Pencemaran Visual yang merusak lingkungan itu bernama “atribut kampanye” (spanduk/baliho/poster/bendera)

Oleh : henry[green]

Ditulis di kamar yang sejuk saat guyuran hujan seharian di kota solo, semga air hujan ini bermanfaat bagi makhluk hidup di bumi.amieeen.

Detik-detik mendekati masa pemilihan umum 2009, banyak sekali aktifitas euphoria dimana-mana. Sebagai contohnya, pemilihan anggota legislative untuk pusat dan daerah. Aktifitas kampanye calon-calon legislative mulai marak di berbagai sudut kota. Untuk kali ini kota yang kita soroti yaitu kota solo. Kampanye mereka ada 2 yaitu dialogis dan non dialogis/atribut. Dengan kampanye dialogis para calon legislative mulai menunjukkan kebolehannya. Mereka saling merebut simpati penggemarnya (rakyat). Yang berharap dengan mendekat para rakyat, mereka bisa langgeng untuk maju ke kursi legislative yang di dambakannya. Dengan komunikasi dialogis, para simpatisan bisa menilai secara sadar karakter si calon. Namun, yang namanya proses komunikasi mungkin juga terjadi distorsi. Penyampaian pesan dari komunikator ke komunikan yang terdistorsi oleh suasana lingkungan. jIka adanya distorsi pesan tersebut maka perlu sikap yang selektif dalam menyaring informasi. Kehati-hatian atas pesan tersebut merupakan sikap yang cermat dan cerdas. Selain, distorsi ada juga perbedaan perspektif antara simpatisan yang satu dangan yang lainnya dalam menanggapi suatu pesan yang di sampaikan oleh calon legislative. Namun dari kampanye dialogis ini kita bisa mengambil hikmahnya. Paling tidak kita hanya mendapatkan sampah kata-kata. Suatu sampah yang tidak berbahaya bagi lingkungan tapi agak berbahaya bagi pendengaran yang masih berfungsi baik.

“Suatu kampanye yang kurang menghargai keindahan kota, tindakan kampanye semacam itu tidak lain adalah aktifitas vandalisme. Aktifitas yang lebih identik dengan merusak pemandangan kota. Masih mending dengan aktifitas para graffiti, mereka masih mampu memilih tempat-tempat yang strategis untuk mereka jadikan sebagai tempat coretan penuh seni”

Calon legislative tidak cukup untuk kampanye dialogis saja. Mereka juga berkampanye dengan media cetak/atribut-atribut. Sayangnya atribut-atribut kampanye itu di publikasikan pada tempat-tempat yang kurang tepat. Atribut-atribut calon bisa kita jumpai di berbagai sudut kota, di jalan-jalan utama, di perempatan jalan, di taman kota,di depan monument pers solo, di dekat sekolah, kampus, di pohon-pohon, di kendaraan, di tembok, dan masih banyak lagi. Bagaimana dengan pendapat anda terhadap situasi kampanye ini??apakah anda tidak terganggu dengan sosialisasi kampanye itu??andalah yang tau jawabannya. Suatu kampanye yang kurang menghargai keindahan kota, tindakan kampanye semacam itu tidak lain adalah aktifitas vandalisme Aktifitas yang lebih identik dengan merusak pemandangan kota. Masih mending dengan aktifitas para graffiti, mereka masih mampu memilih tempat-tempat yang strategis untuk mereka jadikan sebagai tempat coretan penuh seni. Kalau boleh usul, lebih baik corat-coret saja tuh potret, spanduk, dan atribut lainnya yang hanya nyampah saja tanpa ada gunanya.hahaha. Keindahan taman kota, monument pers yang mengandung nilai sejarah itupun luput oleh jutaan atribut yang dari hari ke hari kian mengurita. Tembok-tembok yang tadinya bersih dan putih harus mengalah pada atribut kampanye. Sehingga tembok itupun menjadi penuh warna-warni yang tidak indah sama sekali. Pohon-pohon di pinggir jalan turut jadi korban pencemaran visual akibat atribut kampanye. Di perempatan jalan warna-warni atribut kampanye itu saling tumpang tindih tak karuan. Atribut itu lebih layak sebagai pencemaran visual/sampah visual. Yang tidak ada bagusnya sama sekali. Dan tak ada satupun yang patut untuk di lihat dan diamati. Gunawan muhamad pun mengkritik keras atas perilaku para calon legislative dan calon-calon lainnya, yang mengambil bagian dalam aksi brutalnya merusak pemandangan kota yaitu berupa potret, poster dan atribut lain yang berada di pohon, tembok, pinggir jalan. Goenawan mohamad juga berpendapat bahwa yang kita saksikan penyeragaman: perlombaan untuk memperlihatkan diri tapi ada saat yang sama takut tampak ”lain”. Maka yang akhirnya saya ingat dari deretan gambar di tepi jalan itu bukanlah wajah calon anggota DPR wilayah saya, melainkan tampang yang lain dari yang lain: tampang dalam iklan kartu telepon XL—muka monyet (kethek_java).

