Kuncung Semar 40 Hari Gus Dur
“Kuncung Semar, 40 Hari Gus Dur”
Senin, 8 Februari 2010
Pendopo Ageng Taman Budaya Surakarta
Kuncung Semar 40 Hari Gus Dur, kami maksudkan sebagai wujud penghormatan dan terima kasih kepada Gus Dur untuk peranannya turut mendewasakan bangsa ini. Kuncung (sejumput rambut di atas dahi) ada pada orang tua yang sudah rontok rambutnya, dan ada pada anak-anak yang masih polos. Kuncung adalah simbol kematangan dan kebijaksanaan, sekaligus kepolosan dan keliaran. Sedangkan Semar adalah tokoh pamong, pamomong, pengasuh para satria. Dari pemikiran tersebutlah dipilih Kuncung Semar, karena tokoh yang kita peringati, Gus Dur, selama ini dikenal masyarakat luas sebagai tokoh yang sangat matang sekaligus bisa mempunyai sikap yang sangat polos seperti anak-anak, yang mendidik bangsa dengan hal-hal bijak, kadang dengan hal-hal yang kontroversial, tak terduga, tapi menyehatkan dan membuat orang untuk melakukan introspeksi Read more



Ada banyak fenomena alam yang perlu kita kaji di dunia ini. Mulai dari hal yang kecil hingga hal yang lebih besar. Layaknya sebuah fenomena bola salju. Yang jika terus menggelinding akan berubah menjadi besar. Seperti kita ketahui bahwa dunia ini luas, sungguh sayang sekali jika kita harus melewati hidup ini hanya berada dalam sebuah ruang/kotak. Keindahan alam bumi ini perlu kita telusuri, dari sini maka kita akan mengenal siapa sesungguhnya manusia itu?. Untuk apa manusia ada di bumi ini?. Namun untuk mencoba menelusuri semua itu ada baiknya kita mulai dari diri sendiri dan apa yang ada di sekitar kita ataupun lingkungan. Manusia hanya merupakan parsial dari lingkungan hidupnya. Mereka hidup dalam ruang yang sudah tersedia dengan segala sesuatunya. Namun ada juga yang perlu dibuat ataupun di rekayasa. Dari sini kita bisa melihat bahwa manusia berperan sebagai makhluk yang berakal. Dengan adanya pikiran itu maka manusia bisa merekayasa lingkungan. Atas rekayasa itu menjadikan berbagai macam bentuk dan warna dalam kehidupan. Kita bisa melihat lingkungan sekitar kita ada yang masih seperti dahulu dan ada juga yang telah berubah. Seperti halnya dengan lokasi rumah di dalam suatu lingkungan 












