aktifitasnya dan untuk jangka panjang tercipta keteraturan.

Realitas transportasi yang kini ada di kota Solo yaitu sering terjadi kemacetan di beberapa titik jalan yang menjadi konsentrasi utama aktifitas masyarakat. Hal ini merupakan kenyataan yang tidak boleh dibiarkan begitu saja. Terlebih lagi kota solo yang sedang dinamis untuk membangun dan sebagai destinasi wisata. Untuk menunjukkan bahwa solo sebagai kota tujuan wisata yang terbaik tentunya di tunjang juga dengan sarana transportasi yang memadai. Jangan sampai para wisatawan local dan mancanegara kecewa akibat tidak ada transportasi yang terintegrasi dan aman Read the rest of this entry »