Aktifisme supermarket

Anda mesti mengetahui apa saja yang ada di supermarket. Di dalam supermarket ada banyak sekali barang yang ditawarkan. Dipajang di rak-rak dan diberi harga. Barang-barang itu terdiri dari berbagai jenis, yaitu produk rumah tangga, sayuran, buah-buahan, pakaian, celana, akesoris, roti, barang ,elektronik dsb. Barang itu memiliki nilai dan fungsi yang berbeda-beda. Pakaian dan celana biasanya digunakan untuk menutupi seluruh tubuh. Sayuran dan buah-buahan adalah pelengkap untuk sajian makanan. Barang elektronik seperti tv, computer berguna untuk hiburan dan pelengkap rumah. Lalu bagaimana hubungannya dengan kampanye dengan atribut-atribut??Kampanye dengan atribut mirip dengan aktifitas di supermarket. Hanya saja di supermarket telah di konsep dan di desain dengan baik. Mulai dari penempatan barang hingga harga yang dicantumkannya. Dalam kampanye dengan atribut sama sekali tidak memperhatikan tempat yang tepat untuk memajang foto2 yang tidak penting sama sekali. Yang kita lihat adalah kekacauan dan sampah-sampah visual yang bertebaran dan bikin keki.

Sebagian orang mungkin saja mengangap itu hal yang wajar, jika dibandingkan dengan aktifitas supermarket. Kita melihat konsep pemasaran icon-icon calon legislative yang jauh dari harapan. mereka saling berebut pembeli (pemilih) dengan memamerkan kegagahannya dan ke’bodoh’annya. Dalam hal ini goenawan mohamad juga berkomentar bahwa mereka (calon-calon lenong) menampilkan kegagahan berupa gelar (A-Z) dengan wajah lurus kedepan, dengan tatapan tanpa emosi seperti ijasah kursus montir. Sekali lagi itulah fenomena yang kita dapat saksikan ditengah-tengah kehidupan kita dan ketidaksadaran kita yang tak pernah tersadarkan. Jika dengan mengandalkan suatu emosi konsumtif, pastinya kita akan terbawa oleh suasana yang tidak sehat. Hanya melihat dari sudut pandang yang sempit tanpa hembusan udara yang segar. Seperti itulah gambaran aktifitas calon-calon pemimpin daerah kita.

Dalam hal ini goenawan mohamad juga berkomentar bahwa mereka (calon-calon lenong) menampilkan kegagahan berupa gelar (A-Z) dengan wajah lurus kedepan, dengan tatapan tanpa emosi seperti ijasah kursus montir

Selamatkan mata Anda, Kita dan Kalian!!!!SEKARANG atau tidak sama sekali.

Sayangilah mata anda dengan melihat pemandangan yang benar-benar baik dan bermanfaat. Artinya hindarkan sampah-sampah visual yang kini mulai menjamur dan merusak lingkungan kota. Acuhkan saja. Berusahalah sadar dan selalu sadar. Jangan sampai kita terjebak dan terhipnotis oleh pencemaran visual. Bukankah kita rindu akan lingkungan yang indah, bersih, teratur, dan tertib. Kita pasti mengetahui bahwa kota solo kini banyak perubahan. Tapi kita jangan lantas terlena atas perubahan yang besar-besaran. Kita harus memahami mana yang positif dan mana yang negative. Jangan sampai kita salah menilai. Penilaian yang salah akan menghasilkan suatu penyesalan.

Setelah kita sadar dan berpikir, mari kita sama-sama berdoa untuk mereka para calon-calon pemimpin daerah semoga bisa secara bijak dan benar dalam berkampanye. Jangan ada lagi kerusakan lingkungan dan pencemaran visual. Semoga mata orang Indonesia tak akan membuat Indonesia tersesat. Demokrasi perlu dirindukan lagi sebagai tempat suara berseru dengan gema yang kuat, dengan keberanian berbeda—bukan konformisme yang menyerahkan apa yang berharga dalam pribadi ke dalam sebuah pasfoto. Potret itu tak bicara apa-apa, kata ‘Goenawan mohamad’.

About these ads

4 thoughts on “Pencemaran Visual yang merusak lingkungan itu bernama “atribut kampanye” (spanduk/baliho/poster/bendera)

  1. poster kampanye atuh..msa ga tau c….kan bnyk poster2 yg di tempel di tembok2…cba deh survey lgsung di lingkungan anda..pasti akan anda tmukan…klo sudah di temukan sgera laporkan pd panitia pengawas pemilu ye…sukses bwt anda,usaha untuk mewujudkn lingkungan yg bersih tertib dan bebas pencmaran.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s