Pencemaran Visual yang merusak lingkungan itu bernama “atribut kampanye” (spanduk/baliho/poster/bendera)

February 4, 2009

Oleh : henry[green]

Ditulis di kamar yang sejuk saat guyuran hujan seharian di kota solo, semga air hujan ini bermanfaat bagi makhluk hidup di bumi.amieeen.

Detik-detik mendekati masa pemilihan umum 2009, banyak sekali aktifitas euphoria dimana-mana. Sebagai contohnya, pemilihan anggota legislative untuk pusat dan daerah. Aktifitas kampanye calon-calon legislative mulai marak di berbagai sudut kota. Untuk kali ini kota yang kita soroti yaitu kota solo. Kampanye mereka ada 2 yaitu dialogis dan non dialogis/atribut. Dengan kampanye dialogis para calon legislative mulai menunjukkan kebolehannya. Mereka saling merebut simpati penggemarnya (rakyat). Yang berharap dengan mendekat para rakyat, mereka bisa langgeng untuk maju ke kursi legislative yang di dambakannya. Dengan komunikasi dialogis, para simpatisan bisa menilai secara sadar karakter si calon. Namun, yang namanya proses komunikasi mungkin juga terjadi distorsi. Penyampaian pesan dari komunikator ke komunikan yang terdistorsi oleh suasana lingkungan. jIka adanya distorsi pesan tersebut maka perlu sikap yang selektif dalam menyaring informasi. Kehati-hatian atas pesan tersebut merupakan sikap yang cermat dan cerdas. Selain, distorsi ada juga perbedaan perspektif antara simpatisan yang satu dangan yang lainnya dalam menanggapi suatu pesan yang di sampaikan oleh calon legislative. Namun dari kampanye dialogis ini kita bisa mengambil hikmahnya. Read the rest of this entry »